{"id":158328,"date":"2023-02-09T14:03:42","date_gmt":"2023-02-09T13:03:42","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonios&#038;p=158328"},"modified":"2024-06-06T10:36:43","modified_gmt":"2024-06-06T08:36:43","slug":"simon-seminarista-de-tanzania-de-ingeniero-a-sacerdote","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/simon-seminarista-de-tanzania-de-ingeniero-a-sacerdote\/","title":{"rendered":"Simon, seminaris Tanzania: dari insinyur menjadi imam"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_153 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_846\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2385 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2386 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_903 post-excerpt et_pb_text_align_center et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_module et_pb_video et_pb_video_13\">\n<div class=\"et_pb_video_box\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"DIA ADALAH SEORANG INSYUR SIPIL, tetapi ia tahu bahwa ALLAH AKHIRNYA AKAN MEMANGGILNYA: Simon John Muhangwa dari Tanzania ????????\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/cN_6H2xo10s?feature=oembed\" width=\"1080\" height=\"608\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2387 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_847\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2388 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2389 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_904 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<div class=\"page\" title=\"Halaman 1\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h2><strong>Simon, seminaris Tanzania<\/strong><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/colabora\/pon-cara-a-tu-donativo\/simon-john-muhangwa\/\">Simon John Muhangwa<\/a> adalah seorang seminaris Tanzania yang tinggal di Seminari Tinggi Internasional Bidasoa di Pamplona. Ia berasal dari Keuskupan Mwanza, di timur laut negara itu, di tepi Danau Victoria. Setelah lulus sebagai insinyur sipil dan bekerja selama dua tahun, ia meninggalkan profesinya untuk menjadi imam.<strong>\u00a0Simon bercerita tentang panggilannya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>\"Saya lahir pada tanggal 20 Januari 1992 di distrik Magu, di wilayah Mwanza. <strong>Saya berasal dari keluarga yang sangat Katolik dan saya anak kedua dari lima bersaudara: tiga laki-laki dan dua perempuan.<\/strong> Saya menempuh pendidikan dasar dan menengah di wilayah Mwanza. Pada tahun 2010, saya terpilih untuk mengikuti pendidikan menengah lanjutan di Sekolah Kibiti di Wilayah Pwani, dan pada tahun 2012 saya lulus. Saya mendaftar di Universitas Sains dan Teknologi Mbeya, di mana saya belajar Sarjana Teknik Sipil dan lulus pada tahun 2016. Dua tahun kemudian, saya mulai bekerja di Badan Jalan Perkotaan dan Pedesaan Tanzania (TARURA) di kota Dodoma sebagai insinyur sipil. Karena keahlian saya, saya diangkat sebagai Insinyur Profesional\".<\/p>\n<h3><strong>Ketertarikan pada imamat<\/strong><\/h3>\n<p>\"Saya tidak ingat persis kapan saya pertama kali berpikir untuk menjadi seorang imam, tetapi memang benar bahwa sejak usia muda saya tertarik pada imamat dan saya mengagumi orang-orang religius. Berdoa bersama keluarga saya juga merupakan sesuatu yang menggerakkan saya. Sedikit demi sedikit, sebuah suara di dalam diri saya mengatakan kepada saya bahwa saya bisa menjadi seorang imam suatu hari nanti.<\/p>\n<p>Ketika saya berada di sekolah lanjutan di Kibiti, saya termasuk dalam kelompok <strong>kelompok siswa muda katolik<\/strong> dan saya terpilih menjadi pemimpin kelompok. Pada waktu itu, beberapa teman saya mengatakan bahwa saya akan menjadi seorang imam. Seiring berjalannya waktu, rasa ketertarikan dan antusiasme untuk menjadi imam mulai menguasai diri saya.<\/p>\n<h3><strong>Bantuan rohani dari para imam<\/strong><\/h3>\n<p>\"Karena semua ini, saya mulai mencari informasi tentang imamat dan saya meminta bantuan rohani dari pastor paroki sekolah saya, Pastor Christian Lupindu, yang saya ucapkan terima kasih atas semua nasihatnya. Christian Lupindu, yang saya ucapkan terima kasih atas semua nasihatnya. Dan setelah menyelesaikan studi sekolah menengah saya, yang saya lakukan di sebuah sekolah asrama yang jaraknya ribuan kilometer dari kota saya, saya kembali ke rumah. Saya melanjutkan penelaahan saya dan berbagi keprihatinan ini dengan pastor paroki saya, Pastor Bartazar Kesi dan Pastor Andrea Beno, keduanya adalah misionaris. Namun, ketika saya memberi tahu orang tua saya tentang keprihatinan saya, mereka menyarankan saya untuk belajar di universitas terlebih dahulu.<\/p>\n<h3><strong>Dari insinyur menjadi pendeta\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>\"Di universitas, saya bergabung dengan komunitas pemuda Kristen di mana saya juga ditunjuk sebagai ketua kelompok. Saya juga terpilih sebagai presiden zonal di universitas saya. Minat saya terhadap imamat semakin besar dan saya bertemu dengan seorang pastor universitas, Pastor Fidelis Damana, yang juga seorang misionaris. Bantuan rohaninya sangat penting dalam kebijaksanaan saya.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan studi di universitas, saya kembali ke paroki dan diundang untuk terus merenungkan panggilan saya sebagai imam. Setelah dua tahun bekerja sebagai insinyur sipil, pada tahun 2020, saya diterima sebagai seminaris di Keuskupan Mwanza. Selanjutnya, uskup saya mengirim saya untuk belajar <strong>ke Seminar Bidasoa di Pamplona\".\u00a0<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2390 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_848\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2391 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2392 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_905 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<div class=\"page\" title=\"Halaman 2\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h2><strong>Katekese untuk kaum muda<\/strong><\/h2>\n<p>\"Di negara saya, hal yang utama dan paling penting adalah <strong>katekese untuk kaum muda. <\/strong>Ini adalah salah satu tugas yang paling saya nantikan ketika saya kembali ke negara saya. Saya berharap dapat melayani Gereja dengan semua pengalaman yang saya peroleh sebagai pemimpin kelompok pemuda Katolik yang saya layani sebagai siswa di sekolah menengah dan universitas.<\/p>\n<p>Selain dilatih dengan baik untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang iman Katolik, saya juga ingin membantu dengan pengetahuan saya tentang teknik dan untuk dapat membawa iman ke dalam dunia modern, baik di sektor teknologi dan lingkungan.<\/p>\n<h3><strong>Karakteristik Tanzania\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.consolataamerica.org\/es\/la-iglesia-catolica-en-tanzania\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanzania<\/a> memiliki luas wilayah 945.087 kilometer persegi dan berbatasan dengan Samudra Hindia, Burundi, Kenya, Malawi, Mozambik, Uganda, Rwanda, dan Zambia. Negara ini memiliki banyak bahasa lokal, dengan bahasa Swahili dan Inggris yang mendominasi. Ibukotanya adalah Dodoma.\u00a0<strong>Tingkat kesuburannya adalah 4,59 anak per wanita.<\/strong> Angka harapan hidup adalah 59,3 tahun. Populasi perkotaan adalah 36,45 %. Komposisi etnisnya adalah 95 % Bantu dari 130 suku yang berbeda. Negara ini kaya akan tambang emas dan berlian. Saat ini terdapat 63.341.000 penduduk yang terdiri dari <strong>19.192.000 di antaranya adalah umat Katolik, yaitu 30,3 persen dari populasi.<\/strong>menurut statistik yang diterbitkan oleh Takhta Suci.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2393 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_849\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2394 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2395 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_906 frase-destacada et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><em>\"Di negara saya, hal yang paling utama dan paling penting adalah katekese bagi kaum muda. Ini adalah salah satu tugas yang paling saya nantikan ketika saya kembali ke negara saya.<\/em><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2396 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_850\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2397 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2398 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_907 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<div class=\"page\" title=\"Halaman 2\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<h2><strong>Pengalaman di Bidasoa<\/strong><\/h2>\n<p>\"Ketika saya tiba di Bidasoa, saya menemukan suasana yang sangat bersahabat. Pada awalnya memang sulit karena bahasa dan juga membiasakan diri dengan budaya Spanyol. Tetapi saya mendapat banyak bantuan untuk belajar bahasa Spanyol dan sekarang saya dapat berkomunikasi dengan saudara-saudara saya. Sekarang saya benar-benar menikmati diri saya dengan begitu banyak seminaris dari berbagai negara. Sungguh luar biasa. Saya sangat senang berada di sini, dan saya berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberi saya kesempatan berharga untuk belajar di Universitas Gerejawi Navarra dan bertemu dengan orang-orang baik dan rekan-rekan sesama umat Katolik.<\/p>\n<h3><strong>Terima kasih kepada para donatur\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>\"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur kami di CARF atas dukungan luar biasa yang mereka berikan kepada kami dalam pelatihan kami, terutama kepada mereka yang telah terlibat dalam pelatihan kami. <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/testimonios-sacerdotes\/mathias-seminarista-de-tanzania-que-estudia-en-roma\/\">Para seminaris Tanzania<\/a>. Tuhan memberkati Anda.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2399 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_851\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2400 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2401 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_908 elemento-firma et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><strong>Marta Sant\u00edn\u00a0<\/strong><br \/>\nWartawan yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2402 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simon John Muhangwa adalah seorang seminaris Tanzania yang belajar di Seminari Internasional Bidasoa dan seorang insinyur. Dia berasal dari keluarga yang sangat Katolik dan merupakan anak kedua dari lima bersaudara: tiga laki-laki dan dua perempuan. Dia bercerita tentang panggilannya. <\/p>","protected":false},"author":719,"featured_media":168884,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[121],"class_list":["post-158328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/719"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=158328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169797,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/158328\/revisions\/169797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=158328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=158328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=158328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}