{"id":226538,"date":"2025-11-21T06:00:00","date_gmt":"2025-11-21T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fundacioncarf.org\/?p=226538"},"modified":"2025-11-20T17:29:27","modified_gmt":"2025-11-20T16:29:27","slug":"arthur-cesar-formacion-sacerdotal-testimonio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/arthur-cesar-formacion-sacerdotal-testimonio\/","title":{"rendered":"Arthur Cesar: \u00abSaya merasakan kedamaian yang menegaskan bahwa Tuhanlah yang memanggil saya.\u00bb"},"content":{"rendered":"<p>Arthur, seorang seminaris berusia 25 tahun dari Brasil, sedang menjalani pengalaman pembinaan integral yang intensif dalam perjalanannya menuju imamat. Berkat bantuan para dermawan dan teman-teman Yayasan CARF, ia sedang menempuh tahun ketiganya di... <a href=\"https:\/\/www.unav.edu\/web\/facultad-de-teologia\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.unav.edu\/web\/facultad-de-teologia\" rel=\"noreferrer noopener\">Sarjana Teologi dari Universitas Navarra<\/a>, sebagai bagian esensial dari <strong><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/formacion-de-sacerdotes\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/formacion-de-sacerdotes\/\" rel=\"noreferrer noopener\">formasi imam<\/a><\/strong>. Selain itu, ia telah tinggal di Seminari Internasional Bidasoa selama satu setengah tahun. Perjalanan panggilannya dimulai di paroki tempat ia dibesarkan dan berkembang menjadi dedikasi penuh terhadap imamat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"una-vida-marcada-por-la-fe-y-el-servicio-desde-nino\">Sebuah kehidupan yang ditandai oleh iman dan pelayanan sejak kecil.<\/h2>\n\n\n\n<p>Dia dibesarkan dalam keluarga yang sangat Katolik: orang tuanya dan neneknya aktif dalam kehidupan paroki, dan mereka lah yang dengan sabar mendorongnya untuk mengambil langkah pertama dalam Gereja. Meskipun pada awalnya dia kesulitan untuk ikut serta dalam perayaan dan kegiatan gereja, kehidupan keluarga yang harmonis perlahan-lahan membentuk imannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Musik menjadi jembatan pertamanya dengan komunitas. Pada usia sepuluh tahun, ia mulai belajar bermain gitar, dan antara usia 12 hingga 19 tahun, ia menjadi bagian dari paduan suara gereja. Hobi itu membantunya untuk... <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/servir-a-la-iglesia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/servir-a-la-iglesia\/\" rel=\"noreferrer noopener\">melayani Gereja<\/a>Pada akhir pekan, ia belajar dan membantu di paroki, seperti kebanyakan pemuda di lingkungannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83c\udfb6\u271d Musik Membawa Saya Bertemu dengan Kristus \ud83c\udde7\ud83c\uddf7\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Ut7X9SGzBxs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"la-influencia-familiar\">Pengaruh keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p>Arthur mengenang dengan haru adik perempuannya, dan bersyukur atas imannya. Melihat bagaimana dia melayani orang lain dengan sukacita, dan merasa terpanggil, membuatnya penuh dengan rasa syukur dan harapan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"la-llamada-al-sacerdocio-dos-momentos-que-lo-cambiaron-todo\">Panggilan ke imamat: dua momen yang mengubah segalanya<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada dua peristiwa yang, menurut ceritanya, sangat mempengaruhi hidupnya. <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/vocacion-sacerdotal\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/vocacion-sacerdotal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">panggilan imam<\/a>. Yang pertama adalah sakramen Konfirmasi, pada usia 17 tahun. Sakramen itu mengubah dirinya secara mendalam: untuk pertama kalinya ia memahami arti menjadi milik Kristus dan merasakan kebutuhan untuk memberitakan sukacita iman. Bersama beberapa teman, ia membentuk kelompok pemuda dan melayani pastor paroki.<\/p>\n\n\n\n<p>Momen kedua adalah retret pemuda pada Juni 2018. Ia datang dengan keyakinan bahwa masa depannya akan menjadi karier sipil dan keluarga, tetapi pada hari Minggu ia keluar dengan tekad untuk masuk seminari: \u00abpengalaman batin yang mendalam, pertemuan nyata di mana Tuhan berbicara kepada hati dan kedamaian yang tak terbantahkan yang meyakinkanku bahwa Dialah yang memanggilku.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah enam bulan mengikuti program pendampingan paroki dan satu tahun di kelompok panggilan keuskupan agungnya, ia diundang untuk masuk ke Seminari S\u00e3o Jos\u00e9 pada Februari 2020. Sejak itu, ia terus merefleksikan hidupnya: lebih banyak sakramen (Pengakuan Dosa secara teratur dan Misa harian), bimbingan rohani, dan dedikasi yang berkelanjutan dalam pembinaan imam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"la-experiencia-del-retiro\">Pengalaman pensiun<\/h3>\n\n\n\n<p>Dia menggambarkan pengunduran diri sebagai titik balik: bukan sekadar firasat sesaat, melainkan keyakinan yang tenang yang memanggilnya untuk sepenuhnya menyerahkan diri pada pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"evangelizar-en-contextos-diversos-de-rio-a-espana\">Mewartakan Injil dalam konteks yang beragam: dari Rio hingga Spanyol<\/h2>\n\n\n\n<p>Keuskupan Agung S\u00e3o Sebasti\u00e3o de Rio de Janeiro sangat luas dan beragam: mencakup area seluas sekitar 4.700 km\u00b2, lebih dari 750 imam, dan sekitar 298 paroki. Melakukan pewartaan Injil di sana menuntut para pekerja pastoral untuk menghadapi realitas yang sangat berbeda-beda\u2014mulai dari daerah pedesaan hingga favelas atau kawasan elit\u2014serta sebuah tantangan: sebagian besar penduduknya bukanlah Katolik yang taat.<\/p>\n\n\n\n<p>Arthur menyoroti peran Kardinal Orani Jo\u00e3o sebagai promotor persatuan dan inisiatif yang mendekatkan Gereja dengan para profesional dan pendidik. Meskipun demikian, sekularisme berdampak khususnya pada kaum muda: \u00abKesaksian begitu banyak Katolik yang berkomitmen bagaikan lampu jalan yang, sedikit demi sedikit, menerangi jalan-jalan kota kita.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"677\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato.webp\" alt=\"Rformaci\u00f3n sacerdotal seminarista sacerdote Arthur brasil\" class=\"wp-image-226539\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato.webp 1000w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato-300x203.webp 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato-150x102.webp 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato-768x520.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/arthur_retrato-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Arthur Cesar, seminaris dari Keuskupan Agung S\u00e3o Sebasti\u00e3o de Rio de Janeiro.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-a89b3969 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-text-align-center wp-element-button\" href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/donar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Donasi online dan bantu para seminaris seperti Arthur Cesar<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Bagi dia, pewartaan Injil dalam konteks sekuler pertama-tama harus melalui kesaksian hidup: \u00abLebih dari sekadar kata-kata, hidup yang diubah oleh Kristuslah yang meyakinkan. Dunia tidak membutuhkan versi-versi yang dilemahkan dari Gereja; yang dibutuhkan adalah keaslian: ajaran yang kokoh, moral yang jelas, ibadah yang layak, dan bahasa yang dapat dipahami oleh semua orang.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"e\">Imam pada masa kini<\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut pendapatnya, <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">imam<\/a> Pada abad ke-21, seorang imam harus tetap teguh dalam hidup yang lurus dan berbudi luhur. \u00abUmat tidak mencari penyelenggara acara, melainkan kedekatan, sakramen, dan pembinaan. Panggilan pertama seorang imam adalah menuju kekudusan; menjadi teladan dan teman dalam pencarian Kristus,\u00bb ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama tinggal di Spanyol, Arthur telah menyaksikan devotion populer yang mengagumkan di Spanyol. Misalnya, dalam prosesi Semana Santa, meskipun kadang-kadang kehilangan akar spiritualnya: \u00abSaya terkesan dengan keindahannya, tetapi menyedihkan ketika partisipasi hanya sebatas aspek budaya dan tidak dilanjutkan dengan menghadiri Misa Paskah pada Minggu Paskah.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Berasal dari sebuah keuskupan agung yang hidup dan kompleks, Arthur memandang dengan penuh harapan pada misi Gereja: ia meminta imam-imam yang gigih dan kudus, yang bersedia mengorbankan hidup mereka untuk mendekatkan setiap hati kepada Kristus. Kesaksiannya \u2013 didukung oleh pendidikan di Universitas Navarra dan bantuan dari <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/conoce-fundacion-carf\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/conoce-fundacion-carf\/\">Yayasan CARF<\/a>\u2013 adalah contoh kesetiaan dan pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><strong>Marta Sant\u00edn<\/strong>jurnalis dengan spesialisasi di bidang agama.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h4><strong>Daftar isi<\/strong><\/h4><nav><div><div class=\"\"><a href=\"#una-vida-marcada-por-la-fe-y-el-servicio-desde-nino\">Sebuah kehidupan yang ditandai oleh iman dan pelayanan sejak kecil.<\/a><div><div class=\"\"><a href=\"#la-influencia-familiar\">Pengaruh keluarga<\/a><\/div><\/div><\/div><div class=\"\"><a href=\"#la-llamada-al-sacerdocio-dos-momentos-que-lo-cambiaron-todo\">Panggilan ke imamat: dua momen yang mengubah segalanya<\/a><div><div class=\"\"><a href=\"#la-experiencia-del-retiro\">Pengalaman pensiun<\/a><\/div><\/div><\/div><div class=\"\"><a href=\"#evangelizar-en-contextos-diversos-de-rio-a-espana\">Mewartakan Injil dalam konteks yang beragam: dari Rio hingga Spanyol<\/a><div><div class=\"\"><a href=\"#e\">Imam pada masa kini<\/a><\/div><\/div><\/div><\/div><\/nav><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arthur Cesar de Carvalho Santana adalah seorang seminaris berusia 25 tahun dari Keuskupan Agung S\u00e3o Sebasti\u00e3o di Rio de Janeiro. Saat ini, ia sedang menempuh tahun ketiga studi Teologi di Universitas Navarra dan tinggal di Seminari Internasional Bidasoa.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":226546,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[315,164,190,121,160],"class_list":["post-226538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-arthur-cesar","tag-brasil","tag-pamplona","tag-seminarista","tag-testimonios"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=226538"}],"version-history":[{"count":21,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":226712,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/226538\/revisions\/226712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/226546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=226538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=226538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=226538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}