{"id":161850,"date":"2022-12-07T09:59:27","date_gmt":"2022-12-07T08:59:27","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonios&#038;p=161850"},"modified":"2024-06-06T10:39:54","modified_gmt":"2024-06-06T08:39:54","slug":"diacono-de-filipinas-mon-carmelo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/diacono-de-filipinas-mon-carmelo\/","title":{"rendered":"Kekuatan senyuman"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_147 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_799\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2244 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2245 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_860 post-excerpt et_pb_text_align_center et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2246 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_800\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2247 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2248 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_861 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Seorang diaken dari Filipina<\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/mon-carmelo-fidel-marcaida\/\"><strong>Mon Carmelo<\/strong><\/a> berasal dari keluarga Katolik dengan empat bersaudara yang selalu menghadiri Misa, berdoa rosario dan merayakan Sabda setiap hari Minggu. Ia masuk seminari kecil karena \"rasa ingin tahu\" saat berusia 12 tahun. \"Saya tidak tahu bahwa itu adalah seminari sampai saya mendengar pengumuman dari pastor paroki saya bahwa ada ujian bagi mereka yang ingin masuk seminari kecil. Jadi saya bertanya kepada orang tua saya apakah saya bisa mengikuti ujian untuk masuk. Itu adalah kejutan bagi mereka,\" jelasnya.<\/p>\n<h3>\"Bereskan semua ini untuk saya.\"<\/h3>\n<p>Mon Carmelo mengaku bahwa ia masuk seminari tanpa memiliki gagasan yang jelas. Dan meskipun beberapa hal sulit baginya, ia mengatakan bahwa ia melihat kembali empat tahun di seminari kecil dengan sukacita: \"Saya belajar banyak hal dan di sana<strong> Saya menemukan panggilan saya untuk menjadi imam.<\/strong> Saya menemukan bahwa Tuhan memanggil saya untuk menjadi <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\">imam<\/a>\".<\/p>\n<p>Saat itu ia berusia 15 tahun dan sangat takut, tetapi ia memiliki kepercayaan yang besar kepada Tuhan. Karena bingung, dalam doanya ia meminta: \"Jelaskanlah semua ini kepadaku, Tuhan, jelaskanlah semua ini kepadaku. Saya masih sangat muda, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Tetapi saya merasakan panggilan Anda dan saya meminta Anda untuk membantu saya menjawabnya.<\/p>\n<h3>Kebutuhan akan imam<\/h3>\n<p>Bagi mereka yang berpikir bahwa ia masuk seminari terlalu muda, ia memiliki jawaban: \"Seperti yang saya katakan, saya masuk tanpa rencana untuk menjadi seorang imam. Tetapi saya harus mengatakan bahwa tahun-tahun saya belajar filsafat adalah beberapa yang terbaik dalam hidup saya. Panggilan saya untuk menjadi imam mulai bertumbuh. Saya mulai memahami panggilan Tuhan\".<\/p>\n<p>Karena Mon mengerti<strong> kebutuhan akan imam-imam di keuskupan mereka, kehausan umat akan sakramen-sakramen<\/strong> Dan pada saat itu, \"Saya tahu dan merasakan bahwa Tuhan meminta saya untuk menjadi seorang imam. Itulah mengapa saya mengatakan YA. <strong>Siapakah saya untuk menolak panggilan-Nya untuk menjadi alat musik-Nya?<\/strong> Tanpa ragu, itu adalah YA dengan keyakinan yang besar pada belas kasihan dan anugerah Tuhan.<\/p>\n<h3>Hari di mana dia mengatakan ya<\/h3>\n<p>Dia ingat betul hari ketika dia berkata \"Ya\" kepada Tuhan. <strong>\"Pada suatu musim panas, rektor mengirim saya ke sebuah desa di pulau yang sangat terpencil, tanpa listrik, tanpa apa-apa.<\/strong> Itu sangat sulit karena saya berasal dari kota besar dan saya tidak terbiasa hidup tanpa sarana. Rektor mengutus saya ke sana untuk mengajar orang berdoa, menemani mereka, mengajar katekisasi, memberikan kelas katekisasi untuk orang tua dan muda, dan yang terutama, membantu merayakan Misa Kudus karena di desa itu Ekaristi hanya dirayakan setiap dua bulan sekali. Di pulau itu, saya berkata Ya kepada Tuhan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2249 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_801\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2250 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2251 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_2 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk para seminaris dan imam keuskupan di Filipina - berdonasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_184\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-161857\" title=\"baptisan mon-carmelo\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-bautizo.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-bautizo.jpg 720w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-bautizo-480x267.jpg 480w\" alt=\"di\u00e1cono de filipinas\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_862 leyenda et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>\"Hampir setiap hari saya melakukan pembaptisan. Dalam tiga minggu pertama sebagai diaken di Filipina, saya membaptis lebih dari 50 anak.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2252 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_802\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2253 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2254 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_863 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Pengalaman di Bidasoa dari seorang diaken dari Filipina<\/h2>\n<p>Kemudian, uskupnya mengirimnya untuk belajar di <a href=\"https:\/\/seminariobidasoa.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seminar Internasional Bidasoa<\/a> di mana ia telah bekerja selama empat tahun.<\/p>\n<p>\"Ini merupakan beberapa tahun yang luar biasa dan saya memiliki waktu yang menyenangkan. Saya menyukai suasana kekeluargaan, kasih sayang para pembina, cinta persaudaraan yang dibagikan di antara para seminaris, tingkat akademis yang brutal. <strong>Ini merupakan pengalaman yang spektakuler.<\/strong> Saya telah kembali ke keuskupan Masbate dan siap menghadapi apa pun berkat formasi yang saya terima. Saya sangat berterima kasih atas semua bantuan yang saya terima di seminari Bidasoa,\" katanya.<\/p>\n<h3>Pengaruh seorang imam muda<\/h3>\n<p>Ketika ia ditahbiskan sebagai imam, uskupnya akan mengirimnya ke sebuah paroki. \"Kaum muda menyukai imam-imam muda dan baru. Mereka ingin melihat para imam yang sangat bersemangat, yang memiliki hati yang besar untuk mereka. Bagi saya, Anda harus selalu ceria, banyak tersenyum, dan selalu bersama mereka.<strong> Tersenyum dan selalu ada saat dibutuhkan adalah dua hal yang paling penting dalam penginjilan kaum muda\",<\/strong> menegaskan.<\/p>\n<h3>Kekuatan senyuman<\/h3>\n<p>Ia juga percaya bahwa kaum muda harus merasa bahwa Gereja mengasihi dan membutuhkan mereka. \"Tantangan besar kami adalah menjadikan mereka bagian dari komunitas iman yang lebih besar di sebuah paroki. Hal ini tidak mudah. <strong>Tetapi dengan kekuatan tersenyum dan berdoa,<\/strong> Tuhan membuat keajaiban karena kita dapat dengan mudah memulai percakapan dengan mereka jika mereka melihat Anda selalu ceria dan bahagia,\" katanya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2255 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_803\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2256 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2257 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_3 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk para seminaris dan imam keuskupan di Filipina - berdonasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_185\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-161859\" title=\"mon-carmelo-seminarians\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-seminaristas.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-seminaristas.jpg 720w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/mon-carmelo-seminaristas-480x267.jpg 480w\" alt=\"di\u00e1cono de filipinas\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_864 leyenda et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\"Dengan kekuatan tersenyum dan berdoa, Tuhan melakukan mukjizat di antara kaum muda, karena kita dapat dengan mudah memulai percakapan dengan mereka jika mereka melihat Anda selalu ceria dan bahagia\".<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2258 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_804\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2259 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2260 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_865 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Kebutuhan kerasulan keuskupan Anda<\/h2>\n<p>Banyak yang mengklaim bahwa Filipina adalah negara yang paling banyak menganut agama Katolik di Asia, benteng pertahanan agama Katolik di benua ini. Namun, sekularisme juga berdampak pada negara ini. \"Lebih dari dua tahun pandemi telah menjadi masa yang sangat berat bagi provinsi Masbate. Sekarang kami sedang dalam masa pemulihan baik secara ekonomi maupun budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, <strong>kaum muda telah menjauh dari Gereja\".<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengatasi kecenderungan ini di kalangan kaum muda, parokinya telah menyiapkan program evangelisasi untuk pergi ke pulau-pulau, desa-desa dan lingkungan untuk menemani dan memberikan pembinaan Katolik kepada kaum muda. \"Ini adalah kebutuhan kerasulan yang besar. Jadi kami tidak keberatan pergi ke tempat-tempat terpencil dan mendaki gunung untuk memberikan katekese kepada kaum muda,\" katanya.<\/p>\n<h3>Haus akan sakramen-sakramen<\/h3>\n<p>Keprihatinan lain dari keuskupannya adalah kebutuhan akan imam. \"Ada banyak tempat <strong>di mana orang-orang sangat haus akan sakramen-sakramen,<\/strong> Namun karena jumlah pendeta yang sedikit, mereka hanya dapat mengunjungi mereka sebulan sekali. Saya merasa sangat kasihan dengan begitu banyak orang yang hanya menerima Tuhan dalam perjamuan kudus sebulan sekali karena kami tidak memiliki imam. Itu sangat menyakitkan bagi saya.<\/p>\n<h3>Pembaptisan harian<\/h3>\n<p>Menjadi seorang diakon di Filipina melibatkan Mon dalam mempersiapkan para pelayan Perjamuan Kudus yang luar biasa untuk membantu mereka dalam mengelola Ekaristi di desa-desa pegunungan yang terpencil dan tersesat.<\/p>\n<p>Selain semua pekerjaan pastoral ini, Mon juga mempersiapkan diri untuk mengajar kursus bahasa Latin di seminari keuskupannya dan mengajar bahasa Spanyol di sebuah universitas Katolik di keuskupannya.<\/p>\n<p><strong>Dan sesuatu yang membuatnya puas sejak ditahbiskan sebagai diakon di Filipina: \"Hampir setiap hari saya memiliki <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/expertos\/por-que-bautizar-a-los-ninos-pequenos\/\">baptisan<\/a>. Dalam tiga minggu pertama sebagai diaken, saya membaptis lebih dari 50 anak.<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_blurb et_pb_blurb_4 et_clickable et_pb_text_align_left et_pb_blurb_position_left et_pb_bg_layout_dark\">\n<div class=\"et_pb_blurb_content\">\n<div class=\"et_pb_main_blurb_image\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\"><span class=\"et_pb_image_wrap\"><span class=\"et-waypoint et_pb_animation_top et_pb_animation_top_tablet et_pb_animation_top_phone et-pb-icon\">\uf4b9<\/span><\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"et_pb_blurb_container\">\n<h4 class=\"et_pb_module_header\"><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/\">Bantu membentuk para seminaris dan imam keuskupan di Filipina - berdonasi sekarang!<\/a><\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2261 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_805\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2262 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2263 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_866 elemento-firma et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><strong>Marta Sant\u00edn<\/strong><br \/>\nWartawan yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2264 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mon Carmelo Fidel Marcaida adalah seorang diakon berusia 27 tahun dari keuskupan Masbate, Filipina. Ia belajar teologi di Seminari Internasional Bidasoa di Pamplona. Dia baru saja kembali ke negaranya di mana dia telah ditahbiskan sebagai diakon pada 26 September 2022. Insya Allah, ia akan ditahbiskan menjadi imam pada bulan Maret 2023. Baginya, dua kebajikan terpenting dalam evangelisasi di kalangan kaum muda adalah senyuman dan selalu hadir ketika mereka membutuhkan Anda. <\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":169115,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[149],"class_list":["post-161850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-diacono"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=161850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169804,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/161850\/revisions\/169804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=161850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=161850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=161850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}