{"id":230165,"date":"2026-06-09T02:00:10","date_gmt":"2026-06-09T00:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=230165"},"modified":"2026-06-08T17:55:07","modified_gmt":"2026-06-08T15:55:07","slug":"fidelidad-sacerdotal-y-desafios-pastorales","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/fidelidad-sacerdotal-y-desafios-pastorales\/","title":{"rendered":"\u00abKita perlu melatih diri kita untuk menjawab tantangan zaman kita dengan setia\u00bb.\u00bb"},"content":{"rendered":"

Jika ada satu hal yang menjadi ciri khas para imam saat ini, itu adalah bahwa mereka hampir tidak memiliki waktu luang. Dihadapkan pada penurunan jumlah panggilan, para imam harus melipatgandakan diri agar dapat dengan setia melayani kelaparan akan Allah yang ada di dunia, yang berarti bahwa banyak dari mereka yang memiliki beberapa jabatan pastoral pada saat yang sama, yang semuanya dipenuhi dengan tanggung jawab yang besar.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terjadi di sini dengan imam<\/a> H\u00e9ctor Oswaldo Salinas Calva<\/strong>, Dia adalah seorang imam di Keuskupan Ekuador Santo Domingo, sebuah keuskupan yang relatif baru, sejak keuskupan itu didirikan oleh Roma pada tahun 1996. Tidak ada kekurangan pekerjaan di wilayah ini, karena wilayah ini merupakan rumah bagi hampir 900.000 orang, lebih dari 80 juta orang di antaranya adalah umat Katolik. Dengan luas wilayah yang mirip dengan Komunitas Madrid, Gereja Katolik memiliki lebih dari 50 imam keuskupan<\/strong> dan sekitar dua puluh religius, yang membuat pekerjaan para imam ini menjadi sebuah misi yang mengorbankan diri.<\/p>\n\n\n\n

\n