{"id":228471,"date":"2026-03-07T02:00:00","date_gmt":"2026-03-07T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=228471"},"modified":"2026-03-24T13:15:53","modified_gmt":"2026-03-24T12:15:53","slug":"la-basilica-de-san-pedro-cumple-400-anos-de-vida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/la-basilica-de-san-pedro-cumple-400-anos-de-vida\/","title":{"rendered":"Basilika Santo Petrus merayakan hari jadinya yang ke-400"},"content":{"rendered":"<p>Terletak di jantung Kota Vatikan, dan dibangun oleh Bramante, Michelangelo, dan Bernini, Basilika Santo Petrus merupakan pusat agama Kristen dan salah satu karya terbesar dari zaman Renaisans. Tahta Suci baru-baru ini meluncurkan beberapa acara untuk memperingati ulang tahun ke-400 dedikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Basilika Santo Petrus adalah sebuah karya seni dan iman yang tidak diragukan lagi. Pembangunannya, yang berlangsung selama lebih dari satu abad (1506-1626), mewakili transisi dan puncak dari gaya Renaisans dan Barok.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1626, basilika besar yang didirikan di atas makam Rasul Petrus ini secara resmi ditahbiskan. Empat abad kemudian, pada tahun 2026, Basilika Santo Petrus merayakan ulang tahunnya yang ke-400 sebagai salah satu bangunan paling berpengaruh dalam sejarah arsitektur Barat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Apakah Basilika Santo Petrus dalam bahaya? Sistem kontrol bersejarah setelah 400 tahun\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/x44Ojyt5HKE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"de-bramante-a-bernini-un-legado-a-la-arquitectura-moderna\">Dari Bramante hingga Bernini: warisan arsitektur modern<\/h2>\n\n\n\n<p>Basilika yang ada saat ini menggantikan gereja Konstantinopel dari abad ke-4. Proyek ini secara resmi dimulai pada tahun 1506 atas prakarsa Paus Julius II, yang menugaskan desainnya kepada Donato <strong>Bramante<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama lebih dari satu abad pembangunannya, bangunan ini telah melewati tangan-tangan arsitek yang menentukan: <strong>Michelangelo<\/strong>, yang mendefinisikan ulang kubah dan memberikan monumentalitas definitif pada keseluruhan kompleks; Carlo <strong>Maderno<\/strong>, bertanggung jawab atas fasad saat ini dan untuk perpanjangan memanjang yang mengubah gereja menjadi salib Latin; dan Gian Lorenzo <strong>Bernini<\/strong>, Dia adalah pembuat baldachin perunggu yang mengesankan di bawah kubah dan desain alun-alun elips yang merangkul para peziarah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"una-historia-que-se-puede-recorrer-online\">Sejarah yang dapat dijelajahi secara online<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pentahbisan dilakukan pada tanggal 18 November 1626.<\/strong>. Sejak saat itu, Santo Petrus telah menjadi tempat penobatan kepausan, perayaan publik yang besar, pemakaman bersejarah, dan momen-momen penting dalam sejarah kontemporer.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari jadi ini, temukan kembali sejarah San Pedro melalui sumber daya digital yang kini tersedia:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>\ud83d\udc49 The <a href=\"https:\/\/www.basilicasanpietro.va\/es\/san-pietro\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.basilicasanpietro.va\/es\/san-pietro\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>situs web sejarah resmi<\/strong><\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li>\ud83d\udcf1 The <strong><a href=\"https:\/\/virtual.basilicasanpietro.va\/es\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/virtual.basilicasanpietro.va\/es\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tur virtual<\/a> <\/strong>interaktif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"un-museo-vivo-arte-espacio-y-experiencia\">Museum hidup: seni, ruang, dan pengalaman<\/h4>\n\n\n\n<p>Basilika ini merupakan rangkuman seni Eropa dari abad ke-16 dan ke-17. Kubah <a href=\"https:\/\/es.wikipedia.org\/wiki\/Miguel_%C3%81ngel\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Michelangelo<\/a> Baldachin setinggi 136 meter ini menjadi model bagi banyak gereja di kemudian hari. Baldachin Bernini memperkenalkan bahasa barok yang berdialog dengan skala kolosal bangunannya. Kapel sampingnya menyimpan patung, mosaik, dan monumen pemakaman yang menelusuri jejak sejarah selama lima abad.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"831\" height=\"551\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-228478\" style=\"aspect-ratio:1.5082026647330735;width:621px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450.webp 831w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450-300x199.webp 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450-150x99.webp 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450-768x509.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Basilica_di_San_Pietro_1450-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 831px) 100vw, 831px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Gambar oleh H. W. Brewer pada tahun 1891 tentang keadaan basilika antara tahun 1483-1506.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk menandai ulang tahun tersebut, program yang disajikan pada bulan Februari 2026 mencakup pameran yang didedikasikan untuk fase desain dan konstruksi kuil, mulai dari sketsa pertama Bramante hingga penyelesaiannya pada abad ke-17. Tujuannya adalah untuk menunjukkan proses kreatif di balik sebuah karya yang, lebih dari sekadar bangunan, merupakan eksperimen arsitektur berkelanjutan selama lebih dari seratus tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Stations of the Cross yang baru oleh seniman Swiss Manuel D\u00fcrr ditambahkan pada tanggal 20 Februari, mengintegrasikan kreasi kontemporer ke dalam ruang bersejarah, sesuatu yang telah terjadi secara berkala selama berabad-abad.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"mas-alla-de-lo-visible\">Apa proyeknya <em>Di luar yang terlihat<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p>Basilika ini menyambut lebih dari 30 juta peziarah pada tahun 2025, sebuah jumlah rekor karena Yubileum Harapan. Perayaan ini merupakan kesempatan untuk memperkuat manajemen arus melalui sistem pemesanan yang terintegrasi ke dalam situs web resmi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebuah aplikasi seluler akan menawarkan terjemahan liturgi, nyanyian, dan bacaan secara simultan dalam 60 bahasa, memfasilitasi pengalaman yang lebih mendalam dan teratur. Area-area baru di kompleks ini juga akan dibuka, seperti kubah Gregorian dan Katedral, serta teras yang mengelilingi tiga apse.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DU_lksxCKT9\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DU_lksxCKT9\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewbox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/DU_lksxCKT9\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh Vatican News en espa\u00f1ol (@vaticannews.es) (@vaticannews.es)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote>\n<script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<p>Salah satu proyek peringatan 400 tahun yang paling menarik perhatian adalah <em>Di luar yang terlihat<\/em>, model digital yang komprehensif dari kompleks monumental tersebut. Ini adalah proyek teknologi dan konservasi yang dipromosikan oleh <em>Fabbrica di San Pietro<\/em> dan ENI, bekerja sama dengan Microsoft.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama 18 bulan kerja dan lebih dari 4.500 jam pengumpulan data, 80.000 meter persegi basilika telah dipindai secara digital.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"400-anos-despues\">400 tahun kemudian<\/h4>\n\n\n\n<p>Hanya sedikit bangunan yang dapat mengklaim telah membentuk identitas visual sebuah kota selama empat abad dan, pada saat yang sama, sejarah seni Barat. Basilika Santo Petrus bukan hanya pusat simbolis Vatikan; bangunan ini merupakan perpaduan antara iman, arsitektur, pahatan, teknik, dan perencanaan kota.<\/p>\n\n\n\n<p>St Peter's berusia 400 tahun, bukan sebagai peninggalan, tetapi sebagai bangunan yang hidup: ruang di mana sejarah, seni, dan teknologi terus berdialog di bawah kubah yang sama dengan yang dibayangkan Michelangelo lebih dari lima abad yang lalu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"catedra-de-san-pedro\">Apa yang dimaksud dengan Ketua Santo Petrus?<\/h4>\n\n\n\n<p>Setiap tanggal 22 Februari, Gereja Katolik merayakan hari raya&nbsp;<a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/iglesia-festividad-catedra-de-san-pedro\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/iglesia-festividad-catedra-de-san-pedro\/\">Ketua Santo Petrus<\/a>, Peran Paus sebagai penerus Santo Petrus dan misinya untuk memimpin umat beriman dalam iman dan persatuan, seperti yang dikhotbahkan oleh Leo XIV sejak awal masa kepausannya, disorot dalam kesempatan istimewa ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini yang menantang kita untuk melihat dengan lebih banyak cinta kepada Paus yang mempraktikkan kepemimpinannya yang rendah hati di saat-saat yang oleh sebagian orang dianggap sulit; hari ini mendorong kita untuk berjalan <em>fortes in fide<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Perayaan&nbsp;<strong>Ketua Santo Petrus<\/strong>&nbsp;menjadi kesempatan untuk bersatu dalam doa dan memperkuat iman kita. Kursi melambangkan pengajaran dan bimbingan yang ditawarkan Paus kepada Gereja dan semua umat beriman.<\/p>\n\n\n\n<p>The <em>Cathedra Sancti Petri Apostoli <\/em>dianggap oleh tradisi sebagai kursi uskup Santo Petrus. Kursi ini merupakan singgasana kayu kuno - simbol keutamaan paus dan magisterium - yang dihiasi dengan plakat gading yang menggambarkan kerja keras Hercules dan hiasan gading dari zaman Carolingian (abad ke-9).<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memuliakannya, arsitek Gian Lorenzo <strong>Bernini <\/strong>Dia menciptakan sebuah monumen perunggu berlapis emas megah yang selesai dibangun pada tahun 1666, setelah sepuluh tahun kerja keras dan mahal, terutama dalam hal pengecoran patung-patung dan elemen-elemen perunggu yang beratnya mencapai 74 ton. Di atas singgasana yang berisi relik tersebut, dua malaikat memegang lambang kepausan: kunci dan tiara. Keseluruhannya mencapai ketinggian 14,74 meter.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"la-tumba-de-san-pedro\">Di mana makam Santo Petrus<\/h4>\n\n\n\n<p>Makam asli Santo Petrus Rasul ditemukan di <strong>Tepatnya di bawah altar tinggi Basilika Santo Petrus<\/strong>. Tempat ini tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi terletak di tingkat bawah tanah yang dalam, yang dapat dikunjungi dengan cara yang sangat terbatas, yang dikenal sebagai <strong>Nekropolis Vatikan<\/strong>, Letaknya di bawah tingkat gua-gua Vatikan (tempat sebagian besar paus dimakamkan).<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah altar tinggi saat ini, para arkeolog pada tahun 1960-an menemukan sebuah edicule (kuil) kecil yang berasal dari abad ke-2, yang dibangun di depan tembok bercat merah. Di atasnya terdapat grafiti dalam bahasa Yunani kuno yang berbunyi <strong><em>Petros eni<\/em><\/strong> (Peter ada di sini).<\/p>\n\n\n\n<p>Di sebuah ceruk rahasia di dalam tembok merah, ditemukan tulang belulang milik seorang pria kuat berusia sekitar 60-70 tahun. Tulang belulang itu sangat bertatahkan tanah dan dibungkus dengan kain ungu yang disulam dengan benang emas (tanda penghormatan). Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian forensik, pada tahun 1968, Paus Paulus VI secara resmi mengumumkan bahwa sisa-sisa tersebut dapat secara meyakinkan dianggap sebagai sisa-sisa otentik Santo Petrus.<\/p>\n\n\n\n<p>Akses ke <em>Scavi Vatikan<\/em> sangat dibatasi (hanya sekitar 250 pengunjung per hari) untuk melindungi iklim mikro dan kondisi reruntuhan. Pemesanan harus dilakukan berbulan-bulan sebelumnya dengan mengirimkan formulir permintaan atau email ke <em>Ufficio Scavi<\/em> (Kantor Penggalian F\u00e1brica de San Pedro).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai rincian lebih lanjut, tur ini berlangsung sekitar 90 menit. Ini adalah ruang tertutup, agak panas dan lembab dan tidak cocok untuk orang dengan klaustrofobia. Anak-anak di bawah usia 15 tahun tidak diperbolehkan masuk dan fotografi tidak diperbolehkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"HANYA VIDEO: Leo XIV merayakan Misa di makam Santo Petrus di Gua-gua Vatikan\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/eChPHulmLAI?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"las-grutas-vaticanas\">Gua-gua Vatikan<\/h4>\n\n\n\n<p>Gua-gua Vatikan terletak tepat di bawah lantai Basilika Santo Petrus yang sekarang. Untuk memudahkan Anda, secara fisik, gua-gua ini berada di antara katedral yang sekarang dan reruntuhan pekuburan tua.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mereka adalah <strong>di bawah lantai utama<\/strong> Peter's Basilica (tempat para pengunjung berjalan kaki saat ini).<\/li>\n\n\n\n<li>Namun, mereka adalah <strong>di atas Nekropolis Vatikan kuno<\/strong> (tingkat arkeologi terdalam di mana makam asli Santo Petrus yang disebutkan di atas berada).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Singkatnya, lantai Gua Vatikan adalah lantai asli basilika yang dibangun Kaisar Konstantin pada abad ke-4.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang bawah tanah yang luas di gua-gua Vatikan berfungsi sebagai <strong>pemakaman kepausan<\/strong>. Di sana terdapat makam dan kapel lebih dari 90 paus (termasuk Beato Yohanes Paulus I, Pius XII, Santo Paulus VI, dan lainnya), serta beberapa raja, ratu, dan bangsawan yang terkenal karena dukungannya kepada Gereja Katolik (seperti Ratu Christina dari Swedia). Makam Santo Yohanes Paulus II pada awalnya terletak di sana hingga dipindahkan setelah beatifikasi untuk memudahkan umat beriman mengunjungi dan berdoa di sana. Makam ini sekarang terletak di sebelah kiri Pieta karya Michelangelo.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h4>Daftar isi<\/h4><nav><ul><li><a href=\"#de-bramante-a-bernini-un-legado-a-la-arquitectura-moderna\">Dari Bramante hingga Bernini: warisan arsitektur modern<\/a><ul><li><a href=\"#una-historia-que-se-puede-recorrer-online\">Sejarah yang dapat dijelajahi secara online<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 18 April 1506, hari Sabtu setelah Paskah, Paus Julius II (1503-1513) meletakkan batu fondasi Basilika Santo Petrus yang baru di lokasi pilar St Veronica yang sekarang. Pada tahun-tahun tersebut, lokasi tersebut berada di luar gereja Konstantinopel dan gereja abad pertengahan yang lama, di sebelah kiri apse.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":228529,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-228471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/228471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=228471"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/228471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":228986,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/228471\/revisions\/228986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/228529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=228471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=228471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=228471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}