{"id":224113,"date":"2025-09-21T06:00:00","date_gmt":"2025-09-21T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=224113"},"modified":"2025-09-25T15:58:59","modified_gmt":"2025-09-25T13:58:59","slug":"san-mateo-apostol-como-evangelizar-siglo-xxi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/san-mateo-apostol-como-evangelizar-siglo-xxi\/","title":{"rendered":"Santo Matius, Rasul dan Penginjil, 21 September"},"content":{"rendered":"

Setiap tanggal 21 September, Gereja merayakan hari raya St Matthew's<\/strong>Matius, rasul dan penginjil, salah satu dari dua belas murid yang mengikuti Yesus dan menjadi saksi langsung dari kehidupan, ajaran, sengsara dan kebangkitan-Nya. Matius, yang juga dikenal sebagai Lewi, memberikan kepada kita teladan yang mendalam tentang pertobatan, dedikasi dan kesetiaan pada misi penginjilan, kualitas yang terus menginspirasi para imam dan umat beriman saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Kehidupannya menunjukkan bagaimana perjumpaan pribadi dengan Yesus dapat sepenuhnya mengubah hati seseorang dan mengarah pada komitmen yang radikal. Sosok Santo Matius membantu kita untuk mengetahui sejarah Kekristenan awal dan memahami bagaimana menghayati panggilan imamat dan komitmen penginjilan.<\/p>\n\n\n\n

\"\"
Matius dalam posisinya sebagai pemungut cukai sebelum ia bertemu dengan Yesus. Gambar Facebook via <\/em>Yang Terpilih.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum ia dipanggil oleh Yesus, Matius adalah seorang yang berprofesi sebagai pemungut pajak<\/strong> di Kapernaum. Pekerjaan ini, yang secara sosial tidak disukai oleh orang-orang Yahudi dan sering dikaitkan dengan korupsi, tidak menghalangi Yesus untuk memilihnya sebagai murid. Pilihan Matius menggarisbawahi pesan utama Injil: Allah memanggil setiap orang<\/strong>Uni Eropa, terlepas dari masa lalunya, untuk mengubahnya dan menempatkannya untuk melayani misinya.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendengar undangan Yesus, Matius segera menanggapi dengan meninggalkan apa yang sedang dilakukannya dan pergi. Tindakan pemberian diri secara total yang tegas ini merupakan pembukaan hati terhadap panggilan dan menjadi model bagi semua orang yang merasakan panggilan imamat, untuk memberikan diri secara total dalam hidup selibat atau hidup bakti. Matius memahami bahwa kekayaan sejati dapat ditemukan dalam pemberian hidup seseorang kepada Tuhan dan dalam misi membawa pesan-Nya kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Matius mengabdikan dirinya untuk mengikut Yesus dan menyaksikan pekerjaan-Nya. Kelak, ia akan menulis kitab Injil yang menyandang namanya<\/strong>Injil pertama dari empat Injil Perjanjian Baru dan salah satu dari tiga Injil Sinoptik, di mana ia menampilkan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dan menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama. Ia mencoba meyakinkan orang-orang Yahudi melalui hubungan dengan kitab suci yang ia kenal dengan baik. Injil ini menekankan kedekatan Yesus dengan orang-orang yang membutuhkan dan nilai kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\"\"
Matius, bersama dengan Yesus, membuat catatan untuk Injilnya. Gambar Facebook via <\/em>Yang Terpilih.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Injil Matius<\/h3>\n\n\n\n

Injil menurut Santo Matius dicirikan oleh pendekatan pedagogis dan moral<\/strong>Buku ini ditujukan kepada orang Yahudi dan Kristen dari segala usia. Kontribusinya meliputi:<\/p>\n\n\n\n