{"id":182930,"date":"2024-08-17T06:00:00","date_gmt":"2024-08-17T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/amaras-al-projimo-como-a-ti-mismo\/"},"modified":"2026-01-20T17:16:51","modified_gmt":"2026-01-20T16:16:51","slug":"amaras-al-projimo-como-a-ti-mismo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/amaras-al-projimo-como-a-ti-mismo\/","title":{"rendered":"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_76 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_248\">\n<h2 class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_729  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><span style=\"color: revert; font-size: revert; font-weight: revert;\">Mencintai: menjadi <a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/article\/yo-les-digo-que-solo-intento-ser-un-buen-cristiano\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">orang Kristen yang baik<\/a><\/span><\/h2>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_730  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_278  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Ini tidak berarti menjadi orang yang terobsesi dengan banyak perintah yang harus dipenuhi, yang sebelumnya dapat membuat seseorang merasa kewalahan, tetapi menjadi orang yang sedang jatuh cinta yang melakukan segala sesuatu dengan sukacita cinta.<\/p>\n<p>Masing-masing dari kita tahu betul apa artinya mengasihi diri sendiri dan apa yang kita ingin orang lain lakukan untuk kita. Dengan menambahkan kata-kata, \"seperti dirimu sendiri\", Yesus telah meletakkan di hadapan kita sebuah cermin yang tidak dapat kita bohongi; Dia telah memberikan kita ukuran yang sempurna tentang apakah kita mengasihi sesama kita atau tidak.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana mengasihi sesama Anda<\/h2>\n\n\n\n<p>Karena itu, segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (Mat. 7:12). Tidak dikatakan, jika Anda suka: Apa pun yang orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepadanya. Ini masih merupakan hukum pembalasan: Mata ganti mata, gigi ganti gigi (Ul. 19, 21). <strong>Lebih tepatnya: apa yang Anda ingin orang lain lakukan terhadap Anda, lakukanlah terhadapnya.<\/strong>dan itu sangat berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa banyak hal yang akan berubah dalam masyarakat jika kita mau menerapkan perkataan Yesus ini ke dalam tindakan! Tidaklah sulit untuk melakukannya. Cukup dengan bertanya kepada diri kita sendiri dalam setiap situasi: jika saya berada di posisinya dan dia di posisi saya, bagaimana saya ingin dia berperilaku terhadap saya?<\/p>\n\n\n\n<p>Kata-kata dan terutama teladan Yesus dalam <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio-cristiano-origen\/\">Injil<\/a> mengundang kita untuk berpikir, untuk berbicara dengannya dalam doa kita dan untuk menarik konsekuensi. Mungkin ketika kita berpikir untuk mengasihi sesama kita, hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita adalah mendedikasikan sebagian waktu luang kita untuk tindakan solidaritas: menemani orang tua berjalan-jalan, <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/es\/como-orar-por-los-enfermos\/\">menghibur orang yang sakit<\/a>Memberi sedekah, membagikan makanan kepada mereka yang tidak punya, ikut serta dalam pesta solidaritas... Semua itu baik, tapi itu hanya permulaan. Bahkan bisa menjadi alasan untuk merasa senang dengan hati nurani yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kata-kata Yesus tidak berbicara tentang perbuatan amal lahiriah tetapi tentang watak batin, yang sangat penting dalam hubungan kita dengan orang lain. Untuk mengasihi, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan sungguh-sungguh mengasihi orang lain, tertarik kepada mereka, membangun jembatan persahabatan, berbagi yang terbaik yang kita miliki: iman kita yang penuh sukacita dan operatif, yang memanifestasikan dirinya dalam perbuatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, lakukanlah segala sesuatu berdasarkan kasih: Jika Anda berdiam diri, berdiam diri berdasarkan kasih; jika Anda berbicara, berbicaralah berdasarkan kasih; jika Anda mengoreksi, koreksilah berdasarkan kasih. Pikirkanlah orang lain dengan kasih yang sejati dan kemudian berikanlah ekspresi konkret dari perasaan yang baik ini dengan cara yang paling bermanfaat bagi setiap orang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pandangan Tuhan<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini adalah tentang melihat secara berbeda pada situasi dan orang-orang yang kita temui untuk hidup, bagaimana caranya? <strong>Dengan tatapan yang kita inginkan agar Tuhan memandang kita<\/strong>maaf, kebajikan, pengertian, pengampunan...!<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika Rasul Yohanes sudah sangat tua, ia dibawa ke pertemuan-pertemuan Kristen dan ketika ia diminta untuk menceritakan sesuatu tentang Yesus, ia selalu mengulangi: \"Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah\" (1 Yoh. 4:7). Karena ia selalu mengatakan hal yang sama, mereka bersikeras: \"Tetapi engkau telah bersama <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/blog\/misterios-gozosos-del-santo-rosario\/\">Yesus<\/a> dan Anda tahu banyak hal tentang Dia, mengapa Anda selalu mengulangi hal yang sama kepada kami? Dan dia menjawab: \"Karena itu adalah ajaran Tuhan dan jika kita mempraktikkannya, kita telah mempraktikkan seluruh Injil-Nya\".<\/li>\n\n\n\n<li>Di dunia yang kita tinggali dan yang ingin kita lihat dalam kedamaian, dunia di mana martabat semua orang diakui dan masyarakat yang lebih adil dimungkinkan, cita-cita ini tidak akan terwujud jika kita tidak memulainya dari diri kita sendiri: dengan membersihkan hati kita dari sikap mementingkan diri sendiri dan memenuhinya dengan kasih Allah, dan dengan membuatnya menjadi nyata dalam kehidupan kita. <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/un-dia-en-la-vida-de-la-virgen\/\">KEHIDUPAN KELUARGA<\/a> dan dalam berurusan dengan kolega dan teman kita bahwa kita benar-benar mencintai mereka dan peduli terhadap mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Kami mohon kepada Bunda kami, Bunda Maria yang penuh kasih, untuk menolong kami untuk mengasihi seperti yang telah diajarkan oleh Putranya kepada kami.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Fransiskus mengenang Misa Krisma saat ia melanjutkan katekese tentang Roh Kudus\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/5aFnC3A9hZg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">Orang-orang Kristen yang dalam kasih memancarkan \"bau harum Kristus\".<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><strong>Bapak Francisco Varo Pineda<\/strong>Direktur Penelitian di Universitas Navarra.<br>Fakultas Teologi, Profesor Kitab Suci.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suatu hari, seseorang yang ahli Taurat bertanya kepada Yesus untuk mengujinya, \"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Pertanyaan itu bukanlah pertanyaan yang sia-sia, karena guru-guru agama Yahudi mengajarkan bahwa kita harus menaati seluruh 613 perintah dalam Taurat, di mana setiap perintah memiliki contoh-contoh khusus.<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":183452,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-182930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182930"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":227782,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182930\/revisions\/227782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}