{"id":196887,"date":"2024-08-20T21:37:42","date_gmt":"2024-08-20T19:37:42","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=196887"},"modified":"2024-09-17T13:26:38","modified_gmt":"2024-09-17T11:26:38","slug":"dimas-kusuma-seminarista-indonesia-testimonio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/dimas-kusuma-seminarista-indonesia-testimonio\/","title":{"rendered":"Dimas, seorang seminaris dari Indonesia, menceritakan bagaimana ibunya yang seorang Muslim menjadi mualaf."},"content":{"rendered":"<p>Dimas Kusuma Wijaya adalah seorang seminaris muda dari Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Pamplona. <a href=\"http:\/\/unav.edu\" data-type=\"link\" data-id=\"unav.edu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Navarra<\/a> dan tinggal dan dilatih di Seminar Internasional <a href=\"https:\/\/seminariobidasoa.org\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/seminariobidasoa.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bidasoa<\/a>. Dia menyambut kami dengan senyuman saat kami melakukan wawancara tentang kehidupannya, keluarganya dan panggilannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"IBU SAYA, SEORANG MUSLIM, PINDAH AGAMA MENJADI KATOLIK DAN SEKARANG SAYA INGIN MENJADI SEORANG IMAM.\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/_JTzUhY-SpQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seorang seminaris di sebuah keluarga dengan tiga belas saudara kandung Muslim&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>\"<\/strong>Indonesia adalah salah satu negara di dunia dengan jumlah Muslim terbesar. Ibu saya berasal dari keluarga besar Muslim, orang tua dan tiga belas saudara kandungnya. Ketika bertemu dengan ayah saya, ia merasakan panggilan untuk pindah ke agama Kristen.<strong>\"<\/strong>kata Dimas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"620\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminarista-indonesia-familia-dimas.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-196914\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminarista-indonesia-familia-dimas.jpg 800w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminarista-indonesia-familia-dimas-300x233.jpg 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminarista-indonesia-familia-dimas-768x595.jpg 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminarista-indonesia-familia-dimas-15x12.jpg 15w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Selama masa pacaran mereka, ayahnya menjelaskan kepadanya bagaimana orang Kristen menghayati iman Katolik. <strong>\"<\/strong>Ibu saya jelas sangat gembira. Di sisi lain, ketika ibu saya berbicara dengan ayah saya, kakek saya, dia mengatakan sesuatu yang sangat baik: \"jika Anda telah bertemu dengan agama lain yang baik, Anda harus mendalami agama tersebut\". Kakek saya mendukung dan menghormati ibu saya.<strong>\"<\/strong>ujar seminaris asal Indonesia ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pada usia 8 tahun, setelah menikah dengan ayahnya<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2000, delapan tahun setelah menikah dengan ayahnya, ibunya pindah ke agama Kristen. <strong>\"<\/strong>Itu adalah momen yang luar biasa, yang berdampak besar dalam hidupnya, karena sejak saat itu, sebagai seorang Katolik, ia berusaha hidup sebagai seorang Kristen yang baik. Dia sangat bahagia dan puas. <strong>Dan saya benar-benar merasa bahwa agama ini adalah agama yang benar<\/strong>. Karena pada akhirnya, perjumpaannya dengan Yesus, Anak Allah, telah mengubah hidupnya dan cara pandangnya terhadap kehidupan dan keluarga.<strong>\"<\/strong>kata Dimas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menjelaskan bahwa ia membutuhkan waktu delapan tahun untuk pindah agama karena orang tuanya bekerja dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak memiliki rumah yang tetap. Hal ini menyulitkan dia untuk menetap di sebuah paroki agar ibunya dapat menerima kelas katekisasi dan pembinaan doktrin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">\"Keyakinan ibu saya adalah segalanya bagi saya\".<\/h2>\n\n\n\n<p>Dengan penuh haru, Dimas mengatakan bahwa keyakinan ibunya mengajarkannya segalanya. \"Cara hidupnya di negara seperti <a href=\"https:\/\/es.wikipedia.org\/wiki\/Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia<\/a>dan teladannya dalam cara dia mengaku imannya adalah benih yang menyulut panggilan saya untuk menjadi imam. Dia mengajari saya untuk berdoa setiap pagi dan malam. Dia membawa saya ke gereja, dan dia selalu menunjukkan kepada saya bagaimana seorang Kristen harus hidup dan bagaimana menghadapi tantangan. Iman ibu saya adalah segalanya bagi saya. Iman yang begitu hidup dan nyata yang telah mengajarkan saya segalanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, ibunya sangat senang memiliki seorang putra yang sedang menempuh jalan menuju imamat. Selain itu, seluruh keluarga ibunya, yang beragama Islam, dengan rasa hormat yang tinggi, mendukungnya dalam panggilannya sebagai seorang imam Katolik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Di masa pra-remajanya, ia ingin mengubah hidupnya<\/h2>\n\n\n\n<p>Tetapi ia juga mengalami masa pra-remaja yang agak memberontak. \"Sebagai seorang remaja, saya ingin mengubah hidup saya. Saya tidak ingin belajar, saya hanya ingin bersenang-senang. Singkatnya, saya melakukan apa pun yang saya inginkan. Dan untuk mengubah semua itu, saya pikir cara terbaik adalah masuk seminari kecil, tempat di mana mereka akan membantu saya menjadi lebih baik. <strong>Namun, tentu saja, pada akhirnya Tuhan tidak hanya mengubah hidup saya, tetapi juga panggilan saya.<\/strong>\"katanya, terkesan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengingat saat-saat yang paling intens dalam panggilannya, suatu hari ketika, di depan Sakramen Mahakudus, ia merasakan kedamaian yang luar biasa, sukacita yang luar biasa karena mengalami bahwa Tuhan memintanya untuk memberikan dirinya kepada orang lain. Pada akhirnya, ia mendengar Tuhan memanggilnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\"Saya mendengar sebuah suara yang berkata kepada saya: 'Dimas, ada banyak orang yang membutuhkanmu, dan akan ada lebih banyak lagi orang yang membutuhkanmu. Sejak saat itu, saat saya berdoa dan merasa bahwa saya dapat membantu orang lain, saya ingin menjadi seorang imam. Saya ingin bersama Tuhan dan saya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan dalam semua keinginan mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"628\" height=\"837\" data-id=\"196931\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dimas-Kusuma-Wijaya-indonesia-edited.jpg\" alt=\"Dimas Kusuma Wijaya indonesia\" class=\"wp-image-196931\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dimas-Kusuma-Wijaya-indonesia-edited.jpg 628w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dimas-Kusuma-Wijaya-indonesia-edited-225x300.jpg 225w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Dimas-Kusuma-Wijaya-indonesia-edited-9x12.jpg 9w\" sizes=\"(max-width: 628px) 100vw, 628px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Dimas Kusuma Wijaya dari Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sebuah Fakultas Teologi di Surabaya<\/h2>\n\n\n\n<p>Maka, pada usia 15 tahun, Dimas masuk seminari kecil. Pada usia 18 tahun, ia masuk seminari propaedeutik. Dan ketika ia berusia 20 tahun, uskupnya mengirimnya ke Spanyol, ke Seminari Internasional Bidasoa untuk dilatih menjadi seorang imam di fakultas gerejawi Universitas Navarre.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\"Saya baru saja menyelesaikan kursus pelatihan pertama saya. Apa yang diinginkan oleh uskup saya adalah membangun fakultas teologi di Surabaya, keuskupan saya, sehingga setiap dua tahun sekali ia mencoba mengirim seminaris untuk belajar di Bidasoa,\" jelasnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Adik laki-lakinya adalah orang Dominika<\/h2>\n\n\n\n<p>Dimas memiliki seorang adik laki-laki yang merupakan seorang seminaris di Ordo Predicatorum Dominikan yang sedang belajar filsafat di Manila, Filipina. Dia juga memiliki dua kakak perempuan: seorang kakak perempuan yang sudah menikah dan tinggal di Tokyo dan kakak perempuan kedua yang mengajar psikologi di sebuah universitas di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"820\" height=\"600\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminaristas-indonesia-familia-dimas.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-196919\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminaristas-indonesia-familia-dimas.jpg 820w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminaristas-indonesia-familia-dimas-300x220.jpg 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminaristas-indonesia-familia-dimas-768x562.jpg 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/seminaristas-indonesia-familia-dimas-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 820px) 100vw, 820px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Indonesia, negara dengan enam agama besar<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagaimana kehidupan umat Katolik di Indonesia, sebuah negara dengan jumlah Muslim yang besar, dan apakah ada rasa hormat di antara kedua agama tersebut? Dimas menjawab: \"Saya harus mengatakan bahwa saat ini ada lebih banyak toleransi di antara kami, tetapi itu tergantung di mana orang Kristen tinggal. Ada kota-kota di mana sangat sulit untuk membangun sebuah paroki atau gereja. Anda juga harus mempertimbangkan bahwa Indonesia sangat majemuk. Ada Muslim, Katolik, Buddha, Hindu, pengikut Konghucu dan Kristen Protestan. Enam agama besar hidup berdampingan di Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-a89b3969 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link wp-element-button\" href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/donar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bantu para pemuda seperti Dimas untuk dibentuk menjadi imam. Donasi sekarang agar tidak ada panggilan yang hilang.<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik seorang imam muda<\/h2>\n\n\n\n<p>Ia sadar bahwa ketika ia kembali ke negaranya, salah satu tantangan yang harus dihadapinya adalah toleransi dan rasa hormat antar agama. Dan dalam perjalanan yang baru saja ia mulai menuju imamat ini, ia menganggap bahwa salah satu karakteristik utama yang harus dimiliki oleh seorang imam muda adalah kerendahan hati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\"Seorang imam muda seperti bayi yang baru saja dilahirkan.<\/strong>. Ia harus belajar banyak dalam panggilan imamatnya. Ia harus tahu bagaimana mendengarkan orang lain dan di atas segalanya, mendengarkan Tuhan. Dengan kerendahan hati, seseorang dapat memiliki kehidupan yang baik, karena ego dan ambisinya tidak akan mengarahkannya, tetapi Tuhan sendiri yang akan mengarahkan dan menemaninya dalam hidupnya. Hanya dengan kerendahan hati, seorang imam dapat menghayati panggilan imamatnya dengan sangat baik, karena dengan demikian ia akan mengalami bahwa kekuatan Tuhan akan menyertainya dalam semua karya pastoralnya\", pungkas seminaris muda dari Indonesia ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"instagram-media\" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C-uS5BWtV2Z\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" data-instgrm-version=\"14\" style=\" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);\"><div style=\"padding:16px;\"> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C-uS5BWtV2Z\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <div style=\" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;\"> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;\"><\/div><\/div><\/div><div style=\"padding: 19% 0;\"><\/div> <div style=\"display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;\"><svg width=\"50px\" height=\"50px\" viewbox=\"0 0 60 60\" version=\"1.1\" xmlns=\"https:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" xmlns:xlink=\"https:\/\/www.w3.org\/1999\/xlink\"><g stroke=\"none\" stroke-width=\"1\" fill=\"none\" fill-rule=\"evenodd\"><g transform=\"translate(-511.000000, -20.000000)\" fill=\"#000000\"><g><path d=\"M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631\"><\/path><\/g><\/g><\/g><\/svg><\/div><div style=\"padding-top: 8px;\"> <div style=\" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;\">Lihat postingan ini di Instagram<\/div><\/div><div style=\"padding: 12.5% 0;\"><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;\"><div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;\"><\/div> <div style=\"background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: 8px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)\"><\/div><\/div><div style=\"margin-left: auto;\"> <div style=\" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);\"><\/div> <div style=\" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);\"><\/div><\/div><\/div> <div style=\"display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;\"> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;\"><\/div> <div style=\" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;\"><\/div><\/div><\/a><p style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;\"><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/C-uS5BWtV2Z\/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading\" style=\" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebuah kiriman dibagikan oleh Fundaci\u00f3n CARF (@fundacion_carf) (@fundacion_carf)<\/a><\/p><\/div><\/blockquote> <script async src=\"\/\/www.instagram.com\/embed.js\"><\/script>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><strong>Marta Sant\u00edn<\/strong>Wartawan yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dimas Kusuma Wijaya, seorang seminaris muda Indonesia dari Keuskupan Surabaya, memperkenalkan dirinya dengan cara ini: \"Nama saya Dimas, seperti pencuri yang baik hati,\" katanya dengan senyum yang menjadi ciri khas orang Asia. Ia bercerita tentang kehidupannya dan bagaimana ibunya, seorang Muslim, berpindah agama menjadi Katolik.<\/p>","protected":false},"author":719,"featured_media":196913,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[190,120,121],"class_list":["post-196887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-pamplona","tag-sacerdote","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/719"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=196887"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":197331,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/196887\/revisions\/197331"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/196913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=196887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=196887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=196887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}