{"id":183076,"date":"2021-03-08T08:00:08","date_gmt":"2021-03-08T07:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/visita-del-papa-a-irak-un-antes-y-un-despues\/"},"modified":"2026-02-26T14:11:03","modified_gmt":"2026-02-26T13:11:03","slug":"visita-del-papa-a-irak-un-antes-y-un-despues","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/visita-del-papa-a-irak-un-antes-y-un-despues\/","title":{"rendered":"Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak: sebelum dan sesudah"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_167 et_section_regular\" >\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_509\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1495  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1496  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_567 post-excerpt  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_568  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Pertemuan Refleksi ini diadakan pada hari Kamis, 4 Maret, satu hari sebelum kedatangan Paus di Irak, sebuah negara yang telah dilanda perang selama lebih dari 30 tahun.<\/p>\n<p><strong>Imam Irak Aram Pano turut ambil bagian dalam pertemuan ini, yang diikuti lebih dari 500 orang,<\/strong>\u00a0yang mempelajari Komunikasi Kelembagaan di Universitas Kepausan Salib Suci di Roma, dan\u00a0<strong>Gerardo Ferrara<\/strong>pakar sejarah dan budaya Timur Tengah.\u00a0<\/p>\n<p>Yohanes Paulus II yang ingin melakukan perjalanan ke Irak pada tahun 1999, tetapi pada saat itu, berbagai konflik politik menghalangi Paus Wojtyla untuk melakukan perjalanan kerasulan ini.<\/p>\n<h2>Paus, pembawa pesan perdamaian<\/h2>\n<p>The <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/aram-pano-sacerdote-iraqui-vocacion-nacida-en-la-guerra\/\">Imam Irak<\/a> mengungkapkan keyakinannya bahwa Paus akan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di Irak karena ia yakin bahwa ia akan datang sebagai \"pembawa pesan perdamaian sejati bagi orang-orang yang sangat membutuhkannya\".<\/p>\n<p>Faktanya, <strong>Perjalanan Paus Fransiskus ke Irak sangat menyenangkan, penuh persaudaraan, hangat dan penuh harapan.<\/strong>. Banyak <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/hasta-lo-ultimo-de-la-tierra-cristianos-y-martires-en-japon\/\">Orang Kristen<\/a> yang tinggal di negara tersebut, yang telah mengalami begitu banyak kengerian sebagai akibat dari serangan berdarah oleh ISIS, menyambutnya dengan penuh haru dan air mata. Paus tidak henti-hentinya menyampaikan dukungan dan kehangatannya kepadanya.<\/p>\n<p>\"Umat Kristen telah dianiaya selama berabad-abad, dan bahkan sampai hari ini pun mereka masih mengalami diskriminasi. Saya berharap dan saya yakin bahwa perjalanan Bapa Suci akan membawa perdamaian dan persaudaraan ke Irak,\" kata Aram dalam pertemuan itu.<\/p>\n<h2>Umat Kristen di Irak<\/h2>\n<p>The\u00a0<strong>Gereja Katolik<\/strong>\u00a0di Irak diwakili oleh sekitar 300.000 umat Katolik, yaitu 0,95% dari populasi. Namun, sebelum invasi Negara Islam, jumlah orang Kristen berjumlah 1,5 juta dan sekarang diperkirakan kurang dari 400.000 (2,51% dari populasi). Banyak properti dan gereja mereka yang hancur.<\/p>\n<p>Umat Katolik di Irak mengikuti ritus yang berbeda, tetapi mayoritas adalah anggota\u00a0<em>Gereja Katolik Kasdim<\/em>. Saat ini ada 17 keuskupan yang aktif.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1497  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_510\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1498  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1499  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_video et_pb_video_4\">\n<div class=\"et_pb_video_box\"><\/div>\n<div style=\"background-image:url(\/\/i.ytimg.com\/vi\/aZDb-q78akU\/hqdefault.jpg)\" class=\"et_pb_video_overlay\">\n<div class=\"et_pb_video_overlay_hover\"><a href=\"#\" class=\"et_pb_video_play\"><\/a><\/div>\n<\/div><\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_569 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Dalam video ini Anda dapat menyaksikan pertemuan online CARF ketiga tentang kunjungan Paus ke Irak.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1500  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_511\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1501  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1502  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_570  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Paus Fransiskus bertemu dengan Ayatollah Al-Sistani<\/h2>\n<p>Aram Pano kemudian mengungkapkan keyakinannya bahwa pertemuan antar-agama dengan para pemimpin Yahudi dan Muslim yang diadakan oleh Paus Fransiskus akan membuahkan hasil, dan bahwa persatuan antara berbagai agama ini akan membawa perdamaian dan keamanan sejati di negara ini.<\/p>\n<p>Dia juga mencatat bahwa pertemuan dengan <em>Ayatollah Sayyid Ali Al-Husaymi Al-Sistani, pemimpin Syiah (60% populasi)<\/em> dan salah satu orang paling berpengaruh dalam politik Irak,<strong> membawa perubahan di Irak: perdamaian antar suku.<\/strong><\/p>\n<p>Dan tampaknya perkiraan mereka dapat dikonfirmasi. Memang, <strong>sang ayatullah<\/strong> Al-Sistani, <strong>setelah pertemuannya dengan Paus Fransiskus<\/strong> 45 menit, <strong>berkomitmen untuk memastikan bahwa warga negara Kristen hidup seperti warga Irak lainnya, dalam kedamaian dan keamanan.<\/strong><\/p>\n<p>Ferrara, pada bagiannya, menekankan dimensi internasional dari pertemuan antara<em>\u00a0Ayatullah Sayyid Ali Al-Husaymi Al-Sistani<\/em>. \"Umat Kristen berharap bahwa setelah pertemuan ini, penganiayaan terhadap umat Kristen di beberapa kota di Irak oleh komunitas Muslim Syiah akan berhenti,\" katanya.<\/p>\n<h2>Sejarah Irak dalam beberapa tahun terakhir<\/h2>\n<p>Pakar Timur Tengah ini memberikan analisis rinci tentang sejarah Irak dalam beberapa tahun terakhir, dari masa Saddam Hussein hingga saat ini.<\/p>\n<p>Namun, sambil menjelaskan penyimpangan yang dilakukan Hussein, ia ingat bahwa <strong>pemerintah menerima orang Kristen dalam posisi-posisi yang bertanggung jawab.<\/strong>Hal ini tidak terjadi saat ini.<\/p>\n<p>Karena alasan ini, pemerintah Muslim yang multi-etnis lebih memihak pada kelompoknya sendiri dan mendiskriminasi umat Kristen, <strong>di mana bantuan asing untuk membangun kembali desa-desa tidak sampai<\/strong>. \"Situasi bagi umat Kristiani, terutama di bagian utara, masih sangat sulit,\" kata ahli tersebut.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1503  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_512\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1504  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1505  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_571 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>\"Jika orang Kristen lenyap dari Irak, seluruh penduduknya ditakdirkan untuk lenyap, karena perang antar etnis\".\u00a0<em>Gerardo Ferrara<\/em>\u00a0<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1506  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_513\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1507  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1508  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_572  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Peran mendasar orang Kristen<\/h2>\n<p>Namun, Gerardo Ferrara menjelaskan bahwa umat Kristiani memainkan peran mendasar di Irak: \"Kekristenan selalu menjadi sumber persatuan di antara semua kelompok etnis.\u00a0<strong>\"Jika orang Kristen lenyap dari Irak, seluruh penduduknya ditakdirkan untuk lenyap, karena perang antar etnis\".<\/strong>katanya.<\/p>\n<p>Untuk alasan ini, bagi pakar Timur Tengah, kunjungan Paus akan ditandai dengan <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/fratelli-tutti\/\">Ensiklik Fratelli tutti,<\/a> karena \"persaudaraan adalah hal yang paling dibutuhkan negara ini\".<\/p>\n<h2>Bapa kami dalam bahasa Aram<\/h2>\n<p>Pertemuan online diakhiri dengan sebuah momen yang mengharukan: Pater Aram Pano menyanyikan Doa Bapa Kami dalam bahasa Aram (bahasa Yesus), sebuah lagu yang sangat indah yang membawa kami kembali ke masa Tuhan.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1509  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada Pertemuan Refleksi CARF ketiga, yang diadakan secara online. Acara ini berlangsung dengan latar belakang perjalanan Paus Fransiskus ke Irak, sebuah perjalanan bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya seorang Paus mengunjungi tanah Abraham, nabi yang menyatukan Yahudi, Kristen dan Muslim.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":183598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-183076","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183076"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":228524,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183076\/revisions\/228524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}