{"id":156355,"date":"2022-06-30T13:10:22","date_gmt":"2022-06-30T11:10:22","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonios&#038;p=156355"},"modified":"2024-10-10T13:34:43","modified_gmt":"2024-10-10T11:34:43","slug":"bolivar-de-ecuador-a-rector-residencia-sacerdotal-pamplona","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/bolivar-de-ecuador-a-rector-residencia-sacerdotal-pamplona\/","title":{"rendered":"D. Bolivar, imam keuskupan dari Ekuador"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_135 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_716\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1998 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1999 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_777 post-excerpt et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\"><em style=\"font-size: revert; color: initial;\"><strong>D. Bol\u00edvar Andr\u00e9s Batallas, lebih dikenal sebagai D. Bolo, adalah seorang imam dari Keuskupan Ibarra, Ekuador. Dia tiba di Pamplona pada tahun 2006 di Seminari Tinggi Pamplona. <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/testimonios-sacerdotes\/jornada-familia-benefactores-carf-seminaristas-bidasoa\/\">Bidasoa<\/a> dan ditahbiskan pada tahun 2013. \"Sejak saat itu saya bersyukur tak terhingga kepada Tuhan, karena berkat Bidasoa dan Universitas Navarra, saya menjadi imam yang berbahagia, yang telah mengajari saya untuk menjadi imam keuskupan yang sejati. Saya telah belajar untuk mencintai uskup saya dengan kecerdasan saya dan dengan hati saya sebagai uskup keuskupan\".<\/strong><\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_717\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2002 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_778 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Imam Keuskupan dari Ekuador<\/h2>\n<p>Pada tahun 2019, uskupnya mengirimnya kembali ke \"tempat yang paling dicintainya\". <a href=\"https:\/\/www.unav.edu\/web\/facultad-eclesiastica-de-filosofia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Navarra\".<\/a> untuk melanjutkan Siklus III di Fakultas Filsafat Gerejawi. Ia tinggal di Kediaman Imam Pater Barace, di mana ia pernah menjadi rektor. Pada tanggal 10 Juni lalu, ia membacakan tesis doktoralnya yang berjudul \"Humanisme Kristiani dalam Charles Moeller\".<\/p>\n<p>Semua pelatihan yang diterimanya di Pamplona telah membantunya untuk melayani umat Katolik dan warga keuskupannya serta menjadi imam keuskupan yang baik di Ekuador. \"Tahun-tahun di Pamplona merupakan anugerah yang luar biasa dan tak ternilai dari Tuhan. Pembinaan di Universitas Navarra telah berarti bagi saya penemuan yang cerdas dan penuh semangat untuk melayani Tuhan dan semua pria dan wanita di zaman kita, terutama mereka yang paling membutuhkan,\" tegasnya.<\/p>\n<h3><strong>Terima kasih kepada seorang imam Salesian\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Pada kesempatan kembalinya beliau ke keuskupannya, kami berbincang-bincang dengan beliau tentang panggilannya dan pengalamannya sebagai rektor di Kediaman Para Imam.<\/p>\n<p><strong><em>D. Bolo, bagaimana Anda menemukan panggilan Anda? <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Saya belajar di sekolah dasar dan menengah di sekolah Salesian di Ibarra. Di sekolah dasar saya mengenal kehidupan Don Bosco dan pengalaman yang indah dan mengagumkan tentang dedikasinya kepada anak-anak dan kaum muda. Di sanalah teladan dan <strong>kehidupan seorang imam Salesian<\/strong>Benito del Vecchio, memikat saya dan saya berpikir bahwa mungkin saya ditakdirkan untuk menjadi seorang imam.<\/p>\n<p>Pada tahun terakhir sekolah menengah, pada bulan Januari, saya pergi ke Seminari Tinggi Keuskupan untuk pertama kalinya untuk bertanya tentang \"persyaratan\" untuk menjadi seorang imam. Danilo Echeverr\u00eda (uskup auksilier Quito) pada saat itu adalah rektor seminari. Saya menceritakan keprihatinan saya kepadanya dan dia mengundang saya ke pertemuan bulanan di seminari. Pertemuan-pertemuan itu membantu saya memperjelas panorama hidup saya dan pada akhir sekolah menengah, saya percaya bahwa Tuhan memanggil saya untuk menjadi seorang imam. Saya masuk Seminari Tinggi Keuskupan Bunda Maria dari Pengharapan pada bulan September 2005.<\/p>\n<h3><strong>\"Saya diterima dengan penuh kasih sayang\".\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><strong><em>Apa kesan pertama Anda ketika Anda memasuki Seminari? <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Saya diterima dengan penuh kasih sayang. Saya ingat dengan rasa terima kasih yang besar atas tangan terbuka dari D. Julio P\u00e9rez Garc\u00eda (seorang imam keuskupan dari Santiago de Compostela, yang meninggalkan dan terus meninggalkan hidupnya untuk para rohaniwan keuskupan Ibarra) yang pada saat itu menjadi pendidik seminari.<\/p>\n<p>Pada awal tahun-tahun penegasan itu, saya tidak menyangka bahwa tahun berikutnya uskup saya akan memikirkan saya untuk melanjutkan studi saya di Universitas Navarre. Saya tiba di Pamplona pada tahun 2006 di Seminari Tinggi Internasional Bidasoa. Dan sejak itu saya sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena berkat Bidasoa dan Universitas Navarre, saya menjadi imam yang berbahagia.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2003 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_718\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2004 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2005 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_171\">\n<p><span class=\"et_pb_image_wrap\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-156360\" title=\"D. Bolivar dengan Uskup Agung dan Uskup Auksilier Pamplona\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Con-el-arzobispo-y-obispo-auxiliar-de-Pamplona.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1086px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Con-el-arzobispo-y-obispo-auxiliar-de-Pamplona.jpg 1086w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Con-el-arzobispo-y-obispo-auxiliar-de-Pamplona-980x653.jpg 980w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Con-el-arzobispo-y-obispo-auxiliar-de-Pamplona-480x320.jpg 480w\" alt=\"D. Bolivar con el arzobispo y obispo auxiliar de Pamplona\" \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_779 leyenda et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Dalam gambar, D. Bol\u00edvar (kanan bawah kedua) tampak bersama para imam dari Kediaman Imam Padre Barace di Pamplona, saat berkunjung ke rumah Uskup Agung Pamplona Francisco P\u00e9rez Gonz\u00e1lez dan uskup auksilier saat itu, Juan Antonio Azn\u00e1rez Cobo, yang kini menjadi Uskup Agung Pamplona.<\/p>\n<p>Baginya, merawat para imam adalah tugas ilahi. \"Misi asrama ini adalah untuk memastikan bahwa ada suasana kekeluargaan di mana para imam yang diutus oleh uskup mereka untuk belajar di Universitas Navarra merasa \"seperti di rumah sendiri\".<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2006 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_719\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2007 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2008 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_780 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Misinya sebagai Rektor Kediaman Imam<\/h2>\n<p><strong><em>Dalam tiga tahun ini, Anda telah dipercayakan dengan misi sebagai rektor di Kediaman Pastor Barace. Ceritakan kepada kami tentang pekerjaan Anda. <\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun 2019, Monsinyur Iv\u00e1n Minda, yang adalah Administrator Apostolik keuskupan saya, mengusulkan agar saya kembali ke Universitas Navarra yang saya cintai untuk belajar Siklus III di Fakultas Filsafat Gerejawi. Dengan senang hati saya menerima tawaran itu.<\/p>\n<p>Ketika saya tiba di Pamplona pada bulan Agustus 2019, layanan bantuan dan promosi fakultas gerejawi menawarkan saya untuk membantu sedikit dengan melakukan beberapa pekerjaan di kediaman imam yang telah menjadi rumah saya selama tiga tahun yang sangat indah ini.<\/p>\n<p>Saya tahu, dari kehidupan imamat saya yang singkat, tentang kasih sayang St Josemar\u00eda yang besar kepada para imam keuskupan saudaranya, tetapi pengalaman tahun-tahun ini telah menunjukkan kepada saya dengan fakta-fakta konkret bahwa <strong>merawat para imam adalah tugas ilahi<\/strong>. <strong>Misi dari hunian ini adalah untuk memberikan suasana kekeluargaan.<\/strong> di mana para imam yang diutus oleh para uskup mereka untuk belajar di Universitas Navarre benar-benar merasa \"di rumah\". Berkat kepedulian beberapa mantan siswa, suasana kekeluargaan ini benar-benar kondusif untuk kehidupan doa dan persaudaraan imamat.<\/p>\n<h3><strong>Untuk apa seorang imam\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p><strong><em>Dalam masyarakat yang sekuler ini, banyak orang bertanya-tanya tentang tujuan hidup seorang imam. Dan apa jawaban Anda, apa tujuan seorang imam?\u00a0\u00a0<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Pertanyaan ini membuat saya terpesona! Saya pikir ini adalah pertanyaan kunci yang harus ditanyakan oleh semua imam kepada diri mereka sendiri. Saya pikir imam ada di sana untuk melayani!<\/p>\n<p>Jika setiap pribadi manusia sepenuhnya diwujudkan dalam pelayanan, dalam pemberian diri yang tulus, dalam diri imam \"pemberian diri yang tulus\" ini diwujudkan dengan menghadirkan secara sakramental Kristus yang sama yang memberikan diri-Nya setiap hari dalam Ekaristi dan dalam seluruh kehidupan liturgi.<\/p>\n<h3><strong>Kehadiran Kristus di dalam Ekaristi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Saya ingat dengan jelas raut wajah uskup saya, Mgr Valter Maggi, ketika ia menahbiskan saya menjadi imam dan dalam homilinya ia mengatakan kepada kami para imam bahwa jika kami tidak mengenal orang-orang, ia akan mempercayakan nama mereka kepada kami, <strong>kita akan menjadi pejabat gerejawi yang tidak tahu tentang wanita yang tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk memberi makan anak-anaknya,<\/strong> atau orang yang tidak dapat menemukan pekerjaan, dan bahkan lebih banyak lagi anak-anak dan orang muda yang tidak mengenal wajah Yesus Kristus yang menarik dan indah dan yang tidak ada yang membuatnya hadir bagi mereka.<\/p>\n<p>Kehadiran Kristus di dalam Ekaristi diwujudkan secara sakramental karena ada para imam. Oleh karena itu, dilemanya adalah menjadi seorang pejabat gerejawi (yang tidak melayani) atau menjadi seorang pastor muda (meskipun tahun-tahun berlalu), penuh sukacita dan di atas segalanya dalam kasih, yang melayani Gereja sebagaimana Gereja ingin dilayani.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2009 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_720\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2010 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2011 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_781 frase-destacada et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong>\"Terima kasih kepada CARF, Ekuador, negara saya, memiliki imam-imam yang lebih siap. Semoga Tuhan membalas mereka\".<\/strong><\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_2012 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_721\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2013 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2014 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_782 et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Pemuda dan panggilan<\/h2>\n<p><strong><em>Dan di masa-masa ini ketika Gereja agak didiskreditkan dan panggilan menjadi langka, bagaimana Anda mendorong kaum muda untuk menemukan panggilan mereka?<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Saya berpikir dan percaya bahwa Gereja adalah Kristus yang hadir di antara manusia. Jika kita benar-benar percaya akan kebenaran yang mengagumkan ini, kita akan dapat menawarkan kepada banyak orang muda keindahan dan kehebatan panggilan Kristiani: panggilan kepada kekudusan dan kemudian, dalam setiap kasus, mewujudkannya secara eksistensial sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan bagi masing-masing.<\/p>\n<p>Masalah besar dan <strong>Godaan besar yang kita miliki sebagai orang Kristen adalah menjadi borjuis, merasa nyaman dan melupakan keagungan panggilan kita.<\/strong>. Kesaksian dari begitu banyak orang yang tanpa pamrih memberikan hidup mereka untuk Tuhan dan sesama benar-benar menunjukkan bahwa Kristus hadir di tengah-tengah kita saat ini dan bahwa Dia mau mengambil risiko kebebasan kita, sehingga kita dapat dengan bebas memilih yang Baik, setelah mengenal Kebenaran.<\/p>\n<h3><strong>Ucapan terima kasih kepada para donatur CARF <\/strong><\/h3>\n<p>Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CARF, kepada yayasan dan <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/testimonios-sacerdotes\/benefactores-carf-sin-sacerdotes-no-hay-eucaristia\/\">dermawan<\/a> Fakultas Gerejawi Universitas Navarra, karena berkat kemurahan hati yang begitu besar, di sini ada seorang pria yang jatuh cinta yang, dengan segala kesalahan dan kesengsaraannya tetapi, di atas segalanya, dengan bantuan Tuhan, mencoba menjadi imam seratus persen. Terima kasih kepada CARF, Ekuador, negara saya, memiliki imam-imam yang lebih siap. Semoga Tuhan membalasnya\".<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2015 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_722\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2016 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_2017 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_783 elemento-firma et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><strong>Marta Sant\u00edn\u00a0<\/strong><br \/>\nWartawan yang mengkhususkan diri dalam informasi keagamaan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_2018 et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>D. Bol\u00edvar adalah seorang imam dari Ekuador. Dia adalah seorang siswa di Seminari Tinggi Bidasoa, ditahbiskan pada tahun 2011 di tanah airnya dan kembali ke Pamplona pada tahun 2019 untuk melanjutkan studinya. Ia diangkat sebagai rektor di kediaman imam Padre Barace di Pamplona: \"Merawat para imam adalah tugas ilahi. Anda harus menciptakan suasana kekeluargaan,\" katanya. <\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":168654,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[172,120,121],"class_list":["post-156355","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-congregaciones-religiosas","tag-sacerdote","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156355"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198893,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156355\/revisions\/198893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168654"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}