{"id":183225,"date":"2022-05-16T08:00:41","date_gmt":"2022-05-16T06:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/encuentro-entre-la-vida-intelectual-y-el-cristianismo\/"},"modified":"2026-02-26T14:08:57","modified_gmt":"2026-02-26T13:08:57","slug":"encuentro-entre-la-vida-intelectual-y-el-cristianismo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/encuentro-entre-la-vida-intelectual-y-el-cristianismo\/","title":{"rendered":"Perjumpaan antara kehidupan intelektual dan kekristenan"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_245 et_section_regular\" >\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_775\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2264  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2265  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_846 post-excerpt  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2266  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_776\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2267  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2268  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_847  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Sebuah panduan bagi para intelektual kontemplatif<\/h2>\n<p>Pasangan suami istri Jacques dan Raisa Maritain <strong>adalah contoh yang luar biasa dari pertemuan antara kehidupan intelektual dan kekristenan.<\/strong>. <strong>Mereka mampu menunjukkan bahwa iman tidak membatasi atau memenjarakan kecerdasan. Sebaliknya, hal ini justru menstimulasi dan membukanya ke cakrawala yang lebih luas.<\/strong><\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun di Sorbonne, Jacques dan Raisa mencatat kekurangan materialisme positivis, yang membuat para profesor mereduksi filsafat menjadi sekadar studi tentang sejarahnya. <strong>Di sana mereka juga menemukan filosofi intuisi Bergson.<\/strong> yang, bagaimanapun, tampaknya tidak cukup bagi mereka.<\/p>\n<p>Langkah selanjutnya adalah<strong> untuk dibaptis di Gereja Katolik<\/strong>. Begitu juga dengan agama asal mereka, Protestan dan Yahudi, tetapi novel <em>\"Wanita yang malang<\/em> dari penulis L\u00e9on Bloy yang giat menjadi mualaf membuat mereka tertarik pada agama Katolik. Bloy akan menjadi ayah baptis mereka di <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/simbologia-del-bautismo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pembaptisan<\/a>.<\/p>\n<p>Nanti, <strong>Raisa menyarankan agar Jacques membaca Summa Theologica dari Santo Thomas Aquinas,<\/strong> dan ini akan meningkatkan studi tentang filsafat yang sampai sekarang diabaikan dan disalahpahami. Pasangan Maritain melangkah jauh melampaui minat akademis. Di rumah mereka yang terletak di dekat Paris, di Versailles dan Meudon, mereka mengadakan pertemuan-pertemuan dengan tema-tema filosofis dan teologis, dengan pertukaran pendapat dan refleksi. Hal ini menyebabkan retret spiritual, yang dikhotbahkan oleh teolog Dominikan Reginald Garrigou-Lagrange, dan pembentukan lingkaran studi Thomistik.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2269  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_777\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2270  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2271  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_113\">\n<p>\t\t\t\t<span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/jaques-maritain-pablo-VI-1.jpg\" alt=\"Encuentro entre la vida intelectual y el cristianismo - El matrimonio Maritain  - Expertos CARF - Antonio Rubio Plo\" title=\"jaques-maritain-paul-VI\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/jaques-maritain-pablo-VI-1.jpg 355w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/jaques-maritain-pablo-VI-1-242x300.jpg 242w\" sizes=\"(max-width: 355px) 100vw, 355px\" class=\"wp-image-151376\" \/><\/span>\n\t\t\t<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_848 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Paus Paulus VI dan Jacques Maritain.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2272  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_778\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2273  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2274  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_849  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Sebuah buku untuk para intelektual Kristen<\/h2>\n<p>Pada tahun 1922, pasangan Maritain\u00a0<b>menulis sebuah karya pendek, sekitar seratus halaman, dengan judul \".<\/b><em style=\"font-weight: bold;\">Dari kehidupan doa\".<\/em>semacam panduan untuk lingkaran. Pada awalnya, buku ini ditujukan untuk distribusi internal, namun kemudian diterbitkan untuk umum, karena buku ini ditulis untuk para intelektual Kristen.<\/p>\n<p>Penulisnya <strong>Mereka menyentuh salah satu masalah umum dalam kekristenan: pemisahan antara iman dan kehidupan, antara iman dan akal budi.<\/strong> Pemisahan ini mempertanyakan kemungkinan kontemplasi Kristen di tengah-tengah dunia. Dalam sebuah pengantar untuk karya tersebut, yang ditulis oleh Raisa pada tahun 1959, <strong>dinyatakan bahwa kontemplasi tidak hanya untuk perintah agama.<\/strong> Ini juga untuk orang-orang yang hidup sederhana di dunia, tanpa mukjizat atau penglihatan, tetapi berpusat pada kasih kepada Tuhan dan kasih kepada dunia. <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/amaras-al-projimo-como-a-ti-mismo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tetangga<\/a> dan yang melakukan kebaikan di sekitar mereka tanpa kebisingan atau agitasi.<\/p>\n<h3>Apakah kehidupan intelektual selaras dengan kehidupan doa?<\/h3>\n<p>Karya ini ditulis untuk menunjukkan hal ini, meskipun tidak dimaksudkan sebagai risalah tentang spiritualitas, tetapi lebih merupakan serangkaian <strong>nasihat sederhana berdasarkan kutipan-kutipan dari Alkitab. St Thomas diberikan sebagai contoh,<\/strong> salah satu orang paling bijaksana pada masanya. Salah satu penulis biografinya, Pedro Calo, menemukan rahasianya: setiap kali ia ingin belajar, berdebat, membaca, menulis, atau mendikte, ia terlebih dahulu berdoa.<\/p>\n<p>Memang, seperti yang ditunjukkan oleh para penulis, doa ditujukan untuk kontemplasi dan persatuan dengan Tuhan, dan pada saat yang sama mereka mengingat perintah Yesus untuk <em>\"Jadilah sempurna sebagaimana Bapamu sempurna\".<\/em>. Secara konkret, kesempurnaan Kristen pada dasarnya terdiri dari amal, dan sarana untuk mencapai kesempurnaan ini adalah kontemplasi ilahi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita perlu berlatih shalat dan berdoa tanpa henti. Selain itu, Maritain mengesampingkan keberatan bahwa <strong>mereka yang memiliki kehidupan yang aktif tidak dapat menjadi kontemplatif. Sebaliknya, merekalah yang paling perlu berdoa.<\/strong> Oleh karena itu, mereka menganjurkan untuk memohon rahmat Tuhan atas anugerah kehidupan batin yang intens sehingga tindakan dapat menjadi kontemplasi yang melimpah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2275  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_779\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2276  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2277  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_850 elemento-firma  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Dengan kolaborasi dari:<\/p>\n<p><strong>Antonio R. Rubio Plo<\/strong><br \/>Lulusan Sejarah dan Hukum<br \/>Penulis dan analis internasional<br \/>@blogculturayfe \/ @arubioplo<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2278  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maritain mampu menunjukkan bahwa keyakinan tidak membatasi atau memenjarakan kecerdasan. Sebaliknya, hal ini justru menstimulasi dan membukanya ke cakrawala yang lebih luas.<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":183749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-183225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183225"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":228518,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183225\/revisions\/228518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}