{"id":167680,"date":"2022-04-14T16:01:58","date_gmt":"2022-04-14T14:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/blog\/como-orar-por-los-enfermos\/"},"modified":"2025-01-30T16:36:08","modified_gmt":"2025-01-30T15:36:08","slug":"como-orar-por-los-enfermos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/como-orar-por-los-enfermos\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara berdoa untuk orang sakit?"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_1 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_9\">\n<h2 class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_21  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><span style=\"color: revert; font-size: revert; font-weight: revert;\">Pelajari bagaimana berdoa untuk orang sakit dan cari tahu bagaimana Yesus berdoa untuk orang sakit.<\/span><\/h2>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_10\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_25  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_9  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Kamus bahasa Spanyol mengatakan bahwa welas asih adalah \"perasaan sepenanggungan dan kasihan terhadap mereka yang menderita kesulitan atau kemalangan\". Belas kasih sejati bagi mereka yang membutuhkan diharapkan dari semua orang, karena belas kasih adalah bagian dari \"kemanusiaan\".<\/p>\n<p>Mampu menunjukkan belas kasih membuat kita bersolidaritas dengan orang lain, memperbesar pikiran dan hati, membuat kita lebih besar. Yang benar-benar \"agung\" sepanjang masa adalah para penyayang, mereka yang mampu berbelas kasih yang tulus.<\/p>\n<p>Belas kasih yang sejati tidak hanya bergerak ke perasaan tetapi juga ke tindakan; dan itu dapat mengarah pada pemberian hidup seseorang, dalam detail yang konkret dan setiap hari, demi orang lain. Hal ini terjadi karena, pertama dan terutama, belas kasihan adalah karakteristik esensial dari Tuhan dan pekerjaan-Nya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_10 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<p class=\"et_pb_text_inner\">\"Hanya Allah yang mengasihi kita sampai-sampai mengambil ke atas diri-Nya sendiri luka-luka kita dan rasa sakit kita yang layak untuk diimani\". <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/la-trascendencia-teologica-de-benedicto-xvi\/\">Benediktus XVI<\/a>.<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_11  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<p class=\"et_pb_text_inner\">Paus Emeritus mengamati bahwa \"kebesaran umat manusia pada dasarnya ditentukan oleh hubungannya dengan penderitaan dan dengan penderitaan. Hal ini berlaku baik bagi individu maupun bagi masyarakat. Masyarakat yang tidak berhasil menerima mereka yang menderita dan tidak mampu memberikan kontribusi melalui belas kasihan untuk berbagi dan menanggung penderitaan juga secara batiniah, adalah masyarakat yang kejam dan tidak manusiawi\" (Spe salvi, 38).<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\"Kesengsaraan terbesar adalah tidak mengetahui bagaimana cara mencintai. Mereka yang buta dan tuli terhadap kebutuhan orang lain, orang sakit dan orang miskin, mereka yang melihat ke arah lain dan hanya peduli pada diri mereka sendiri.\" Santo Teresa dari Kalkuta<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_11\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_28  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_12 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<p class=\"et_pb_text_inner\"><a href=\"https:\/\/es.wikipedia.org\/wiki\/Matthias_Gr%C3%BCnewald\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Matthias Gr\u00fcnewald<\/a> Matthias Gr\u00fcnewald adalah seorang pelukis yang tidak banyak diketahui pada zamannya. Pada awal abad ke-16 ia melukis adegan penyaliban untuk sebuah altar di Isenheim, Alsace. Joseph Ratzinger menulis tentang lukisan ini pada tahun 1999 bahwa lukisan ini adalah \"lukisan penyaliban yang paling mengharukan di seluruh Kekristenan\".<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1024px-Mathis_Gothart_Grunewald_022.jpg\" alt=\"orar enfermos \" \/><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_12\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_31  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_13  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h3>Makna lukisan<\/h3>\n<p>Lukisan ini berada di sebuah biara tempat orang-orang sakit akibat wabah pes pada akhir Abad Pertengahan dikirim. \"Orang yang disalibkan, Ratzinger menunjukkan, digambarkan sebagai salah satu dari mereka, disiksa oleh rasa sakit terbesar saat itu, seluruh tubuhnya penuh dengan bubo dari wabah.<\/p>\n<p>Ratizinger juga mengakui bahwa Sengsara dan Salib Yesus sering kali menakutkan, karena tampak seperti negasi kehidupan. \"Pada kenyataannya, justru sebaliknya! Salib adalah 'ya' Tuhan kepada manusia, ekspresi tertinggi dan paling intens dari cinta-Nya dan sumber dari mana kehidupan kekal mengalir.<\/p>\n<p>Dari hati Yesus yang tertusuk telah memunculkan kehidupan ilahi ini. Dia sendiri yang mampu membebaskan dunia dari kejahatan dan membawa pertumbuhan Kerajaan-Nya yang adil, damai dan cinta kasih yang kita semua cita-citakan.<\/p>\n<h3>Perawatan penuh kasih bagi yang sakit<\/h3>\n<p>Berbelas kasihan kepada orang sakit dan yang membutuhkan di masa-masa sulit ini adalah dengan berdoa untuk mereka dan bersama mereka dengan berdoa, misalnya: \"Air dari sisi Kristus, basuhlah aku. Passion of Christ, kuatkanlah aku. Oh Yesus yang baik, dengarkanlah aku. Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah aku. Dari musuh yang jahat, belalah aku. Pada saat kematianku, panggil aku.\" <em>Fragmen Doa Santo Ignatius dari Loyola<\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_13\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_34  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_14 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">Di samping Salib Yesus dan salib kita, ada dan akan selalu ada Perawan Maria, yang kita panggil dengan keyakinan dan keyakinan sebagai \"Kesehatan orang sakit dan Penghibur orang yang menderita\".<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_14\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_37  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_15  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h3>Yesus dan orang sakit<\/h3>\n<p>Banyak bagian Alkitab yang menunjukkan bagaimana Yesus berdoa untuk orang sakit dan tunduk kepada kehendak Bapa-Nya. Ia tetap berkomunikasi dengan Bapa dan mengikuti arahan dan bimbingan-Nya dalam segala hal yang dilakukan dan dikatakannya. <em>(Yohanes 5:17-18; Yohanes 8:26).<\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_15\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_39  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\">\u00a0<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_40  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_16 table-header  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<table style=\"width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Penyakit<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Referensi Alkitab<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Petisi<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Apa yang Yesus lakukan, bagaimana Dia berdoa untuk orang sakit?<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_16\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_43  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_17 table-row  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<table style=\"width: 100%;\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Kusta<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Matius 8:1-4<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Tuhan, jika Engkau mau, Engkau bisa membersihkan saya.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Saya melakukannya,\" katanya. Ini bersih!<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Kelumpuhan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Matius 8:5-13<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">(Perwira itu berkata:) Tuan, hambaku sedang terbaring di rumah karena lumpuh, dan ia sangat menderita.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Ia menawarkan diri untuk pergi dan menyembuhkannya, tetapi perwira itu berkata bahwa ia percaya pada otoritas perkataan Yesus. Yesus kemudian berkata, \"Pergilah! Segala sesuatu akan dilakukan seperti yang Anda yakini\".<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Demam<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Matius 8:14-15<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus melihat ibu mertua Petrus yang sedang sakit.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Dia hanya menyentuhnya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Kebutaan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yohanes 9:1-7<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Murid-murid bertanya kepada Yesus, \"Rabi, orang ini dilahirkan buta, siapa yang berdosa, dia atau orang tuanya?\"<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus menjawab mereka, \"Ia tidak berdosa, dan orang tuanya pun tidak, tetapi hal itu terjadi supaya pekerjaan Allah menjadi nyata dalam hidupnya\". Ia meludah ke tanah, membuat lumpur dari ludah itu dan mengoleskannya ke mata orang buta itu, dan menyuruhnya pergi dan mandi di kolam Siloam.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Ketidakabsahan<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yohanes 5:1-9<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus memperhatikannya di antara banyak orang sakit di kolam Betesda.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus bertanya kepadanya apakah ia ingin disembuhkan, orang sakit itu menjawab dengan alasan-alasan, tetapi Yesus berkata kepadanya, \"Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Tangan lumpuh<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Matius 12:9-14<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus melihat orang itu ketika ia memasuki sinagoga.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus menyuruhnya untuk mengulurkan tangannya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\"><strong>Tuna rungu<\/strong><\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Markus 7:31-37<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Orang-orang lain membawanya kepada Yesus dan mereka memohon kepada-Nya untuk menumpangkan tangan-Nya kepada orang yang tuli dan bisu itu.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus membawa orang sakit itu ke samping, memasukkan jari-jarinya ke dalam telinganya dan menyentuh lidahnya dengan air liur. Dia menengadah ke langit, menghela napas dan berkata \"bukalah\".<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"width: 25%;\">Aliran Darah<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Matius 9:20-22<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Ia menyentuh ujung jubah Yesus sambil berpikir, \"Jika saya setidaknya bisa menyentuh jubah-Nya, saya akan sembuh.<\/td>\n<td style=\"width: 25%;\">Yesus berpaling dan melihatnya, lalu berkata kepadanya, \"Beranilah, anakku! Iman Anda telah menyembuhkan Anda.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Kolaborasi dari:<br><strong>D. Ramiro Pellitero Iglesias<\/strong>Profesor Teologi Pastoral, Fakultas Teologi, Universitas Navarra.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kami selalu ingin, dari Yayasan CARF, memberikan arti penting dan nilai untuk mendoakan mereka yang sakit dan yang paling membutuhkan. Melakukan seperti yang Yesus lakukan dan mengikuti teladan-Nya dalam Injil.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":178785,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[7,8],"class_list":["post-167680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-oracion","tag-sacramentos"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167680"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":203885,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167680\/revisions\/203885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}