{"id":183247,"date":"2025-06-19T06:00:00","date_gmt":"2025-06-19T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-fiesta-del-cuerpo-y-de-la-sangre-de-nuestro-senor-jesucristo\/"},"modified":"2025-06-18T14:01:21","modified_gmt":"2025-06-18T12:01:21","slug":"solemnidad-corpus-christi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/solemnidad-corpus-christi\/","title":{"rendered":"Kesungguhan Corpus Christi"},"content":{"rendered":"<p>Setahun sekali, Gereja Katolik menghentikan kalender liturgi yang biasa untuk menyoroti sesuatu yang luar biasa: <strong>kehadiran Yesus Kristus yang nyata dalam Ekaristi<\/strong>. Itulah Corpus Christi - Tubuh Kristus - sebuah kekhidmatan yang tidak hanya direnungkan, tetapi juga <strong>mengubah hidup orang yang menyatukan diri dengan-Nya dan menyembah Dia.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kita diundang untuk mewujudkan iman dan pengabdian kita kepada sakramen ini, yang merupakan sakramen kesalehan, tanda persatuan, ikatan amal, perjamuan Paskah di mana Kristus dimakan, jiwa dipenuhi dengan rahmat dan kita diberi janji kemuliaan yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018.webp\" alt=\"Multitud de fieles participa en una procesi\u00f3n de Corpus Christi por las calles de una ciudad europea, acompa\u00f1ando al Sant\u00edsimo Sacramento bajo palio.\" class=\"wp-image-216666\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018.webp 800w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018-300x225.webp 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018-150x113.webp 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018-768x576.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-holanda-2018-16x12.webp 16w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Umat berjalan bersama mengelilingi Ekaristi pada hari raya Corpus Christi.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang kita rayakan pada hari raya ini?<\/h3>\n\n\n\n<p>The <strong>Corpus Christi<\/strong> memperingati misteri terdalam dan paling sentral dari iman Katolik: bahwa Yesus adalah <strong>benar-benar hadir<\/strong> Dengan Tubuh, Darah, Jiwa dan Keilahian-Nya - dalam <strong>Ekaristi Kudus<\/strong>. Ini bukan simbol, bukan metafora, bukan memori yang saleh. Ini adalah <strong>Dia sendiri<\/strong>hidup dan diberikan karena cinta.<\/p>\n\n\n\n<p>Perayaan ini dilembagakan pada abad ke-13, berkat dorongan dari <a href=\"https:\/\/www.vatican.va\/content\/benedict-xvi\/es\/audiences\/2010\/documents\/hf_ben-xvi_aud_20101117.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Julienne de Cornillon dan mukjizat Ekaristi di Bolsena<\/a>yang menggerakkan hati Paus Urban IV. Dan sejak saat itu, <strong>setiap Kamis kedua setelah Pentakosta<\/strong>Umat Katolik di seluruh dunia memberikan kesaksian di depan umum tentang iman mereka dengan Misa, prosesi, dan adorasi yang khidmat.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/la-eucaristia-memorial-del-corazon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">dalam Ekaristi <strong>Allah memberikan diri-Nya sepenuhnya kepada kita<\/strong><\/a>. Tidak ada yang lebih intim, lebih mentransformasi dan lebih nyata daripada persekutuan dengan Kristus. Corpus Christi mengingatkan kita akan hal itu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Misa adalah pusat dan akar dari kehidupan Kristen.<\/strong> Ini bukan kewajiban, ini adalah sumber anugerah. Ini adalah tempat di mana surga menyentuh bumi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Adorasi Sakramen Mahakudus tidak membuang-buang waktu<\/strong>adalah untuk memenangkan segalanya. Di depan tabernakel kita menemukan jawaban, penghiburan, dan arah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keyakinan itu dipublikasikan.<\/strong> Prosesi Corpus Christi mengundang kita untuk membawa Kristus ke jalanan, bukan sebagai sebuah gerakan folkloric, tetapi sebagai sebuah proklamasi iman: <strong>Yesus hidup dan berjalan bersama umat-Nya.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Gereja Penggandaan (Tabgha): Corpus Christi\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/8-mCktlxOGQ?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pihak yang terlibat<\/h3>\n\n\n\n<p>Corpus Christi bukan hanya tanggal yang indah di kalender. Ini adalah <strong>panggilan untuk hidup secara ekaristi<\/strong>. Membiarkan Yesus, yang telah memecah-mecahkan bagi kita, mengajar kita untuk memecah-mecahkan bagi orang lain. Menjadi roti yang dipecah-pecahkan bagi dunia, terutama bagi mereka yang tidak mengenal Kristus atau yang menderita dalam keheningan.<\/p>\n\n\n\n<p>Merayakan hari raya Corpus Christi adalah <strong>Menyembah Yesus dengan segenap hatimu<\/strong>Kami berterima kasih kepada-Nya karena telah tinggal bersama kami di setiap tabernakel dunia, dan karena telah mengizinkan diri kami untuk ditransformasikan oleh kehadiran-Nya. Karena setiap orang yang menerima persekutuan di dalam iman, <strong>Ia tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang memberikan diri-Nya setiap hari di mezbah.<\/strong> <strong>\"Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal\" (Yoh. 6:51-58).<\/strong>.  Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan adalah daging-Ku untuk kehidupan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang Yahudi mulai berdebat di antara mereka sendiri: -Bagaimana mungkin orang ini memberikan dagingnya kepada kita untuk dimakan?<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus berkata kepada mereka, \"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada hari terakhir. Karena daging-Ku adalah makanan sejati dan darah-Ku adalah minuman sejati.<\/p>\n\n\n\n<p>Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.  Sama seperti Bapa yang mengutus Aku hidup dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa makan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti yang dimakan oleh bapa-bapa leluhur, lalu mereka mati; barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pidato Roti Kehidupan<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pada hari raya Corpus Christi kita merayakan pewahyuan Kristus akan misteri Ekaristi.<\/strong>&nbsp;Kata-katanya memiliki realisme yang begitu kuat sehingga tidak termasuk interpretasi kiasan apa pun.<strong>&nbsp;Para pendengar memahami makna yang tepat dan langsung dari perkataan Yesus (ay. 52), tetapi mereka tidak percaya bahwa pernyataan itu benar.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika itu dipahami dalam arti kiasan atau simbolis, hal itu tidak akan membuat mereka terkejut, dan diskusi tidak akan terjadi.&nbsp;<strong>Dari sinilah juga muncul iman Gereja bahwa melalui perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya, Kristus hadir dalam sakramen ini.<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"940\" height=\"614\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza.webp\" alt=\"Pintura hist\u00f3rica de una solemne procesi\u00f3n de Corpus Christi con presencia de autoridades civiles, eclesi\u00e1sticas y militares en una ciudad espa\u00f1ola.\" class=\"wp-image-216667\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza.webp 940w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza-300x196.webp 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza-150x98.webp 150w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza-768x502.webp 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/procesion-corpus-christi-sainz-de-la-maza-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 940px) 100vw, 940px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Prosesi Paskah dengan segala kekhidmatan tradisionalnya, sesuai dengan visi pelukis S\u00e1inz de la Maza (1944).<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\"Konsili Trente merangkum iman Katolik ketika menyatakan: \"Karena Kristus, Penebus kita, mengatakan bahwa apa yang Dia persembahkan dalam bentuk roti adalah benar-benar Tubuh-Nya, maka keyakinan ini selalu dipertahankan di dalam Gereja, yang oleh Konsili suci dinyatakan kembali: Dengan konsekrasi roti dan anggur, terjadi perubahan seluruh substansi roti menjadi substansi Tubuh Kristus, Tuhan kita, dan seluruh substansi anggur menjadi substansi darah-Nya; Gereja Katolik secara adil dan tepat menyebut perubahan ini sebagai transubstansiasi (DS 1642).\"<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ceramah ini, Yesus membandingkan tiga kali (lih. ay. 31-32.49.58) Roti Hidup yang sejati, Tubuh-Nya sendiri, dengan manna, yang telah Allah berikan kepada orang Ibrani setiap hari selama empat puluh tahun di padang gurun. Dengan demikian,&nbsp;<strong>mengundang kita untuk sering memberi makan jiwa kita dengan makanan Tubuh-Nya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\"Dari perbandingan Roti Malaikat dengan roti dan dengan manna, murid-murid dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa, sama seperti tubuh diberi makan dengan roti setiap hari, dan orang-orang Ibrani setiap hari disegarkan dengan manna di padang gurun, dengan cara yang sama, murid-murid dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa, sama seperti tubuh diberi makan dengan roti setiap hari, dan orang-orang Ibrani setiap hari disegarkan dengan manna di padang gurun, dengan cara yang sama<strong>&nbsp;jiwa Kristen dapat setiap hari makan dan berpesta dengan Roti Surga.<\/strong>. Selain itu, hampir semua Bapa Suci Gereja mengajarkan bahwa roti harian, yang diperintahkan untuk dimohonkan dalam doa hari Minggu, tidak begitu dipahami sebagai roti material, makanan tubuh, tetapi sebagai penerimaan Roti Ekaristi setiap hari\" (S. Pius X, Sacra Tridentina Synodus, 20-XII-1905).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari Minggu setelah Minggu Tritunggal Mahakudus, l<strong>ereja merayakan Corpus Christi, Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang Mahakudus.<\/strong>. Itulah judul lengkapnya, meskipun kami biasanya menyebutnya dengan nama Latinnya yang lama, Corpus Christi. Sangat menarik untuk mengetahui bahwa judul awalnya adalah <em>Festum Eucharistiae.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber-sumber Ekaristi untuk Pesta Ekaristi&nbsp;<em>Corpus Christi&nbsp;<\/em><\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/corpus-christi\/#evangeliocorpuschristi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Injil dari&nbsp;<em>Corpus Christi<\/em>&nbsp;dan homili oleh Santo Josemar\u00eda<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/corpus-christi\/#devocioneucaristia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Devosi Ekaristi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/corpus-christi\/#lecturaseucaristia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bacaan-bacaan untuk memperdalam misteri Ekaristi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/corpus-christi\/#preguntasyrespuestas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertanyaan dan jawaban tentang&nbsp;<em>Corpus Christi<\/em>&nbsp;dan Ekaristi<\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/corpus-christi\/#fecristianaeucaristia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rangkuman iman Kristen<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Penulis: <\/strong>don&nbsp;<a href=\"https:\/\/bibliadenavarra.blogspot.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Francisco Varo Pineda<\/a>Direktur Penelitian di Universitas Navarra dan Profesor Kitab Suci di Fakultas Teologi. <\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari raya Corpus Christi, kita merenungkan bersama kedalaman kasih Tuhan, yang telah menuntun-Nya untuk tetap tersembunyi di bawah spesies sakramental, dan seolah-olah kita secara fisik mendengar ajaran-Nya kepada orang banyak: seorang penabur pergi menabur...<\/p>","protected":false},"author":719,"featured_media":216665,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[174],"class_list":["post-183247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-corpus-christi"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/719"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183247"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":216704,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183247\/revisions\/216704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}