{"id":194450,"date":"2023-12-04T13:26:54","date_gmt":"2023-12-04T12:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=194450"},"modified":"2024-05-10T11:25:05","modified_gmt":"2024-05-10T09:25:05","slug":"un-libro-sobre-el-obispo-espanol-que-no-tomo-posesion-de-su-cargo-por-causas-politicas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/un-libro-sobre-el-obispo-espanol-que-no-tomo-posesion-de-su-cargo-por-causas-politicas\/","title":{"rendered":"Presentasi buku tentang uskup yang tidak pernah disumpah"},"content":{"rendered":"
Vicente Escriv\u00e1 Salvador<\/strong>D. dalam bidang Humaniora (Sejarah Kontemporer), telah melakukan penelitian mendalam untuk memberikan keadilan bagi seorang uskup yang tidak pernah dapat memiliki mitre-nya karena para pendukung republikanisme Spanyol pada awal abad ke-20.<\/p>\n\n\n\n Ini adalah tentang penunjukan yang membuat frustrasi orang Dominika Bernardino Nozaleda<\/strong>Uskup agung terakhir Manila di bawah pemerintahan Spanyol, sebagai uskup agung Valencia. Kaum Republikan dan liberal menyalakan obor mereka dan, sambil berteriak \"Matilah Maura! Matilah Nozaleda!\", mereka membuat tuan rumah meradang sehingga sang uskup tidak akan menginjakkan kakinya di tanah Valencia atau memiliki jubah dan jubahnya. Dan mereka berhasil.<\/em>jelas Vicente Escriv\u00e1 dalam sinopsis bukunya: Mitre yang sedang merokok<\/strong><\/a>. Bernardino Nozaleda, Uskup Agung Valencia. Casus belli untuk republikanisme Spanyol.<\/strong><\/em> (EUNSA).<\/strong><\/p>\n\n\n\n Hasil penjualan buku ini akan disumbangkan oleh penulis kepada Yayasan CARF. <\/strong>Direktur umum Yayasan, Luis Alberto Rosales, memberikan penghargaan kepada penulis cerita ini pada tanggal 22 November di ruang All in One CaixaBank di Plaza de Col\u00f3n, Madrid, di hadapan nuncio Yang Mulia, Bernardito Auza dan Cleopas<\/strong>yang, sebagai orang Filipina, ingin menceritakan kisah uskup agung Spanyol terakhir di Manila.<\/p>\n\n\n\n Buku ini bukan buku agama, juga bukan tentang biografi Nozaleda. \"Ini adalah sebuah buku sejarah-politik. Buku ini membahas tentang bagaimana instrumentalisasi penunjukan gerejawi digunakan untuk mencoba menggulingkan apa yang disebut 'Pemerintahan Pendek' (1903-1904) Antonio Maura oleh sektor-sektor yang luas dari Partai Liberal (Segismundo Moret, Pangeran Romanones, Jos\u00e9 Canalejas ...) dan republikanisme, baik nasional (Miguel Morayta, Lerroux) maupun Valencia (Blasco Ib\u00e1\u00f1ez, Rodrigo Soriano). 'odium <\/em>terhadap Maura' disalurkan melalui 'odium' terhadap Nozaleda\", jelas Vicente Escriv\u00e1.<\/p>\n\n\n\n Bencana '98 mengguncang negeri ini, menjerumuskannya ke dalam pesimisme politik, moral, dan budaya yang akan menandai dan memberi nama pada seluruh generasi intelektual dan penulis pada masa itu. Kaum republikan, melalui pers yang 'bersenjata lengkap' yang dicirikan oleh anti-klerikalisme Jacobin, mobilisasi dan unjuk rasa yang diadakan di seluruh Semenanjung, menyerang rezim konstitusional dan semua yang diwakilinya, khususnya monarki dan Gereja Katolik.<\/p>\n\n\n\n \"Bencana '98 tidak menggulingkan pemerintah, juga tidak menimbulkan proses revolusioner (seperti pada tahun 1830 atau 1848), dan raja juga tidak dieksekusi atau pergi ke pengasingan. Bencana ini harus menemukan beberapa penyebab yang harus disalahkan atas bencana yang mengguncang negara. Dan mereka adalah para biarawan, yang disebut sebagai kuk biarawan, yang disebut \"yugo frailuno\" (kuk para biarawan), dalam anti-klerikalisme pada masa itu. Dan Bernardino Nozaleda adalah uskup agung Spanyol terakhir di Manila, yang hadir di sana ketika alun-alun itu diserahkan. Dia adalah kambing hitam yang sempurna,\" kata penulis buku ini, yang memiliki gelar master dalam Sejarah Modern dari Universitas Valencia. <\/p>\n\n\n\n Belum pernah ada kasus serupa dalam sejarah kontemporer Spanyol: seorang uskup yang tidak dapat menjabat karena alasan politik.<\/strong> \"Ya, ada beberapa jabatan yang kosong karena berbagai situasi. Tetapi tidak ada uskup yang dihalangi untuk mengambil alih jabatannya, setelah pengangkatannya disetujui oleh Vatikan dan pemerintah pada saat itu. Apalagi dengan ancaman pembunuhan jika dia berani menginjakkan kaki di tanah Valencia. Bahkan, Blasco Ib\u00e1\u00f1ez bahkan menunjukkan pistol di Kongres Deputi yang memperingatkan bahwa jika Nozaleda menginjakkan kakinya di Valencia, darah akan tumpah di jalanan. Hal ini dituliskan dalam jurnal sesi dan dapat dilihat oleh siapa saja\", kata Vicente Escriv\u00e1.<\/p>\n\n\n\nMitre yang sedang merokok<\/strong><\/h2>\n\n\n\n
Bencana buku teks tahun '98<\/strong><\/h2>\n\n\n\n

Uskup Agung Terakhir Manila<\/strong><\/h2>\n\n\n\n
Anti-klerikalisme Spanyol<\/strong><\/h2>\n\n\n\n