Roh Kudus<\/a> Catatan Alkitab tentang asal-usul manusia pada hari Pentakosta adalah antitesis dari catatan Alkitab tentang asal-usul manusia: Pada waktu itu seluruh bumi berbicara dalam bahasa dan kata-kata yang sama. Ketika mereka bergerak dari timur, mereka menemukan sebuah dataran di tanah Sinear dan menetap di sana.<\/p>\nKemudian mereka berkata satu sama lain: -Mari kita membuat batu bata dan memanggangnya di atas api! Dengan cara ini, batu bata berfungsi sebagai batu dan aspal sebagai mortar. Lalu mereka berkata: -Marilah kita membangun sebuah kota dan menara yang puncaknya menjulang ke langit! Maka kita akan menjadi terkenal, sehingga kita tidak akan tercerai-berai di seluruh muka bumi. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang sedang dibangun oleh anak-anak manusia itu, dan TUHAN berfirman: \"Mereka adalah satu bangsa, dengan satu bahasa untuk semua orang, dan ini baru permulaan dari pekerjaan mereka, dan tidak ada lagi yang tidak dapat mereka usahakan.<\/em><\/p>\n Mari kita turun dan mengacaukan bahasa mereka di sana, sehingga mereka tidak akan lagi saling mengerti! Maka dari sanalah TUHAN mencerai-beraikan mereka ke seluruh muka bumi, dan mereka tidak lagi membangun kota itu. Itulah sebabnya kota itu disebut Babel, karena di sana TUHAN mengacaukan bahasa seluruh bumi, dan dari sana TUHAN menyerakkan mereka ke seluruh muka bumi (Kej. 11:1-9).<\/em><\/p><\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
Fransiskus mengatakan pada perayaan Pentakosta 2021 di Roma bahwa Roh Kudus menghibur \"terutama pada saat-saat sulit seperti yang kita alami\", dan dengan cara yang sangat pribadi karena \"hanya Dia yang membuat kita merasa dicintai apa adanya yang memberikan kedamaian hati\". Sesungguhnya, \"kelembutan Allah yang tidak meninggalkan kita sendirian, karena berada bersama mereka yang sendirian sudah berarti menghibur\".<\/p><\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
Pentakosta: Komunikasi aktif<\/h2>\n
Ketika orang-orang dalam kisah Alkitab mulai bekerja seolah-olah Tuhan tidak ada, mereka mendapati bahwa mereka sendiri telah menjadi tidak manusiawi, karena mereka telah kehilangan elemen mendasar dari manusia, yaitu kemampuan untuk setuju, untuk saling memahami dan bertindak bersama. Teks ini mengandung kebenaran yang abadi. Dalam masyarakat yang sangat berteknologi tinggi saat ini, dengan begitu banyak sarana komunikasi dan informasi, kita semakin jarang berbicara dan semakin jarang memahami satu sama lain, dan kita kehilangan kemampuan nyata untuk berkomunikasi dalam dialog yang terbuka dan tulus. Kita membutuhkan sesuatu untuk membantu kita mendapatkan kembali kemampuan untuk terbuka kepada orang lain.<\/p>\n
Tindakan Roh Kudus pada hari Pentakosta<\/h3>\n
Kesombongan manusia yang telah dihancurkan disatukan kembali oleh tindakan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Hari ini juga, ketaatan kepada Roh Kuduslah yang memberi kita bantuan yang kita butuhkan untuk membangun dunia yang lebih manusiawi, di mana tidak ada seorang pun yang merasa sendirian, kehilangan perhatian dan kasih sayang orang lain. Yesus menjanjikan hal ini kepada para rasul dan kepada kita semua: Aku akan berdoa kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Parakletus yang lain untuk selalu menyertaimu.<\/em>\u00a0(Yoh. 14,16).<\/em> Gunakan kata Yunani\u00a0para-klet\u00f3s<\/em>\u00a0yang berarti \"orang yang berbicara di sebelah\": adalah teman yang menemani kami, menyemangati kami dan membimbing kami di sepanjang jalan.\u00a0<\/strong><\/p>\nSekarang kita berbicara kepada Allah dalam waktu doa ini, kita bertanya kepada diri kita sendiri di hadirat-Nya: apakah saya berusaha untuk membangun kehidupan profesional dan keluarga saya, persahabatan saya, masyarakat tempat saya tinggal, sebagai dunia yang dibangun dengan usaha saya sendiri tanpa kepedulian Allah terhadap saya? Atau apakah saya ingin mendengarkan dan tunduk pada suara Roh Kudus yang penuh kasih, pendamping yang tak terpisahkan yang telah Yesus tempatkan di sisi saya untuk menuntun dan menguatkan saya?<\/p>\n
Kita dapat memohon Roh Kudus dengan doa kuno dan indah dari Gereja pada hari Pentakosta: Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu yang setia, dan nyalakanlah di dalam diri mereka api Kasih-Mu.<\/em>\u00a0Dan kami memohon kepada Perawan Terberkati, Pasangan Allah Roh Kudus, agar, seperti dia, kami dapat mengizinkannya melakukan hal-hal besar dalam jiwa kami, sehingga kami dapat mengetahui bagaimana mengasihi Tuhan dan sesama, dan membangun dunia yang lebih baik dengan bantuannya.<\/p><\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t
Bapak Francisco Varo Pineda<\/strong>
Direktur Riset
Universitas Navarra
Fakultas Teologi<\/a>
Profesor Kitab Suci<\/p><\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Al cumplirse el d\u00eda de Pentecost\u00e9s, estaban todos juntos en un mismo lugar. Y de repente sobrevino del cielo un ruido, como de un viento que irrumpe impetuosamente, y llen\u00f3 toda la casa en la que se hallaban. Entonces se les aparecieron unas lenguas como de fuego, que se divid\u00edan y se posaban sobre cada […]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":183992,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[6],"class_list":["post-183991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-vida-cristiana"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183991"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":199173,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183991\/revisions\/199173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}