{"id":229741,"date":"2026-05-14T02:00:00","date_gmt":"2026-05-14T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=229741"},"modified":"2026-05-12T15:27:39","modified_gmt":"2026-05-12T13:27:39","slug":"fiesta-ascension-del-senor-al-cielo-significado","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/fiesta-ascension-del-senor-al-cielo-significado\/","title":{"rendered":"Kenaikan Tuhan: kemenangan Kristus"},"content":{"rendered":"

The Kenaikan Tuhan<\/strong> lebih dari sekadar perpisahan perpisahan; ini adalah puncak Paskah dan awal dari misi Gereja. Empat puluh hari setelah Kebangkitan<\/a>, Yesus naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Bapa, mengingatkan kita bahwa tujuan akhir kita bukanlah bumi ini, tetapi kekekalan dan sukacita surga bersama Tritunggal.<\/p>\n\n\n\n

Apa yang kita rayakan pada hari raya Kenaikan ke surga?<\/h2>\n\n\n\n

Hari Raya Kenaikan Tuhan memperingati masuknya kemanusiaan Yesus Kristus ke dalam kemuliaan Allah. Seperti yang dijelaskan oleh Katekismus pada poin 665: \u00abKenaikan Yesus Kristus menandai masuknya kemanusiaan Yesus secara definitif ke dalam kekuasaan surgawi Allah, dari mana Ia akan kembali (bdk. Kis 1:11), meskipun sementara itu Ia menyembunyikannya dari pandangan manusia (bdk. Kol 3:3).\u00bb Misteri ini merupakan momen kedua dari pemuliaan Putra, yang dimulai dengan Kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n

Makna dari jawaban ya untuk surga<\/h2>\n\n\n\n

Kristus tidak meninggalkan dunia untuk melepaskan diri-Nya dari kita. Ketika Ia naik ke surga dengan tubuh-Nya yang mulia, Ia membawa sifat kita bersama-Nya. Seperti yang saya sebutkan Santo Yosemar\u00eda <\/strong>dalam salah satu homilinya: \u00abTuhan merespons kita dengan naik ke surga. Seperti para Rasul, kita kagum sekaligus sedih melihat Dia meninggalkan kita. <\/p>\n\n\n\n

Memang tidak mudah untuk membiasakan diri dengan ketidakhadiran Yesus secara fisik. Saya tergerak untuk mengingat bahwa, dalam sebuah pertunjukan kasih, Dia telah pergi dan tinggal; Dia telah pergi ke Surga dan diberikan kepada kita sebagai makanan dalam Hosti Kudus. Namun, kita merindukan perkataannya yang manusiawi, cara dia bertindak, cara dia memandang, cara dia tersenyum, cara dia berbuat baik. Kita ingin melihatnya lagi, ketika ia duduk di tepi sumur, lelah karena perjalanan yang sulit, ketika ia menangisi Lazarus, ketika ia berdoa dengan panjang lebar, ketika ia berbelas kasih kepada orang banyak.<\/p>\n\n\n\n

Bagi saya, hal ini selalu tampak logis dan memenuhi saya dengan sukacita bahwa Kemanusiaan Yesus Kristus yang Mahakudus naik ke kemuliaan Bapa, tetapi saya juga berpikir bahwa kesedihan ini, yang khas pada Hari Kenaikan, adalah tanda cinta yang kita rasakan bagi Yesus, Tuhan kita. Dia, yang adalah Allah yang sempurna, telah menjadi manusia, manusia yang sempurna, daging dari daging kita dan darah dari darah kita. Bagaimana mungkin kita tidak merindukan-Nya? Yesus adalah jaminan bahwa di mana Dia berada, kita pun akan berada di sana.<\/p>\n\n\n\n

Janji Roh Kudus<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Sebelum pergi, Yesus meninggalkan misi yang jelas kepada para murid-Nya: \u00abPergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil\u00bb. Tetapi Dia tidak meninggalkan mereka sendirian. Kenaikan Tuhan ke surga adalah pendahuluan yang diperlukan untuk Pentakosta<\/a><\/strong>. Kristus naik ke surga agar Parakleta dapat datang dan tinggal di dalam hati umat beriman, memampukan Gereja untuk menjadi tubuh mistik-Nya di bumi.<\/p>\n\n\n\n

Kekuatan dan kunci-kunci spiritual untuk Kenaikan<\/h3>\n\n\n\n

Untuk memahami besarnya pawai menuju surga, kita harus menganalisis tiga pilar yang menonjol dalam perayaan ini:<\/p>\n\n\n\n

    \n
  1. Peninggian Kristus:<\/strong> Yesus diakui sebagai Raja Alam Semesta<\/a>. Dengan duduk di sebelah kanan Bapa, kuasa-Nya atas sejarah dan waktu dimanifestasikan.<\/li>\n\n\n\n
  2. Kewarganegaraan kita di surga:<\/strong> Paulus mengingatkan kita bahwa tanah air kita yang sejati adalah di surga. Kenaikan bertindak sebagai kompas yang mengarahkan tujuan harian kita menuju yang abadi.<\/li>\n\n\n\n
  3. Kehadiran Tuhan yang tak terlihat:<\/strong> Yesus tidak lagi hadir secara fisik dan terbatas, tetapi hadir melalui Ekaristi dan tindakan para pelayan-Nya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n
    \n