{"id":228130,"date":"2026-02-10T02:00:00","date_gmt":"2026-02-10T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=228130"},"modified":"2026-04-29T16:50:56","modified_gmt":"2026-04-29T14:50:56","slug":"iglesia-venezuela-sacerdote-formacion-nueva-fe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/iglesia-venezuela-sacerdote-formacion-nueva-fe\/","title":{"rendered":"\u00abSemangat baru dalam iman muncul di Venezuela\u00bb.\u00bb"},"content":{"rendered":"

Di tengah krisis politik, sosial dan ekonomi di Venezuela, Gereja tetap menjadi salah satu dari sedikit lembaga yang memiliki kehadiran yang stabil di seluruh negeri. Beginilah penjelasan seorang imam Venezuela Gustavo Jos\u00e9 Perozo P\u00e9rez<\/strong>, ditahbiskan pada tahun 2020 dan ditahbiskan di Keuskupan Carora, yang saat ini sedang belajar Hukum Kanonik di Universitas Carora. Fakultas Gerejawi Universitas Navarra<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Yakin bahwa hukum Gereja bukanlah sebuah disiplin teoretis, ia menekankan bahwa tujuannya sangat konkret: melayani<\/a> kepada kebenaran, keadilan dan manusia.<\/p>\n\n\n\n

Panggilan yang lahir dalam kehidupan paroki<\/h2>\n\n\n\n

Meskipun ia dibesarkan di lingkungan berbasis agama, namun panggilan<\/a> tidak muncul di masa kanak-kanak. Kemudian, di masa mudanya, ketika, melalui katekese, pelayanan sebagai putra altar, kelompok-kelompok paroki, kedekatan dengan beberapa religius dan kesaksian pastor paroki, ia mulai mempertimbangkan panggilannya. \u00abSemua ini membangkitkan dalam diri saya untuk mencari sesuatu yang lebih\u00bb, jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahun 2012, pada usia 19 tahun, ia meninggalkan studi universitasnya di bidang Geografi dan Sejarah dan masuk seminari. Delapan tahun kemudian dia imam yang ditahbiskan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

\n