{"id":162267,"date":"2022-12-19T12:30:17","date_gmt":"2022-12-19T11:30:17","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonios&#038;p=162267"},"modified":"2024-11-11T17:05:57","modified_gmt":"2024-11-11T16:05:57","slug":"proyecto-de-parroquia-en-kenia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/proyecto-de-parroquia-en-kenia\/","title":{"rendered":"Seminaris Kenya mencari bantuan untuk membangun paroki di daerahnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_149 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_815\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2292 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2293 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_879 post-excerpt et_pb_text_align_center et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2294 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_816\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2295 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2296 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_880 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Proyek paroki untuk Home Bay<\/h2>\n<p>Cecil Agutu adalah seorang seminaris Kenya yang belajar teologi di Universitas Navarra berkat beasiswa dari CARF Foundation. Cecil juga mengepalai proyek paroki di desa asalnya, Kagan, yang terletak di daerah pedesaan Homa Bay di Kenya. <strong>Gereja Katolik Achego Martir Uganda<\/strong>Tujuan paroki ini berlipat ganda, karena tidak hanya akan melayani umat beriman di daerah itu, tetapi juga akan berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan dan pekerjaan penduduknya.<\/p>\n<p>Paroki ini akan menyatukan 21 kapel yang bergantung padanya dan yang akan<strong> melayani 3.080 umat Katolik dan komunitas yang lebih luas yang terdiri dari 30.553 jiwa.<\/strong> \"Ini adalah proyek mulia yang akan memberikan banyak manfaat bagi banyak keluarga,\" kata Cecil kepada CARF Foundation.<\/p>\n<p>\"Kami membangun paroki baru dari nol. Sejauh ini kami telah berhasil memasukkan perlengkapan liturgi dasar yang diperlukan untuk merayakan misa dan perayaan lainnya dan juga, untuk membangun rumah paroki, sehingga pastor paroki sudah dapat tinggal di paroki untuk melayani umat beriman. Apa yang ingin kami lakukan sekarang adalah membangun gereja dan tempat suci Maria, kantor paroki dan fasilitas terkait,\" jelasnya.<\/p>\n<h3>Bagaimana hal ini akan meningkatkan layanan masyarakat?<\/h3>\n<p>Pembangunan gereja paroki juga akan melibatkan <strong>pembuatan rumah sakit. Klinik<\/strong> dan dua apotik yang ada di daerah itu terlalu kecil untuk lebih dari 30.000 penduduk karena fasilitasnya terbatas untuk penyakit sederhana dan pertolongan pertama. Selain itu, tidak ada dokter untuk mengobatinya. Seringkali orang harus menempuh perjalanan lebih dari 29 kilometer untuk mendapatkan pertolongan medis.<\/p>\n<p>Paroki juga akan memiliki <strong>air sumur.<\/strong> Kurangnya air minum adalah kebutuhan terbesar di distrik ini, karena tidak ada sungai atau pasokan air umum.<strong> Sumur ini akan memasok 1.055 orang.<\/strong> dari daerah sekitarnya dan, <strong>pada saat kekeringan, kepada 1.272 orang lainnya<\/strong> yang tinggal lebih dari satu kilometer jauhnya.<\/p>\n<p>Selain itu, <strong>meningkatkan tingkat pendidikan <\/strong> melalui perbaikan sekolah Dasar dan Menengah Achego, yang disponsori oleh Gereja Katolik dan memiliki jumlah anak terbesar di daerah tersebut. Ini juga akan membangun <strong>sekolah kedua <\/strong>di desa God Ndiru, yang saat ini kekurangan guru dan ruang kelas.<\/p>\n<p>Akhirnya, pembangunan gereja akan memerlukan pembangunan gedung <strong>infrastruktur kritis<\/strong> seperti jalan yang layak dan listrik, yang akan membuka daerah tersebut untuk bisnis dan pekerjaan bagi kaum muda. Dalam video ini, Cecil menjelaskan proyek parokinya: \"Mengangkat layar\".<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_video et_pb_video_10\">\n<div class=\"et_pb_video_box\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Paroki di Kagan, Kenya - Proyek Solidaritas CARF | CARF Foundation\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/u25Yb-UwcMo?feature=oembed\" width=\"1080\" height=\"608\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2297 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_817\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2298 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2299 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_9 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk seminaris dan imam diosesan Kenya - donasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_189\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-162270\" title=\"proyek-paroki-di-kenia\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia.jpg 720w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-480x267.jpg 480w\" alt=\"di\u00e1cono de filipinas\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_881 leyenda et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>\"Proyek paroki yang ingin kami bangun akan menyatukan 21 kapel yang bergantung padanya dan melayani 3.080 umat Katolik dan komunitas yang lebih luas yang terdiri dari 30.553 jiwa. Ini adalah proyek mulia yang akan memberikan banyak manfaat bagi banyak keluarga,\" kata Cecil kepada CARF Foundation.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2300 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_818\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2301 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2302 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_882 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Sedikit sejarah<\/h2>\n<p>Sembilan puluh tiga tahun yang lalu, misionaris Katolik pertama tiba di Kagan (Kenya, Afrika) dan sejak itu telah terjadi banyak pertobatan. Selama waktu ini, umat Katolik telah mempromosikan hampir setengah dari sekolah yang ada di kota pedesaan: lima belas sekolah dasar dan enam sekolah menengah. Separuh lainnya telah ditetapkan oleh pemerintah.<\/p>\n<p>Mereka juga telah membangun tiga sumur selama ini, dua di desa-desa dan satu untuk satu-satunya pusat kesehatan pemerintah yang ada di Kagan, yang sama banyaknya dengan yang telah dibangun pemerintah dalam waktu yang sama.<\/p>\n<p>Baru sejak September 2018, gereja di Kagan didirikan sebagai paroki, bernama <em>Paroki Katolik Uganda Martir Achego<\/em>. Ini berarti bahwa, pada akhirnya, desa ini memiliki kehadiran permanen setidaknya satu imam residen dan layanan misa yang berkelanjutan, selain melayani keluarga yang tinggal di daerah-daerah yang tersebar di sub-kabupaten.<\/p>\n<h3>Misionaris pertama<\/h3>\n<p>Pastor Philip Scheffer dan Pastor Hotsman, misionaris pertama, menyeberangi Danau Victoria dari stasiun Katolik di Ojola di Kisumu untuk mendirikan paroki St Teresa Asumbi pada tahun 1912. Tempat itu penuh dengan binatang buas dan penyihir yang memelihara ular di dalam pot-pot kecil yang disebut Asumbi. Belakangan, daerah itu berganti nama menjadi Asumbi.<\/p>\n<p><strong>Para misionaris membangun gereja jerami pada tahun 1915, yang dibakar oleh orang-orang yang tidak percaya pada tahun 1917.<\/strong> Yang mengherankan orang-orang, api tidak membakar tabernakel, mendorong para misionaris untuk membangun gereja lain dari jerami. D. Hotsman melakukan perjalanan ke Eropa pada tahun 1919 dengan membawa sampel tanah merah Asumbi untuk menguji apakah tanah merah tersebut dapat digunakan untuk membuat batu bata.<\/p>\n<h3>Pembuatan ribuan batu bata<\/h3>\n<p>Dengan bantuan umat setempat, para misionaris membuat ribuan batu bata antara tahun 1922 dan 1923. Theresa Asumbi selesai dibangun pada tahun 1928 dan melayani orang-orang dari daerah yang jauh. Kemudian, Suster-suster Fransiskan Santo Yosef mendirikan Biara Asumbi dan Sekolah Guru Asumbi. Sebuah sekolah dasar dan menengah putri juga dibangun di daerah tersebut.<\/p>\n<p>\"Pada tahun 1974, sebuah kapel didirikan di bawah paroki St. Theresa Asumbi di desa saya, Kagan, di tempat yang dikenal sebagai Achego. Terdiri atas platform yang ditutupi lembaran besi. Achego adalah tempat di mana nenek moyang saya pertama kali menetap ketika mereka bermigrasi ke daerah ini. Tanah gereja terdekat, sekolah dasar dan sekolah menengah disumbangkan oleh keluarga saya,\" kata Cecil.<\/p>\n<h3>Generasi ketiga Katolik<\/h3>\n<p>Cecil adalah generasi ketiga Katolik. Kakek-neneknya pindah ke agama Katolik. \"Kakek saya, Valentine Agutu, adalah seorang poligamis dan sebelum pindah agama, ia telah mempraktikkan agama animisme Afrika. Bersama nenek saya, Susana Odero Agutu, mereka masuk Gereja Katolik berkat karya para misionaris Katolik dari Serikat Santo Yosef di distrik pedesaan kami,\" kenangnya.<\/p>\n<p>Ia adalah anak kedua dari enam bersaudara, tiga saudara perempuan dan tiga saudara laki-laki. Ayahnya meninggal satu setengah tahun yang lalu, dan sebagai anak laki-laki pertama dalam keluarga, kini ia harus membantu ibunya, Joyce Agutu.<\/p>\n<p>\"Paroki terdekat dengan rumah kami, St. Theresa Asumbi, berjarak 7 kilometer jauhnya dan ayah saya mengatakan bahwa sebagai seorang anak ia akan berjalan ke sana untuk pengakuan dosa pada hari Sabtu dan Misa Kudus pada hari Minggu. Ibu saya adalah seorang Anglikan dan pindah ke Gereja Katolik setelah dia menikah dengan ayah saya.<\/p>\n<h3>Proyek di daerah pedesaan<\/h3>\n<p>Cecil mempelajari gelar dalam bidang Matematika, Ekonomi dan Sosiologi di Egerton University di Kenya. Ia kemudian belajar Master dalam bidang Manajemen Publik dan Pembangunan di Universitas Witwatersrand, Johannesburg (Afrika Selatan) dan Master dalam bidang Filosofi di Universitas Strathmore di Kenya.<\/p>\n<p>\"Saya banyak bekerja di bidang pembangunan dengan organisasi non-pemerintah, terutama dalam proyek-proyek di daerah pedesaan dan di lingkungan yang kurang beruntung di daerah perkotaan, selama 17 tahun, sebelum datang ke Pamplona untuk belajar teologi. Saya adalah agregat dari Prelatur Opus Dei dan saya sedang belajar tahun kedua dari Licentiate dalam Teologi Dogmatik di Universitas Gerejawi Navarre. Saya tinggal di Colegio Mayor Aralar\", jelasnya.<\/p>\n<p>Pada akhir tahun akademik ia akan diberitahu tentang penahbisannya menjadi imam.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2303 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_819\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2304 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2305 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_10 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk seminaris dan imam diosesan Kenya - donasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_190\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-162274\" title=\"paroki-proyek-di-kenia-2\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-2.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-2.jpg 720w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-2-480x267.jpg 480w\" alt=\"di\u00e1cono de filipinas\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_883 leyenda et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">Gabriel Atieno, Vikaris Yudisial Keuskupan Katolik Teluk Homa dan Rektor Seminari Kecil St. Ia adalah alumnus Universitas Kepausan Salib Suci, tempat ia belajar untuk mendapatkan gelar licentiate dan doktor dalam bidang Hukum Kanonik.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2306 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_820\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2307 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2308 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_884 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Tantangan-tantangan utama penginjilan di Kenya<\/h2>\n<p>Umat Katolik di Kenya biasanya harus melakukan perjalanan jauh, biasanya dengan berjalan kaki, untuk pergi ke pengakuan dosa dan menghadiri Misa Kudus, karena kurangnya gereja dan sedikit imam untuk menghadiri mereka.<\/p>\n<p>Selain itu, karena rendahnya pembentukan manusia, spiritual dan ekonomi penduduk, praktik-praktik budaya seperti poligami tetap ada, yang merugikan martabat manusia dan menghalangi penyebaran dan praktik iman Katolik, dan penyebaran sekte dan komunitas heterodoks lainnya adalah hal yang biasa.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2309 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_821\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2310 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2311 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_11 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk seminaris dan imam diosesan Kenya - donasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_191\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-162275\" title=\"parish-in-kenia-3-project\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-3.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-3.jpg 720w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/proyecto-de-parroquia-en-kenia-3-480x267.jpg 480w\" alt=\"di\u00e1cono de filipinas\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2312 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_822\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2313 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2314 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_885 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Data proyek paroki untuk hibah.<\/h2>\n<ul>\n<li>Bangunan gereja di Kagan, Kabupaten Homa Bay, Kenya (Gereja Katolik Uganda Martir Achego).<\/li>\n<li>Total anggaran untuk Gereja, tempat pemujaan Maria, rumah paroki, kantor pastor dan fasilitas umum: 1.318.170,71 \u20ac.<\/li>\n<li>Yayasan pemohon: Yayasan Orem<\/li>\n<li>Mitra proyek paroki: Yayasan Orem yang bekerja sama dengan:<br \/>\nUmat beriman dan pastor paroki dari Paroki Katolik Uganda Martir Achego.<br \/>\nKeuskupan Katolik Teluk Homa (<a href=\"http:\/\/www.cdohb.or.ke\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.cdohb.or.ke<\/a>).<\/li>\n<li>Questworks Limited) untuk desain dan konstruksi proyek.<\/li>\n<li>Dipersembahkan oleh: Cecil Cerrilius Otieno Agutu, Direktur Jenderal.<br \/>\nE-mail: cecil@oremfoundation.com.<br \/>\nTelepon: +34 665 96 22 38.<br \/>\nAlamat: P.O. Box 2101, 40100 Kisumu, KENYA.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_886 elemento-firma et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\"><strong>Marta Sant\u00edn,<\/strong><br \/>\nWartawan yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2315 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proyek Cecil akan memudahkan orang-orang di desa asalnya, Kagan, untuk menghadiri Ekaristi. Pembangunan gereja juga akan berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan pasokan air bagi komunitasnya.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":169122,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[121],"class_list":["post-162267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=162267"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":200250,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/162267\/revisions\/200250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169122"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=162267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=162267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=162267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}