{"id":223894,"date":"2025-09-04T06:00:00","date_gmt":"2025-09-04T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=223894"},"modified":"2025-09-25T12:35:38","modified_gmt":"2025-09-25T10:35:38","slug":"madre-teresa-de-calcuta-servicio-amor-pobres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/madre-teresa-de-calcuta-servicio-amor-pobres\/","title":{"rendered":"Bunda Teresa dari Kalkuta: 5 September"},"content":{"rendered":"<p>Setiap <strong>5 September<\/strong>Gereja merayakan <strong>mengenang Bunda Teresa dari Kalkuta<\/strong>. Kehidupannya, yang ditandai dengan kerendahan hati dan dedikasi penuh kepada mereka yang paling membutuhkan, tetap menjadi teladan kekudusan dan pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/article\/santa-teresa-de-calcuta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uskup Javier Echevarr\u00eda<\/a> menunjukkan bagaimana Bunda Teresa tahu bagaimana memandang kehidupan dari perspektif cinta kasih Kristiani: cinta kasih yang memberi dari dirinya sendiri, yang menjangkau mereka yang paling membutuhkan dan yang mengubah setiap tindakan menjadi sebuah kesempatan untuk hidup bersama Tuhan. Uskup Opus Dei saat itu menekankan bahwa ia \"melihat dunia sebagai rumah bersama\" dan bahwa hidupnya adalah sebuah undangan untuk \"belajar hidup bagi orang lain\".<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"i-institucion-del-memorial-liturgico\">Institusi ingatan liturgis<\/h2>\n\n\n\n<p>The <strong><a href=\"https:\/\/www.vatican.va\/roman_curia\/congregations\/ccdds\/index_sp.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dikasteri untuk Penyembahan Ilahi dan Disiplin Sakramen<\/a><\/strong>Dewan Kepausan untuk Kaum Awam, di bawah prefek Kardinal Arthur Roche, mengeluarkan dekrit pada 24 Desember 2024, yang secara resmi melembagakan kenangan liturgi Bunda Teresa dalam <strong><a href=\"https:\/\/gcatholic.org\/calendar\/2025\/General-G-es\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/gcatholic.org\/calendar\/2025\/General-G-es\" rel=\"noreferrer noopener\">Kalender Romawi Umum<\/a><\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Dekrit ini memungkinkan ingatannya dirayakan pada tanggal 5 September di semua keuskupan di seluruh dunia. Tujuannya adalah agar umat beriman mengingat teladan kerendahan hati dan pelayanannya, dan bahwa perayaan liturgi harus mencakup doa dan bacaan yang memperkuat sentralitas cinta kasih kepada sesama dalam kehidupan Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Lembaga peringatan liturgi juga memfasilitasi kemampuan Gereja untuk menyebarluaskan <strong>teks-teks liturgi<\/strong> Bunda Teresa sendiri, yang mencakup bacaan dari Yesaya 58 (Berbagilah rotimu dengan mereka yang lapar) dan Matius 25 (Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku), memperkuat dimensi spiritual kesaksiannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"el-legado-espiritual-de-santa-teresa\">Warisan spiritual Bunda Teresa dari Kalkuta<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di <strong><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">opusdei.org<\/a><\/strong>Javier Echevarr\u00eda, uskup saat itu, mengenang bahwa St Teresa selalu membungkuk untuk \"menyambut mereka yang ditinggalkan atau menyembuhkan luka-luka jiwa dan raga\". Kata-kata ini mencerminkan dengan baik siapa dia: seorang wanita yang tahu bagaimana menemukan Kristus di hadapan mereka yang paling miskin.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam refleksinya tentang Bunda Teresa, dia menekankan bagaimana dia <strong>mewujudkan amal setiap hari<\/strong>. Ia tidak membatasi dirinya pada gerakan-gerakan yang megah, tetapi menemukan Kristus dalam diri setiap orang yang membutuhkan: orang sakit, orang miskin, dan orang yang ditinggalkan. Kehidupannya menunjukkan bahwa kekudusan dibangun melalui tindakan nyata dari kasih, konsistensi dan dedikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hidupnya menantang semua orang Kristen, karena ini bukan hanya masalah mengagumi kemurahan hatinya, tetapi juga tentang <strong>menjadikan pengiriman sebagai gaya hidup<\/strong> yang biasa. Seperti yang dia ajarkan <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/festividad-de-san-josemaria-26-de-junio\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/festividad-de-san-josemaria-26-de-junio\/\">Santo Yosemar\u00eda<\/a>Kekudusan ada dalam hal-hal kecil, dalam pekerjaan, dalam keluarga dan juga dalam pelayanan tanpa pamrih kepada orang-orang di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk alasan ini, kenangan akan Bunda Teresa menjadi sebuah kesempatan untuk meninjau kembali komitmen Kristiani kita: apakah kita melihat mereka yang menderita dengan mata iman, apakah kita tahu bagaimana menemukan martabat setiap orang sebagai anak Allah, apakah kita menempatkan kasih dalam detail-detail konkret kehidupan?<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"por-que-el-5-de-septiembre\">Mengapa 5 September?<\/h3>\n\n\n\n<p>Di dalam Gereja, kenangan akan seorang santo <strong>dirayakan pada hari kematiannya<\/strong>Hal ini dipahami sebagai momen ketika dia masuk sepenuhnya ke dalam kemuliaan surga. Dalam kasus Bunda Teresa, hal ini sesuai dengan <strong>5 September 1997<\/strong>Beliau meninggal di Kalkuta pada tanggal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak hari itu, banyak orang mulai mengingat teladannya dan berdoa melalui perantaraan dia. Kanonisasi Santo Yohanes pada tahun 2016 oleh Paus Fransiskus memperkuat pentingnya tanggal ini. Oleh karena itu, perayaan tahunan ini tidak hanya menghormati kehidupannya, tetapi juga mengundang umat beriman untuk merenungkan kekudusan dan pelayanan konkret kepada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai keuskupan dan paroki, tanggal ini telah menjadi kesempatan untuk merealisasikan <strong>kegiatan amal dan perayaan liturgi<\/strong>mengingat bahwa kehidupan Bunda Teresa adalah sebuah kesaksian akan cinta kasih kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"370\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/san-juan-pablo-ii-madre-teresa.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-223896\" style=\"width:829px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/san-juan-pablo-ii-madre-teresa.webp 600w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/san-juan-pablo-ii-madre-teresa-300x185.webp 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/san-juan-pablo-ii-madre-teresa-150x93.webp 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/san-juan-pablo-ii-madre-teresa-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Yohanes Paulus II bersama St. Teresa dari Kalkuta dan Beato Alvaro del Portillo pada tanggal 1 Juni 1985.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"una-memoria-que-ilumina-el-servicio\">Bunda Teresa menyinari pelayanan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kardinal Arthur Roche, prefek Dicastery for Divine Worship, mengatakan bahwa Bunda Teresa adalah \"seorang <strong>kesaksian yang luar biasa tentang harapan<\/strong>\"di saat-saat yang penuh penderitaan dan terpinggirkan. Hidupnya adalah respons nyata terhadap panggilan Injil untuk melayani yang terkecil dan terlupakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sudut pandang Kristen, perayaan liturgisnya tidak hanya merupakan peringatan sejarah, tetapi juga undangan untuk <strong>mengikuti teladan mereka di masa kini<\/strong>. Setiap orang Kristen dapat mewujudkan semangat yang sama dalam lingkungannya: merawat orang sakit, menemani mereka yang kesepian, yang sekarat, yang yatim piatu... mendedikasikan waktu untuk mereka yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bunda Teresa dengan demikian menjadi panduan untuk menghayati cinta kasih secara konsisten, mengingatkan kita bahwa jalan menuju kekudusan tidak diukur dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata dalam bentuk cinta kasih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"textos-liturgicos-y-celebraciones\">Teks dan perayaan liturgi<\/h3>\n\n\n\n<p>Dekrit liturgi mencakup teks-teks khusus untuk Misa dan Liturgi Jam, yang dapat diadaptasi oleh konferensi-konferensi keuskupan dalam berbagai bahasa. Diantaranya adalah doa, bacaan dan antifon yang menggarisbawahi <strong>Belas kasihan Tuhan dan pentingnya beramal secara aktif<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memastikan bahwa umat beriman dapat berpartisipasi dalam perayaan yang seragam di seluruh dunia, dan bahwa pesta Bunda Teresa tidak terbatas pada peringatan sejarah, tetapi dihayati secara spiritual dan komunal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"960\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-223897\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb.jpg 1280w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb-300x225.jpg 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb-150x113.jpg 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb-768x576.jpg 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1280px-Mother_Teresa_tomb-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Makam Bunda Teresa di Kalkuta (India).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"datos-clave-sobre-santa-teresa-de-calcuta\">Fakta-fakta penting tentang St Teresa dari Kalkuta<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kelahiran:<\/strong> 26 Agustus 1910, Skopje, Makedonia Utara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Panggilan religius:<\/strong> Pada usia 18 tahun ia bergabung dengan Suster-suster Loreto dan diutus ke India.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Yayasan:<\/strong> Pada tahun 1950, ia mendirikan Missionaries of Charity, yang didedikasikan untuk melayani mereka yang paling miskin di antara yang miskin.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hadiah Nobel Perdamaian:<\/strong> Pada tahun 1979, untuk pekerjaan kemanusiaannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kematian:<\/strong> 5 September 1997, di Kalkuta.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kanonisasi:<\/strong> 4 September 2016, oleh Paus Fransiskus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kehidupan dan karyanya menunjukkan bagaimana amal Kristen dapat mengubah realitas konkret dan meninggalkan warisan yang terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesta Bunda Teresa mengundang kita untuk melihat dunia melalui matanya: mata yang penuh belas kasih, iman, dan dedikasi tanpa batas. Seperti yang digarisbawahi oleh Uskup Agung Opus Dei, Javier Echevarr\u00eda, bahwa ini adalah tentang belajar bagaimana <strong>hidup untuk orang lain<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua hari sebelum keberangkatannya ke Rumah Bapa, Paus <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/5-lecciones-de-liderazgo-de-juan-pablo-ii\/\" data-type=\"post\" data-id=\"3535\">Yohanes Paulus II<\/a>seorang teman pribadi biarawati tersebut, mendedikasikan doa Angelus pada hari Minggu di Lapangan Santo Petrus untuk Bunda Teresa yang ia katakan: \"Biarawati terkasih yang diakui secara universal sebagai Bunda Orang Miskin, ia meninggalkan teladan yang sangat baik untuk semua orang, baik yang percaya maupun yang tidak percaya. Dia meninggalkan kesaksian tentang kasih Allah kepada kita. Karya-karyanya berbicara sendiri dan menunjukkan kepada orang-orang di zaman kita tentang makna hidup yang tinggi.<em>\".<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana Anda dapat menjadikan kehidupan sehari-hari Anda sebagai pelayanan kepada orang lain? Pada tanggal 5 September, dan sepanjang hidup Anda, rayakanlah hari raya Bunda Teresa dengan tindakan pelayanan: doa, tindakan amal, atau refleksi tentang bagaimana menerapkan cinta dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Bantu kami menyebarkan warisan kesucian dan dedikasinya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h2>Daftar isi<\/h2><nav><div><div class=\"\"><a href=\"#i-institucion-del-memorial-liturgico\">Institusi ingatan liturgis<\/a><div><div class=\"\"><a href=\"#el-legado-espiritual-de-santa-teresa\">Warisan spiritual Bunda Teresa dari Kalkuta<\/a><\/div><div class=\"\"><a href=\"#por-que-el-5-de-septiembre\">Mengapa 5 September?<\/a><\/div><div class=\"\"><a href=\"#una-memoria-que-ilumina-el-servicio\">Bunda Teresa menyinari pelayanan<\/a><\/div><div class=\"\"><a href=\"#textos-liturgicos-y-celebraciones\">Teks dan perayaan liturgi<\/a><\/div><div class=\"\"><a href=\"#datos-clave-sobre-santa-teresa-de-calcuta\">Fakta-fakta penting tentang St Teresa dari Kalkuta<\/a><\/div><\/div><\/div><\/div><\/nav><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Sumber-sumber yang dimintai konsultasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/article\/ordenaciones-sacerdotes-agregados-opus-dei\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/article\/ordenaciones-sacerdotes-agregados-opus-dei\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Opus Dei - Refleksi tentang Bunda Teresa<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.aciprensa.com\/teresadecalcuta\/teresa3.htm\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.aciprensa.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aciprensa<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.vaticannews.va\/es\/vaticano\/news\/2025-02\/la-madre-teresa-fue-inscripta-en-el-calendario-romano.html\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.vaticannews.va\/en.html\" rel=\"noreferrer noopener\">Berita Vatikan<\/a><\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 4 September 2016, dan dikenal sebagai Bunda Teresa, kehidupannya merupakan contoh dedikasi dan pelayanan kepada yang paling miskin. Temukan warisan spiritualnya dan bagaimana teladannya mengilhami kita untuk menghayati cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":223895,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[290,291,288,10],"class_list":["post-223894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-madre-teresa","tag-santa-teresa-de-calcuta","tag-servicio","tag-vida-de-santos"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=223894"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":224418,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/223894\/revisions\/224418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/223895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=223894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=223894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=223894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}