{"id":231713,"date":"2026-07-23T02:00:00","date_gmt":"2026-07-23T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=231713"},"modified":"2026-07-16T09:44:05","modified_gmt":"2026-07-16T07:44:05","slug":"las-propuestas-de-leon-xiv-en-espana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/las-propuestas-de-leon-xiv-en-espana\/","title":{"rendered":"Membangun dari jiwa kota-kota. Usulan-usulan Le\u00f3n XIV di Spanyol"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunjungan apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol pada bulan Juni 2026 bukan sekadar acara diplomatik atau liturgi, melainkan sebuah usulan untuk pembaruan mendalam bagi Gereja dan masyarakat sipil.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan slogan <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/papa-leon-xiv-seminario-escuela-de-los-afectos\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/papa-leon-xiv-seminario-escuela-de-los-afectos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">\u00abAngkatlah pandanganmu!\u00bb<\/a>, ia meminta para pendidik untuk menjadi \u00abbenang-benang baru guna menenun jaringan-jaringan baru\u00bb dalam seni dialog sosial, yang mencakup pertemuan dan mendengarkan, dialog dan rasa hormat. Dengan kata-kata dari <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/la-trascendencia-teologica-de-benedicto-xvi\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/la-trascendencia-teologica-de-benedicto-xvi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Benediktus XVI<\/a>, telah menyatakan bahwa \u00abiman adalah cinta, dan karena itu melahirkan puisi dan musik. Iman adalah kegembiraan, dan karena itu melahirkan keindahan\u00bb (<em>Katekese<\/em> (21 Mei 2008). Dan Le\u00f3n XIV bertanya-tanya apakah Eropa dapat tetap menjadi dirinya sendiri tanpa jejak iman.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru dalam pidato sambutannya kepada para pejabat, Leo XIV mengungkap bagi Eropa\u2014berkat sejarah panjangnya dalam menjembatani bahasa, agama, dan pengetahuan, serta menyatukan tindakan historis dengan kejernihan akal budi moral\u2014panggilan untuk \u00abmenghargai kompleksitas dan mempelajarinya\u00bb dengan pandangan ke depan. Sebuah tugas yang menuntut untuk mengatasi polarisasi melalui penelaahan yang cermat, \u00abbelajar untuk maju bersama orang lain, tumbuh bersama\u00bb, menolak hantu-hantu masa lalu, musuh-musuh, dan prasangka, antusiasme yang naif serta ketakutan yang tidak produktif, serta mendorong pemikiran kritis dan pencarian kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontribusi Spanyol dirumuskan dengan merujuk pada para santo yang telah mengembangkan \u00abmistik dengan mata terbuka\u00bb: Santo Yohanes dari Salib, dengan perjalanannya dari malam-malam gelap menuju cahaya; <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/santa-teresa-de-jesus-diez-mensajes-sacerdotes\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/santa-teresa-de-jesus-diez-mensajes-sacerdotes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Santa Teresa dari \u00c1vila<\/a>, melalui perjalanan \u00abkastil batin\u00bb menuju hati sendiri, untuk menemukan bagaimana alam semesta menjadi rumah; Santo Ignatius dari Loyola, dengan penekanannya pada penegasan batin. Bahkan hari ini, keabadian dapat meresapi kehidupan sehari-hari, menyatukan, dalam pencarian kekudusan, <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/oracion-formacion-espiritual-sacerdote-clave\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/oracion-formacion-espiritual-sacerdote-clave\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">doa<\/a> dan komitmen sosial.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di ibu kota, L\u00e9on XIV tampil di hadapan Parlemen sebagai pelayan manusia dan pembela martabatnya. Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang adil diukur dari kemampuannya melindungi kehidupan pada masa-masa paling rentannya: \u00abmulai dari pembuahan hingga akhir hayatnya yang wajar.\u00bb Ia memperingatkan bahwa hukum kehilangan maknanya jika dijadikan komoditas atau jika mengabaikan mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk menyuarakan pendapatnya. Ia membela <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/familia-cristiana-amoris-laetitia\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/familia-cristiana-amoris-laetitia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">keluarga<\/a> dan kebebasan untuk memilih jenis pendidikan bagi anak-anak.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks gerejawi, pertemuan di Stadion Santiago Bernab\u00e9u itu digambarkan oleh Paus sebagai \u00abgol spektakuler Gereja Madrid\u00bb. Di sana, beliau memaparkan salah satu prinsip teologis utamanya: Gereja sebagai \u00abkeluarga yang mempelajari seni polifoni\u00bb, di mana kesatuan bukanlah keseragaman, melainkan harmoni yang menghargai keragaman karisma dan hubungan antar \u00abmanusia seutuhnya\u00bb. Beliau memuji para relawan karena mewakili \u00abragi kemurahan hati\u00bb. Dalam masyarakat yang tergoda oleh keuntungan materi, Leo XIV membela pengabdian tanpa pamrih sebagai ciri khas \u00abkota Allah\u00bb yang harus meresapi kehidupan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap di Katalonia ini berfokus pada jalan keindahan sebagai sarana pewartaan Injil. Di basilika <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/homilia-papa-leon-xiv-en-lasagrada-familia\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/homilia-papa-leon-xiv-en-lasagrada-familia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Keluarga Kudus<\/a>, Paus Leo XIV menggambarkan gereja karya Gaud\u00ed sebagai sebuah \u00abkarya yang sedang dibangun\u00bb yang melambangkan kehidupan Kristen itu sendiri: sebuah proyek yang belum selesai yang membutuhkan kerja sama semua orang sebagai \u00abbatu hidup\u00bb. Ia menegaskan bahwa seni dan keindahan merupakan \u00absaluran utama evangelisasi\u00bb di era visual ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Biara Montserrat, pesan tersebut berfokus pada rekonsiliasi batin. Saat memandang Bunda Maria bersama Sang Bayi, Paus Leo XIV menyerukan kepada umat beriman untuk \u00abmelepaskan perisai\u00bb berupa penilaian, kritik, dan sikap agresif. Ia mengusulkan \u00abkekuatan cinta yang tak bersenjata dan mampu meluluhkan hati\u00bb sebagai satu-satunya yang mampu menyembuhkan luka-luka yang ditimbulkan oleh ketidakadilan dan perpecahan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puncak perjalanan ini, karena makna profetisnya, adalah kunjungan ke Kepulauan Kanari. Di tengah-tengah rute migrasi, Paus Leo XIV mendefinisikan kepulauan tersebut sebagai \u00abtempat di mana Kristus yang Bangkit menampakkan diri\u00bb melalui keramahan. Beliau dengan tegas menyatakan bahwa \u00abtidak ada manusia yang merupakan sebuah pulau\u00bb dan bahwa rahasia hati terletak pada panggilan untuk saling bertemu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyikapi tragedi perahu-perahu kecil itu, penerus Petrus, Leo XIV, dengan tegas mengecam mereka yang \u00abmemanfaatkan keputusasaan\u00bb dan mengubah penderitaan orang lain menjadi bisnis, serta memperingatkan bahwa mereka akan diadili di hadapan keadilan ilahi. Kepada para migran, ia meyakinkan: \u00abHidupmu bukanlah sesuatu yang bisa dibuang begitu saja, martabatmu tidak lenyap terbawa arus.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah pelajaran berharga dari Kepulauan Kanaria bagi Gereja universal adalah ajakan untuk membiarkan diri diinjili oleh kaum kecil dan miskin. Paus meminta umat Katolik agar integrasi tidak hanya menjadi tugas sosial, melainkan sebuah pertemuan spiritual di mana diakui \u00abkebijaksanaan misterius Allah yang tertulis dalam daging\u00bb mereka yang menderita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepanjang kunjungannya, Leo XIV menunjukkan perhatian khusus kepada mereka yang terlupakan. Kepada para narapidana di Penjara Brians 1 (Barcelona) dan kemudian dalam pesan-pesannya, ia menegaskan bahwa \u00abkesalahan dalam hidup tidak menentukan jati diri\u00bb, dan bahwa masa lalu tidak boleh menghancurkan masa depan. Di rumah sakit dan bersama para lansia, ia mengusulkan semacam ajaran tentang kerentanan, di mana usia tua dan penyakit mengingatkan kita akan ketergantungan kita satu sama lain serta kebutuhan akan Tuhan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat berpamitan di pelabuhan Santa Cruz de Tenerife, dan merujuk pada hati Kristus\u2014yang merupakan inti Injil\u2014Le\u00f3n XIV mengajak semua orang untuk membuka diri terhadap \u00ablautan kasih\u00bb ini. Ia mengulangi seruan \u00abAngkatlah pandanganmu!\u00bb tepatnya kepada Kristus yang disalibkan, yang merupakan sumber pengampunan, rekonsiliasi, dan damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kunjungan Paus <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/8-de-mayo-robert-francis-prevost-papa-leon-xiv\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/8-de-mayo-robert-francis-prevost-papa-leon-xiv\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Le\u00f3n XIV<\/a> ia mendorong kaum muda untuk selalu mencari kebenaran, serta menolak jalan-jalan lain: \u00abJika hal itu menjauhkanmu dari Tuhan, itu bukanlah kebenaran!\u00bb Ia menantang mereka untuk menjadi motor perubahan sosial sebagai \u00abpercikan kemanusiaan baru\u00bb, yang mampu mengubah sejarah melalui cinta.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ramiro Pellitero<br><\/strong><em>Dosen di Fakultas Teologi Universitas Navarra<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Diterbitkan di Religi\u00f3n confidencial, 17 Juni 2026)<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udcab Wujudkan impian Paus menjadi kenyataan\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/x5khh7jcZNI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Angkatlah pandanganmu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bulan Juni lalu, undangan tersebut menyambangi tiga kota di Spanyol, dengan mengangkat tiga tema utama: keindahan, keramahan, dan persatuan. Di Barcelona, keindahan Sagrada Familia\u2014yang dibangun Gaud\u00ed sebagai doa dari batu\u2014menunjukkan bahwa keindahan adalah salah satu jalan untuk mendekati Tuhan. Di Kepulauan Canary, keramahan ditujukan kepada saudara yang paling rentan, mencari Kristus dalam tatapan dan tangan sesama. Di Madrid, persatuan ditampilkan sebagai tanda persekutuan dan pendorong bagi dunia yang telah berdamai. Tiga kota, tiga tindakan, satu gerakan: <a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/alzad-la-mirada-visita-papa-leon-espana\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/alzad-la-mirada-visita-papa-leon-espana\/\" rel=\"noreferrer noopener\">mengangkat pandangan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paus Leo XIV menyerukan kepada kita untuk bangkit. Santo Josemar\u00eda telah menunjukkan, hampir seratus tahun sebelumnya, ke mana kita harus memusatkan pandangan. Dan Kristus yang bangkit, di puncak Salib dan dari tabut Ekaristi, terus menarik segala sesuatu kepada-Nya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Warisan spiritual dari perjalanan Paus Leo XIV<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panggilan dari <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/papa-leon-xiv-formacion-seminaristas-sacerdotes\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/papa-leon-xiv-formacion-seminaristas-sacerdotes\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Leo XIV<\/a> Upaya untuk membentuk individu yang mampu berdialog, melakukan penegasan iman, dan melayani kebaikan bersama mendapat sambutan khusus dalam misi Yayasan CARF. Selama beberapa dekade, lembaga ini telah mendorong pembinaan para imam, seminaris, dan biarawan dari seluruh dunia melalui beasiswa studi di Universitas Navarra dan Universitas Kepausan Santa Cruz (Roma). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah agar mereka kembali ke keuskupan masing-masing dengan bekal persiapan manusiawi, intelektual, dan spiritual yang kokoh untuk menghadapi tantangan-tantangan pastoral di negara mereka. Dalam konteks yang ditandai oleh polarisasi dan pencarian panutan, pembinaan bagi mereka yang dipanggil untuk melayani Gereja merupakan kontribusi konkret bagi budaya pertemuan, dialog, dan pemajuan martabat setiap orang\u2014nilai-nilai yang telah berulang kali ditekankan oleh Paus Leo XIV selama kunjungan apostoliknya ke Spanyol.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"PARA PENDETA, SENYUM TUHAN DI BUMI. Bagikan senyum itu, dan berikan wajah pada donasi Anda.\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/prmLjiym-VQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari sekadar perjalanan keliling Spanyol, perjalanan Le\u00f3n XIV menggambarkan sebuah proyek pembaruan spiritual dan sosial yang didasarkan pada martabat manusia, dialog, dan harapan.<\/p>","protected":false},"author":2399,"featured_media":231718,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-231713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2399"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=231713"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231713\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":231729,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/231713\/revisions\/231729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/231718"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=231713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=231713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=231713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}