{"id":183157,"date":"2021-10-13T08:00:01","date_gmt":"2021-10-13T06:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-osada-historia-de-cristo-de-giovanni-papini\/"},"modified":"2024-12-12T13:56:35","modified_gmt":"2024-12-12T12:56:35","slug":"la-osada-historia-de-cristo-de-giovanni-papini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/la-osada-historia-de-cristo-de-giovanni-papini\/","title":{"rendered":"Giovanni Papini: Sejarah Kristus yang berani"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_219 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_661\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1935  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1936  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<h2 class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_733 post-excerpt  et_pb_text_align_center et_pb_bg_layout_light\"><span style=\"color: revert; font-size: revert; font-weight: revert;\">Penulis, Giovanni Papini<\/span><\/h2>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_section et_pb_section_220 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_662\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1939  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_734  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Pada tahun 1921 - yang sekarang sudah berusia seratus tahun - seorang intelektual Italia yang terkenal, Giovanni Papini, memiliki keberanian untuk menerbitkan Sejarah Kristus yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Dia berusia 40 tahun dan merupakan seorang ikonoklastik filosofi dan agama di masa lalu.<\/p>\n<p>Anda <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/la-buena-literatura-italiana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sastra Italia<\/a>sangat Nietzschean, seperti yang telah ia tunjukkan dalam <strong><em>A Finished Man (1913)<\/em><\/strong>. Dia berpura-pura menjadi satu dalam kehidupan dan sastra, dan mengekspresikan frustrasi eksistensialnya dalam kata-kata ini: \"<em>Di sini dimakamkan seorang pria yang bisa saja menjadi dewa\". <\/em><\/p>\n<p>Dia telah mengetuk pintu ideologi untuk mempertanyakan segala sesuatu yang bisa dipikirkan. Dia melangkah lebih jauh dengan menerbitkan\u00a0<strong><em>Kenangan tentang Tuhan (1911)<\/em><\/strong>Buku ini adalah contoh ateisme yang ekstrem, yaitu Tuhan yang mempertanyakan eksistensi-Nya sendiri dan memberontak terhadap mereka yang mengabaikan-Nya.<\/p>\n<p>Penulis sempat mencapai titik terendah dalam hidupnya, meskipun sudah berkeluarga dengan Giacinta Giovagnoli, seorang wanita Katolik yang sabar. Tapi <strong>suatu hari ia memulai petualangannya membaca buku-buku Kristen.<\/strong>Agustinus, Latihan Rohani Santo Ignatius, Pengantar Hidup Bakti Santo Fransiskus dari Sales... Kegelisahan ini tak pelak lagi membawanya pada <strong>membaca dan merenungkan Injil. <\/strong><\/p>\n<p>Dia menemukan bahwa mereka tidak mengekspresikan cara hidup yang konvensional. Sebaliknya, <strong>Dia menemukan di dalamnya bentuk pemberontakan yang tak terduga, yang membangkitkan gairah hidup dan inspirasi sastranya.<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1940  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_663\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1941  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1942  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_89\">\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-147581\" title=\"giovanni-papini-CARF-Foundation\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1.jpg\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1.jpg 800w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1-300x188.jpg 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1-768x480.jpg 768w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1.jpg 400w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/giovanni-piapini-expertos-CARF-1.jpg 480w\" alt=\"giovanni-papini-Fundaci\u00f3n-CARF\" width=\"800\" height=\"500\" \/><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_735 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><a href=\"https:\/\/es.wikipedia.org\/wiki\/Giovanni_Papini\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Giovanni Papini<\/a> Giovanni Papini (Florence, 1881 - 1956) Penulis dan penyair Italia. Dia adalah salah satu promotor paling aktif dari pembaharuan budaya dan sastra yang terjadi di negaranya pada awal abad ke-20, menonjol karena kemudahannya dalam berurusan dengan kritik sastra, filsafat, agama dan politik.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_664\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1945  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_736  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Pengaruh untuk Giovanni Papini<\/h2>\n<p>Pada saat itu ia membaca L\u00e9on Bloy, seorang penulis Prancis yang penuh dengan polemik, seorang penganut agama Kristen borjuis dan seorang pemuja prosa yang agung dan kompulsif, seseorang yang menganggap dirinya sebagai pejuang melawan positivisme dan skeptisisme masyarakat pada masanya.<\/p>\n<p>Giovanni Papini dikagumi karena bahasanya yang keras dan energik. Baik di Bloy maupun Papini, kata sifat adalah senjata lempar yang tajam, dan di antara mereka tidak ada kekurangan ekspresi seperti \"bau\", \"haus darah\", \"tidak murni\"... Dalam Sejarah Kristus, kata sifat tidak pernah cukup untuk digunakan melawan otoritas agama dan politik Palestina di <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/la-figura-historica-de-jesus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Waktu Yesus<\/a>tetapi juga untuk para ahli Taurat dan orang Farisi.<\/p>\n<h2>Sebuah penemuan untuk Giovanni Papini<\/h2>\n<p>Salah satu penemuan besar Papini dalam buku ini adalah ucapan bahagia. Dia tidak melihat hal tersebut sebagai ekspresi kelemahan atau konformisme.<\/p>\n<p>Sebaliknya, hal tersebut membuatnya terpesona sebagai cara hidup yang membuatnya bangkit melampaui dirinya sendiri. <strong>Mereka adalah harapan untuk kehidupan yang lebih baik, di mana kecerdasan tidaklah cukup.<\/strong>. Di antaranya, ia menemukan bahwa untuk menjadi miskin dalam roh, tidak cukup hanya dengan menjadi miskin. Penting untuk menyadari ketidaksempurnaan diri sendiri.<\/p>\n<p>Ia juga akan memahami bahwa orang yang lemah lembut bukanlah orang yang lemah, tetapi mereka yang keras kepala dalam mencapai kekayaan rohani. Ia menulis bahwa mereka yang menangis tidak sedih, tetapi diberkati karena mencucurkan air mata untuk kejahatan yang telah mereka lakukan dan kebaikan yang dapat mereka lakukan. Ia menekankan bahwa mereka yang benar-benar lapar dan haus akan kebenaran adalah mereka yang percaya pada kehendak Tuhan, dan bahwa orang yang berbelas kasihan bukanlah orang yang mengasihani orang lain, tetapi mereka yang juga mengasihani diri mereka sendiri.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_665\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1948  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_90\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-147676\" title=\"sejarah-kristus-goivanni-papini\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/la-historia-de-cristo-goivanni-papini-1.jpg\" sizes=\"(max-width: 340px) 100vw, 340px\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/la-historia-de-cristo-goivanni-papini-1.jpg 340w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/la-historia-de-cristo-goivanni-papini-1-204x300.jpg 204w\" alt=\"La Historia de Cristo un libro de Giovanni Piapini\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_737 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>History of Christ (1921), sebuah buku yang sukses besar meskipun beberapa penulis dan penyair mencapnya sebagai manipulator hebat atas ide-ide yang sesuai dengan saat itu.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_666\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1951  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_738  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Bukan hanya ucapan bahagia, tetapi seluruh Injil adalah pesan yang ditujukan kepada yang terakhir. Beginilah cara Papini melihatnya, yakin bahwa yang terakhir ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi yang pertama.<\/p>\n<p>Terlepas dari masa lalunya sebagai seorang intelektual yang sombong, dia masih menganggap dirinya sebagai salah satu dari yang terakhir, dan itulah sebabnya mengapa Kabar Baik memiliki banyak hal yang harus dikatakan kepadanya.<\/p>\n<p>Dahulu kala ia mencari manusia super, dan Sejarah Kristus adalah konfirmasi bahwa ia telah menemukan Sang Manusia, bukan manusia baru dari filosofi-filosofi pada masanya. Deskripsi Passion memadukan lirik dengan realisme yang tidak menyisakan detail yang paling kejam. Kesimpulan Papini dalam epilog ini adalah bahwa Dia yang Tersalib telah disiksa karena mengasihi kita. Tapi sekarang dia menyiksa kita dengan kekuatan cintanya yang tak tergoyahkan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1952  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_667\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1953  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1954  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_739 elemento-firma  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Antonio R. Rubio Plo, Lulusan Sejarah dan Hukum. Penulis dan analis internasional.<br \/>\n@blogculturayfe \/ @arubioplo<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Giovanni Papini, seorang intelektual Italia yang mempertanyakan Tuhan, mulai membaca buku-buku Kristen dan menemukan bentuk pemberontakan yang tak terduga di dalamnya. Maka lahirlah History of Christ, yang kini telah memasuki tahun ke-100.<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":183682,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-183157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183157"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":201106,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183157\/revisions\/201106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}