{"id":230406,"date":"2026-06-16T02:00:00","date_gmt":"2026-06-16T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=230406"},"modified":"2026-06-11T16:11:51","modified_gmt":"2026-06-11T14:11:51","slug":"ser-sacerdote-un-paso-historia-de-lacton-lucas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/ser-sacerdote-un-paso-historia-de-lacton-lucas\/","title":{"rendered":"Dari Hari Pemuda Sedunia di Rio de Janeiro hingga menjadi imam"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Perjalanan Lacton Lucas Carvallo menuju <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">untuk menjadi seorang imam<\/a> Di WYD Brasil yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, dimulailah sebuah karya misi yang mengesankan bersama Paus Fransiskus yang tidak membuat siapa pun acuh tak acuh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lucas berasal dari Keuskupan San Sebasti\u00e1n di Rio de Janeiro. Saat ini ia sedang melanjutkan pendidikannya di <a href=\"https:\/\/www.unav.edu\/web\/facultad-eclesiastica-de-filosofia\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.unav.edu\/web\/facultad-eclesiastica-de-filosofia\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Fakultas Gerejawi Universitas Navarra<\/a>, di mana ia sedang menempuh program Sarjana Teologi Dogmatis berkat dukungan para dermawan, mitra, dan sahabat Yayasan CARF.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika Lacton mengenang asal mula panggilannya, ingatannya tak terelakkan tertuju pada sebuah peristiwa yang selamanya mengubah hidupnya: <strong>Hari Pemuda Sedunia yang diselenggarakan di Rio de Janeiro pada tahun 2013 dengan kunjungan Paus Fransiskus<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"el-camino-para-ser-sacerdote-empezo-en-la-jmj-de-rio-de-janeiro\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Mempertimbangkan jalan pernikahan sebelum menjadi imam <\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu, ia mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk menikah dan berusaha mencari tahu apa rencana Tuhan baginya. Namun, pada masa-masa itu ia mengalami sesuatu yang mengubah hatinya. \u00abPada masa-masa itu <strong>Saya merasakan kehadiran Tuhan<\/strong> begitu kuat dan mendalam hingga membuatku terguncang secara batin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00bbItu bukanlah perasaan sesaat, melainkan keyakinan yang lembut dan tak tergoyahkan bahwa Tuhan memandangku dengan penuh kasih dan mengajakku menuju sesuatu yang lebih besar daripada yang pernah kubayangkan.\".<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udc49\ud83c\udffd DARI WYD DI RIO DE JANEIRO MENJADI IMAM: PERJALANAN LACTON LUCAS \ud83c\udde7\ud83c\uddf7\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/as3SAnnyVKQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dia masuk seminari empat tahun kemudian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman itu membuka pintu yang takkan pernah tertutup lagi. Setahun kemudian <strong>ia mengikuti retret rohani untuk mencari kejelasan mengenai masa depannya.<\/strong> Di sana, melalui khotbah yang sederhana namun sangat mencerahkan, ia merasa bahwa Tuhan mengukuhkan panggilan batin itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Namun, dia merasa belum siap untuk mengambil langkah terakhir.<\/strong> Selama dua tahun ia terus melakukan proses pencermatan bersama pastor parokinya dan para pembimbing di seminari keuskupannya, yang mendampinginya dengan sabar, penuh perhatian, dan doa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akhirnya, pada tahun 2017 ia masuk ke Seminari S\u00e3o Jos\u00e9. Selama tujuh tahun ia menerima pembinaan yang kokoh dalam bidang kemanusiaan, spiritual, pastoral, dan akademik, yang berakhir pada tahun 2024. \u00ab<strong>Tahun-tahun itu sangat menentukan dalam memperkuat hubungan saya dengan Kristus <\/strong>dan untuk memahami keindahan pelayanan imamat,\u00bb kata Lacton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini ia memandang masa lalu itu dengan rasa syukur, serta kesempatan yang dimilikinya saat ini di Navarra untuk mendalami studi teologi, agar dapat melayani Gereja dengan lebih baik di masa depan. <strong>\u00abSaya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk memperdalam iman dan mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam melayani Gereja\u00bb, <\/strong>ia berkata dengan penuh kasih sayang.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"su-madre-figura-fundamental\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Ibunya, sosok yang sangat penting<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Iman telah menjadi bagian dari hidupnya sejak masa kanak-kanak. Ia lahir dalam keluarga Katolik tradisional, di mana agama merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia terutama mengingat peran ibunya, sosok yang sangat penting dalam pendidikan agamanya<strong>. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u00abIbu saya adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam pembentukan iman Kristen saya:<\/strong> \u00bbDia selalu menemani saya dan kakak saya ke perayaan-perayaan Gereja saat kami masih kecil, memastikan kami menerima sakramen-sakramen dan bahwa iman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami,\u201d ujarnya dengan penuh haru.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, seperti halnya banyak pemuda lainnya, <strong>Masa remaja juga ditandai oleh fase di mana ia menjauh.<\/strong> Ia menjauh dari praktik sakramen dan berusaha berbaur dengan teman-temannya serta merasakan apa yang dunia gambarkan sebagai kebebasan. \u00abMeski begitu, aku tak pernah berhenti percaya; benih iman itu tetap hidup, meski tertidur,\u00bb akunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa <strong>Banyak dari pengalaman-pengalaman itu meninggalkan rasa hampa di dalam hati.<\/strong> Jika dilihat kembali, ia berpendapat bahwa pencarian dan sikap pemberontakannya itu membantunya memahami lebih baik kelemahan manusia dan <strong>kebutuhan akan pertemuan pribadi dengan Kristus.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah sebabnya ia yakin bahwa <strong>KTT Pemuda Katolik 2013 merupakan peristiwa yang sangat berarti baginya dan bagi ribuan pemuda<\/strong>, karena ia kembali menyalakan \u00abapi kasih Allah, mengingatkan kita bahwa sukacita sejati lahir dari pertemuan dengan Kristus yang hidup\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"brasil-un-pais-profundamente-religioso\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Brasil, sebuah negara yang sangat religius<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membicarakan panggilan hidupnya berarti juga membicarakan Brasil, sebuah negara yang sangat religius dan mayoritas penduduknya beragama Kristen, di mana iman masih sangat kental dalam budaya, perayaan rakyat, dan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keuskupannya, <strong>San Sebasti\u00e1n de R\u00edo de Janeiro juga menempati tempat khusus dalam sejarah Katolik Brasil<\/strong>: dari sana lahirlah kardinal pertama di Amerika Latin dan di sanalah didirikan Konferensi Waligereja Nasional, sebuah peristiwa penting bagi organisasi pastoral negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Brasil menikmati kebebasan beragama dan Gereja dapat menjalankan misinya tanpa hambatan, imam muda ini mengakui <strong>bahwa realitas sosial menghadirkan tantangan yang sangat besar.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"769\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-769x1024.webp\" alt=\"Misa del primer an\u0303o de ordenacio\u0301n en la iglesia de la Purificacio\u0301n de Elcano\" class=\"wp-image-230410\" style=\"aspect-ratio:0.7509842219306009;width:671px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-769x1024.webp 769w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-225x300.webp 225w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-113x150.webp 113w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-768x1022.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton-9x12.webp 9w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Misa_Lacton.webp 1000w\" sizes=\"(max-width: 769px) 100vw, 769px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u00abKita sedang menghadapi masalah sosial dan ekonomi yang serius:<\/strong> ketidaksetaraan, pengangguran, korupsi, kurangnya akuntabilitas politik, dan pengelolaan pemerintahan yang buruk. Banyak orang yang menutup usaha mereka, sementara yang lain menganggur, dan hal ini berdampak langsung pada kehidupan keluarga serta <strong>\u00bbkemampuan Gereja untuk memenuhi kebutuhan duniawi umatnya,\u201d jelas Lacton.<\/strong> <\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun demikian, ia menekankan bahwa iman rakyat Brasil tetap kuat dan bahwa Gereja tetap menjadi panutan dalam bidang moral, spiritual, dan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ia tiba di Spanyol dua bulan setelah ditahbiskan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lacton Lucas tiba di Spanyol dua bulan setelah ditahbiskan menjadi imam, dengan penuh semangat untuk menempuh pendidikan dan mengembangkan pelayanannya secara penuh saat kembali ke keuskupannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Karena ia sangat memahami kebutuhan Gereja lokal<\/strong>. Meskipun mereka memiliki jumlah imam yang cukup banyak, ia menyadari bahwa masih dibutuhkan lebih banyak lagi karena jumlah umat yang sangat besar dan luasnya tantangan pastoral.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abKebutuhan pastoral sangat besar: komunitas-komunitas besar, lingkungan permukiman dengan kebutuhan sosial yang mendesak, keluarga-keluarga yang membutuhkan pendampingan, kaum muda yang mencari makna hidup, para lansia yang membutuhkan penghiburan...\u00bb.\u00a0<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghadapi kenyataan ini, <strong>menyoroti kerja keras para imam dan uskup<\/strong> yang, melalui pendengaran, kehadiran yang dekat, dan berbagai kegiatan sosial, berusaha meringankan penderitaan rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak paroki yang menyediakan layanan konsultasi medis dan hukum gratis, membagikan makanan kepada keluarga yang membutuhkan, mendampingi orang-orang yang berada dalam situasi rentan, serta menyelenggarakan kegiatan pewartaan Injil dan pembinaan. \u00abBagi banyak orang Brasil, <strong>\u00bbGereja tetap menjadi tempat berlindung yang sesungguhnya dan sumber harapan,\",<\/strong> menegaskan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Orang-orang merindukan hal-hal yang sakral<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan lain yang ia amati adalah pertumbuhan berbagai kelompok Protestan dan <strong>maju pesatnya sekularisme.<\/strong> \u00abYa, kami memang terpengaruh oleh maraknya kelompok-kelompok protes. Hal ini terjadi, sebagian, karena kami masih merupakan negara yang religius dan masyarakat sangat merindukan hal-hal yang sakral\u00bb, jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, ia mengingatkan bahwa sebagian orang akhirnya menjauh dari iman Katolik karena kurangnya pembinaan yang kokoh, sementara kelompok-kelompok tertentu memanfaatkan Kitab Suci untuk tujuan proselitisme.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penginjilan kaum muda tetap hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun semangatnya tak surut, dan ia memandang kenyataan ini dengan penuh harapan: \u00abBanyak pemuda\u2014di Brasil dan di negara-negara lain\u2014sedang mendorong pemuda lainnya untuk mengenal Kristus melalui retret, pertemuan, kelompok pujian, dan kegiatan bersama.\u201d. <strong>\u00bbPenginjilan di kalangan pemuda masih hidup, dan itu adalah tanda harapan\"<\/strong>, katanya dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ia berpendapat bahwa hubungan dengan komunitas Protestan tidak harus selalu penuh konflik, karena terdapat pencarian bersama akan Tuhan dan keinginan tulus untuk mengamalkan iman. Kedekatan tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk menemukan kekayaan tradisi Katolik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena Lacton sangat yakin: \u00ab<strong>Untuk memberitakan Injil saat ini, terutama kepada kaum muda, sangatlah penting untuk menunjukkan keindahan iman,<\/strong> kedalaman liturgi, kekuatan sakramen, dan kegembiraan hidup yang diserahkan kepada Kristus. Selain itu, penting pula untuk memanfaatkan sarana digital, mendampingi proses pribadi, dan menyediakan ruang untuk pertemuan yang tulus\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"su-experiencia-en-espana\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengalaman Anda di Spanyol<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama tinggal di Spanyol, ia dapat melihat realitas Gereja dari sudut pandang yang berbeda. Ia sangat terkesan dengan prosesi-prosesi yang indah dan devosi yang mendalam kepada Bunda Maria yang ia temui di berbagai daerah. \u00ab<strong>\u00bbSpanyol memiliki warisan spiritual yang mengagumkan, hasil dari berabad-abad keyakinan\"<\/strong>, katanya dengan kagum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat yang sama, ia merasakan <strong>keterlibatan dalam kehidupan gerejawi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang biasanya ditemukan di Brasil.<\/strong> Banyak orang menerima sakramen-sakramen inisiasi Kristen, namun kemudian menjauh dari praktik keagamaan. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa ia menghadapi masyarakat yang cukup sekuler, terutama di beberapa lingkungan paroki di mana partisipasi pastoralnya minim.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"769\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-769x1024.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-230408\" style=\"aspect-ratio:0.7509842219306009;width:650px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-769x1024.webp 769w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-225x300.webp 225w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-113x150.webp 113w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-768x1022.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis-9x12.webp 9w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Porciuncula-Asis.webp 1000w\" sizes=\"(max-width: 769px) 100vw, 769px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kunjungan ke Porziuncula di Assisi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di sini pun ia tidak kehilangan harapan. \u00abSaya juga menemukan para pemuda yang mencari Tuhan, komunitas-komunitas yang hidup, serta paroki-paroki yang bekerja dengan kreativitas dan antusiasme. Namun, saya yakin Gereja masih perlu menjadi Gereja yang keluar, sebagaimana yang ditekankan oleh Paus Fransiskus.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjadi imam berarti membawa kehadiran Kristus dalam hidupnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika ia merenungkan sosok imam di abad ke-21, jawabannya muncul dari pengalaman pribadinya sebagai seseorang yang baru saja memulai pelayanannya. Ia yakin bahwa para imam \u00abharus membawa kehadiran Kristus melalui kesaksian hidup\u00bb serta menunjukkan diri mereka siap melayani semua orang dan <strong>menjadi pria yang sangat mendalam dalam doa<\/strong> \u00abagar dunia melihat bahwa Kristus adalah jawaban atas semua masalah\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baginya, seorang imam dipanggil untuk menjadi jembatan:<\/strong> jembatan antara Allah dan manusia, antara tradisi dan dunia modern, antara iman dan budaya. Ia harus mampu mendengarkan, mendampingi, membedakan, menghibur, dan dengan berani memberitakan kebenaran Injil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abUntuk memberitakan Injil, <strong>Sangatlah penting untuk memahami harapan dan keinginan orang-orang, memahami luka-luka, pencarian, dan ketakutan mereka<\/strong>. \u00bbKita juga perlu memanfaatkan media sosial, hadir di dunia digital, dan mendorong partisipasi yang lebih besar dari umat awam, terutama kaum muda, yang memiliki peran penting dalam misi Gereja,\u201d tutup Lacton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam muda ini yakin bahwa <strong>Kristus terus memanggil, mendampingi, dan mengubah hati.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Marta Sant\u00edn<\/strong>jurnalis dengan spesialisasi di bidang agama. <\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><p>Daftar isi<\/p><nav><ul><li><a href=\"#el-camino-para-ser-sacerdote-empezo-en-la-jmj-de-rio-de-janeiro\">Mempertimbangkan jalan pernikahan sebelum menjadi imam <\/a><ul><li><a href=\"#su-madre-figura-fundamental\">Ibunya, sosok yang sangat penting<\/a><\/li><\/ul><\/li><li><a href=\"#brasil-un-pais-profundamente-religioso\">Brasil, sebuah negara yang sangat religius<\/a><\/li><li><a href=\"#su-experiencia-en-espana\">Pengalaman Anda di Spanyol<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ringkasan dalam 5 kalimat dari pidato-pidato Paus Fransiskus pada Hari Pemuda Sedunia di Rio de Janeiro, perjalanan pastoral pertamanya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1.<\/strong> \u00abAda satu hal yang ingin saya sampaikan: apa yang saya harapkan sebagai hasil dari Hari Pemuda? Saya berharap ada keributan. Di sini akan ada keributan, pasti ada. Di Rio ini akan ada keributan, pasti ada. Tapi saya ingin ada keributan di keuskupan-keuskupan, saya ingin agar kita keluar ke luar\u2026 Saya ingin Gereja turun ke jalan, saya ingin kita membela diri dari segala bentuk keduniawian, dari segala bentuk kemapanan, dari segala bentuk kenyamanan, dari segala bentuk klerikalisme, dari segala bentuk keterpencilan dalam diri kita sendiri.\u00bb (Pertemuan dengan pemuda Argentina).<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. <\/strong>\u00abMasa depan menuntut kita hari ini untuk memulihkan politik, memulihkan politik, yang merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang paling luhur. Masa depan juga menuntut kita memiliki visi humanis terhadap ekonomi dan kebijakan yang semakin mampu melibatkan masyarakat dengan lebih baik, menghindari elitisme, dan memberantas kemiskinan\u00bb (Pidato di Teatro Municipal de Rio).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. <\/strong>\u00abHingga hari ini pun, Tuhan masih membutuhkan kaum muda bagi Gereja-Nya. Saudara-saudari muda yang terkasih, Tuhan membutuhkan kalian. Hingga hari ini pun, Ia memanggil setiap dari kalian untuk mengikuti-Nya dalam Gereja-Nya dan menjadi misionaris. Para pemuda yang terkasih, Tuhan memanggil kalian hari ini. Bukan sekadar sekelompok orang. Kepada kamu, kamu, kamu, kepada masing-masing dari kalian. Dengarkanlah di dalam hati apa yang Dia katakan kepada kalian.\u00bb (Vigilia doa).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. <\/strong>\u00abLapangan, selain sebagai tempat menanam, juga merupakan tempat latihan. Yesus meminta kita untuk mengikuti-Nya seumur hidup, meminta kita untuk menjadi murid-murid-Nya, untuk \u00abbermain di tim-Nya\u00bb. Sebagian besar dari kalian menyukai olahraga. Di sini, di Brasil, seperti di negara-negara lain, sepak bola adalah gairah nasional. Benar atau tidak? Nah, apa yang dilakukan seorang pemain ketika dipanggil untuk menjadi bagian dari sebuah tim? Ia harus berlatih dan berlatih dengan giat. Begitulah kehidupan kita sebagai murid-murid Tuhan.\u00bb (Doa Malam).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. <\/strong>\u00abKe mana Yesus mengutus kita? Tidak ada batas, tidak ada batasan: Ia mengutus kita kepada semua orang. Injil bukanlah untuk segelintir orang, melainkan untuk semua orang. Injil bukan hanya untuk mereka yang tampak lebih dekat, lebih terbuka, atau lebih ramah. Injil adalah untuk semua orang. Jangan takut untuk pergi dan membawa Kristus ke mana pun, bahkan ke pinggiran kehidupan, juga kepada mereka yang tampak paling jauh, paling acuh tak acuh. Tuhan mencari semua orang, Ia ingin semua orang merasakan kehangatan belas kasih dan kasih-Nya.\u00bb (Misa Pengutusan).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di usia 33 tahun, pastor asal Brasil Lacton Lucas Carvallo mengaku tak mampu menahan panggilan Tuhan yang bermula pada ajang World Youth Day (WYD): \u00abDia memandangku dengan penuh kasih.\u00bb. <\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":230407,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[],"class_list":["post-230406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=230406"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":230435,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230406\/revisions\/230435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/230407"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=230406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=230406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=230406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}