
The Hari Raya Pembaptisan Tuhan adalah perayaan Kristen yang memperingati momen penting dalam kehidupan Yesus: kelahirannya pembaptisan di Sungai Yordan oleh sepupunya Yohanes Pembaptis, Hari ulang tahun Bapa Suci, yang menandai dimulainya misi publiknya. Perayaan ini dirayakan dalam Gereja Katolik pada hari Minggu setelah Epifani, dan pada tahun 2026 Minggu 11 Januari.
Perayaan ini mengingatkan kita pada peristiwa yang dikisahkan dalam Injil Sinoptik (Matius 3, Markus 1 dan Lukas 3): Yesus tiba di Sungai Yordan dan menerima baptisan dari tangan Santo Yohanes Pembaptis. Saat mereka muncul dari air, langit terbuka dan Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam rupa seekor burung merpati, sementara sebuah suara dari surga menegaskan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi”.
Episode ini ditafsirkan sebagai manifestasi publik dari identitas Yesus sebagai Anak Allah, yang peresmian pelayanan publiknya dan wahyu tentang Tritunggal -Bapa, Anak dan Roh Kudus - yang hadir pada saat itu.
Dengan demikian, ini bukan hanya sebuah peringatan historis, tetapi juga sebuah wahyu teologis yang mendalam tentang siapa Yesus dan bagaimana hubungan-Nya dengan umat manusia dan Allah Bapa.
Lokasi dalam kalender liturgi
The Hari Raya Pembaptisan Tuhan menutup Waktu Natal dan memberi jalan kepada Waktu Biasa dalam liturgi Katolik.
Jika kita memberikan konteks singkat tentang tanggal: Waktu Natal dimulai pada 25 Desember dengan kelahiran Yesus. Hal ini mencakup Kekhidmatan Maria, Bunda Allah (1 Januari), yang Epiphany (6 Januari) dan peringatan lainnya (The Holy Innocents). Akhirnya, perayaan ini berpuncak dengan Hari Raya Pembaptisan Tuhan, yang diadakan tahun ini pada hari Minggu 11 Januari 2026.
Setelah kesungguhan ini, Gereja menghadapi Waktu Biasa, Tahun ini adalah tahap yang lebih stabil dari tahun liturgi yang berlangsung hingga masa Prapaskah.
Yesus mengidentifikasikan diri dengan umat manusia. Meskipun Yesus tidak berdosa, Ia tunduk pada baptisan Yohanes untuk mengidentifikasi diri dengan kami, pria dan wanita yang membutuhkan penebusan. Sikap-Nya bukanlah tanda kebutuhan pribadi, tetapi solidaritas dan penerimaan terhadap kondisi manusia dan ketaatan pada kehendak Bapa.
Baptisan adalah keselamatan . Baptisan yang diterima Yesus menjadi lambang dan dasar dari Sakramen Pembaptisan di dalam Gereja. Dari situ, baptisan Kristen akan dilihat sebagai: tanda pertobatan dan pengampunan dosa; akses menuju kehidupan di dalam Roh Kudus dan persekutuan ilahi kita; dan pintu masuk ke dalam Gereja sebagai Umat Allah.
Wahyu dari Tritunggal Mahakudus
Catatan Injil pada hari ini menunjukkan kehadiran simultan dari Anak (Yesus), dari Bapa (suara dari surga) dan dari Roh Kudus (burung merpati). Peristiwa ini adalah salah satu adegan paling jelas dari Teofani Tritunggal dalam Injil.
Bacaan dan simbol-simbol liturgi

Liturgi hari ini
Dalam perayaan Ekaristi hari Minggu ini, bacaan-bacaan biasanya mencakup teks-teks yang menampilkan sosok Yesus sebagai Hamba Tuhan, Injil menunjukkan panggilan kepada para murid untuk menghidupi iman secara konsisten dan Injil mengisahkan pembaptisan Yesus sendiri di sungai Yordan.
Teks-teks ini mengundang umat beriman untuk ingatlah baptisan Anda sendiri, untuk memperbarui janji-janji baptisan dan menghidupi iman yang aktif di dunia.
Simbol-simbol
Refleksi untuk umat beriman
The Hari Raya Pembaptisan Tuhan adalah peringatan ritual dan kesempatan untuk merefleksikan identitas Kristiani. Gereja, dalam berbagai refleksi dan homili, mengundang kita untuk melihat hari ini sebagai panggilan untuk mengingat pembaptisan kita dan komitmen yang tersirat di dalamnya; sebuah undangan untuk menghidupi iman yang konsisten dengan mengikut Yesus; dan sebuah kesempatan untuk memperdalam pemahaman seseorang tentang karunia Roh Kudus dalam hidup kita.
Paus Leo XIV merefleksikan Hari Raya Pembaptisan Tuhan, mengingatkan bahwa perayaan ini menandai awal Masa Biasa dalam tahun liturgi, «sebuah periode yang mengundang kita untuk mengikuti Tuhan, mendengarkan Firman-Nya dan meneladani sikap-Nya yang mengasihi sesama".". Menurut Paus, dengan cara ini «kita memperbaharui dan mengukuhkan Pembaptisan kita sendiri, sakramen yang membuat kita menjadi orang Kristen, yang membebaskan kita dari dosa dan mengubah kita menjadi anak-anak Allah, melalui kuasa Roh-Nya yang menghidupkan».
Hubungan dengan Yohanes Pembaptis
Yohanes Pembaptis memiliki peran sentral dalam perayaan ini. Misinya adalah mempersiapkan jalan bagi Mesias dengan memanggil orang-orang untuk pertobatan dari dosa dan menuju kehidupan yang baru di dalam Roh. Dalam membaptis Yesus, Yohanes menggenapi misi yang dipercayakan kepadanya dan mengakui Yesus sebagai Anak Domba Allah.
Hari Raya Pembaptisan Tuhan terkait erat dengan Epifani, yang merayakan penampakan Yesus ke dunia pada tanggal 6 Januari, dan juga dengan Natal, yang merayakan kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember. Perayaan ini membuka pintu menuju awal Masa Biasa, yang memanggil umat beriman untuk menghayati iman mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari ini, Gereja mengingat kembali peristiwa bersejarah dan mengusulkan sebuah pengalaman saat iniuntuk kembali kepada asal mula iman kita, untuk memperbarui komitmen pembaptisan kita dan untuk bergerak maju dalam misi Kristiani sehari-hari.
Beberapa kisah pembaptisan
Daftar isi