{"id":147407,"date":"2021-12-28T08:00:53","date_gmt":"2021-12-28T08:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonios&#038;p=147407"},"modified":"2024-10-09T13:34:37","modified_gmt":"2024-10-09T11:34:37","slug":"kenneth-seminarista-de-uganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/kenneth-seminarista-de-uganda\/","title":{"rendered":"Kenneth Orom, seminaris Uganda"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_109 et_section_regular\" >\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_539\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1474  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1475  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_593 post-excerpt  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1476  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_540\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1477  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1478  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_594  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>\"Saya berasal dari keluarga Katolik. <strong>Saya adalah anak bungsu dari lima bersaudara: dua saudara laki-laki dan tiga saudara perempuan.<\/strong>. Orang tua saya selalu membawa saya ke gereja dan saya selalu tertarik dengan khotbah pastor paroki, karena dia memiliki karunia yang luar biasa untuk menarik orang dengan kesederhanaannya.<\/p>\n<p>Saya sangat terinspirasi oleh imam ini karena selain homili hari Minggu, selama kelas katekisasi dia selalu berbicara kepada kami tentang kehidupan Gereja.<strong>salep untuk imamat dan kehidupan religius<\/strong>. Juga tentang jalan yang Tuhan minta dari masing-masing orang.<\/p>\n<h2>Cinta untuk para imam<\/h2>\n<p>Dalam beberapa kelas katekisasi, saya ingat pastor bertanya siapa yang ingin menjadi imam, dan beberapa dari kami mengangkat tangan. Sejak kecil, saya memiliki kecintaan yang besar terhadap Misa Kudus dan para imam. <strong>Mereka telah mengilhami panggilan saya untuk menjadi imam.<\/strong><\/p>\n<p>Dengan keinginan ini, pada tahun 2008, setelah menyelesaikan studi sekolah dasar saya, <strong>Saya masuk seminari kecil pada usia 14 tahun.<\/strong> Pada tahun 2014 saya memulai studi filsafat saya di seminari tinggi keuskupan saya dan kemudian saya melakukan satu tahun pelayanan pastoral.<\/p>\n<h3><strong>Sambutan yang luar biasa di Spanyol\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Pada tahun 2018, uskup saya mengirim saya ke Seminari Internasional Bidasoa di Pamplona untuk melanjutkan pelatihan teologi.<\/p>\n<p><strong>Ketika saya tiba di Spanyol, saya merasa diterima dengan sangat baik dan disambut oleh para pelatih dan murid-murid Bidasoa.<\/strong>. Keramahan penduduknya sangat memuaskan. Negara ini sangat indah, serta menawarkan kuliner yang kaya, terutama udang dan siput.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1479  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_541\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1480  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1481  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_595 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><strong>\"Kaum muda di Uganda sangat terbuka terhadap agama dan kaum muda terus berusaha untuk bertemu dengan Tuhan.<\/strong><\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1482  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_542\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1483  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1484  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_134\">\n<p>\t\t\t\t<span class=\"et_pb_image_wrap\"><\/span>\n\t\t\t<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_596 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Kenneth Orom adalah seorang seminaris berusia 27 tahun dari Keuskupan Jinja di Uganda. Dia sedang belajar teologi di Seminari Internasional Bidasoa di Pamplona. Sejak kecil, ia memiliki kecintaan yang besar terhadap Misa Kudus dan para imam. \"Mereka telah mengilhami panggilan saya untuk menjadi imam,\" katanya.<\/p>\n<p>Dia dengan tulus percaya bahwa pesan Yesus dapat menjangkau kaum muda di negaranya secara mendalam, melalui kedekatan para pendeta dan ketertarikan kaum muda terhadap Injil. \"Itulah sebabnya saya percaya bahwa Afrika adalah cagar alam Katolik di dunia saat ini,\" katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1485  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_543\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1486  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1487  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_597  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Kebebasan beragama di Uganda<\/h2>\n<p><strong>Seperti apa negara saya?<\/strong> Di Uganda, misalnya, kami tidak memiliki masalah dengan kebebasan beragama, setiap orang memiliki hak atas keyakinannya masing-masing dan puji Tuhan, kami tidak pernah mengalami pertikaian karena agama.<\/p>\n<p><strong>Kaum muda di Uganda sangat terbuka terhadap agama.<\/strong> dan kaum muda menunjukkan pencarian yang terus-menerus untuk bertemu dengan Tuhan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan kaum muda yang kami selenggarakan di keuskupan saya dan banyaknya kaum muda yang datang ke gereja.<\/p>\n<h2>Afrika adalah cagar alam Katolik di dunia saat ini<\/h2>\n<p>Saya sangat percaya bahwa pesan Yesus dapat menjangkau mereka melalui kedekatan para pendeta dan ketertarikan yang mereka tunjukkan pada Injil. Itulah sebabnya <strong>Saya percaya bahwa Afrika saat ini adalah cagar alam Katolik di dunia saat ini.<\/strong>.<\/p>\n<p>Ada banyak pekerjaan pastoral yang sedang berlangsung, paroki-paroki baru sedang dibangun setiap hari dan banyak orang yang hadir di sana, dan sejumlah besar pembaptisan dan krisma dirayakan.<\/p>\n<h2>Sinode tentang Sinodalitas<\/h2>\n<p><strong>Mengenai Sinode Para Uskup yang akan datang tentang sinodalitas,<\/strong> yang telah dipanggil oleh Bapa Suci kepada seluruh umat Allah, saya percaya bahwa salah satu hal yang paling penting adalah partisipasi semua anggota keluarga. Setiap rumah tangga harus mendorong keterlibatan dalam Sinode ini di mana seluruh Gereja universal harus berpartisipasi.<\/p>\n<h2>Penginjilan di media sosial<\/h2>\n<p>Di sisi lain, masyarakat telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena pengaruh media sosial yang besar. Karena alasan ini, umat Katolik perlu melakukan penginjilan di ladang kerasulan yang baru ini.<strong>. Gereja harus memberikan respons terbaik di semua jejaring sosial.<\/strong><\/p>\n<p>Namun, saya percaya bahwa cara terbaik untuk menginjili adalah melalui persahabatan, tatap muka, tetapi karena semua orang sekarang terhubung melalui jaringan, gereja juga harus mengabarkan Injil di benua digital ini.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1488  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_544\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1489  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1490  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_598 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p><strong>\"Umat Katolik perlu melakukan evangelisasi di media sosial. Gereja harus memberikan tanggapan terbaik dalam bidang kerasulan yang baru ini\".<\/strong><\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_1491  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_545\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1492  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1493  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_135\">\n<p>\t\t\t\t<span class=\"et_pb_image_wrap\"><\/span>\n\t\t\t<\/div>\n<div class=\"et_pb_with_border et_pb_module et_pb_text et_pb_text_599 leyenda  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Kenneth mengatakan bahwa masyarakat telah banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena pengaruh besar dari media sosial. \"Untuk alasan ini, umat Katolik perlu melakukan penginjilan di ladang kerasulan yang baru ini.<strong>. <\/strong>Gereja harus memberikan respons terbaik di semua jejaring sosial,\" katanya.\u00a0<\/p>\n<p>Namun, ia percaya bahwa cara terbaik untuk menginjili adalah melalui persahabatan, tatap muka, tetapi karena seluruh dunia sekarang terhubung melalui jaringan, Gereja juga harus mengabarkan Injil di benua digital ini.<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1494  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_546\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1495  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et_pb_column_empty\"><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_1496  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_600  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h2>Terima kasih kepada para donatur<\/h2>\n<p><strong>Kepada semua donatur yang telah memungkinkan saya untuk melanjutkan studi di Pamplona, saya ucapkan terima kasih atas dukungan mereka.<\/strong> Tanpa kerja sama Anda, tidak mungkin bagi saya untuk melanjutkan formasi saya di jalan menuju kekudusan melalui imamat.<\/p>\n<p>Saya mendorong Anda untuk melanjutkan pekerjaan terpuji yang Anda lakukan dengan begitu banyak hamba Tuhan yang tidak memiliki sumber daya keuangan, tetapi memiliki keinginan yang besar untuk dilatih melayani orang lain dan untuk dapat memberikan pelatihan yang berkualitas kepada mereka.<\/p>\n<p>Dengan harapan Tuhan akan memberkati Anda, saya menyerahkan diri saya pada doa-doa Anda, sambil menjaga Anda dalam doa-doa saya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div><\/div>\n<\/p><\/div>\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_5 et_pb_column_1497  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough et-last-child et_pb_column_empty\"><\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenneth Orom adalah seorang seminaris berusia 27 tahun dari Keuskupan Jinja di Uganda. Ia belajar teologi di Seminari Internasional Bidasoa di Pamplona. Dia berbicara tentang pemuda di negaranya dan kebebasan beragama. Dia menceritakan kesaksiannya kepada kami. <\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":194171,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[120,121],"class_list":["post-147407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-sacerdote","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=147407"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":198743,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/147407\/revisions\/198743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/194171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=147407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=147407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=147407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}