{"id":128968,"date":"2026-03-12T02:00:44","date_gmt":"2026-03-12T01:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/?post_type=testimonio&#038;p=128968"},"modified":"2026-03-04T16:38:01","modified_gmt":"2026-03-04T15:38:01","slug":"cristianos-de-pakistan-situacion-esperanza","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/cristianos-de-pakistan-situacion-esperanza\/","title":{"rendered":"\u00abUmat Kristen di Pakistan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik\u00bb.\u00bb"},"content":{"rendered":"<p><strong>Abid Saleem<\/strong> adalah seorang imam dari Kongregasi Misionaris Oblat Maria Tak Bernoda yang sedang belajar di Universitas Kepausan Salib Suci di Roma. Umat Kristiani di <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/santo-tomas-apostol-testimonio-de-fe-esperanza\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"217030\" rel=\"noreferrer noopener\">Pakistan<\/a> Sering kali didiskriminasi dan dianiaya, mereka memiliki harapan \u201cuntuk masa depan yang lebih baik\u201d, katanya dalam kesaksiannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"una-familia-catolica-de-once-hermanos\">Sebuah keluarga Katolik yang terdiri dari sebelas bersaudara<\/h2>\n\n\n\n<p>\"Saya Abid Saleem, putra dari Saleem Masih dan Mukhtaran Bibi. Saya lahir di Toba Tek Singh, Pakistan, pada tanggal 26 Juni 1979,&nbsp;<strong>dalam sebuah keluarga Katolik yang terdiri dari sebelas bersaudara<\/strong>&nbsp;(delapan anak laki-laki dan tiga anak perempuan). Saya adalah anak bungsu dari semuanya. Orang tua saya sudah berada di kehidupan surgawi (semoga jiwa mereka beristirahat dengan tenang).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika dia merefleksikan pengalamannya\u00a0<a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/donar\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"170000\" rel=\"noreferrer noopener\">panggilan<\/a>, mengingat kembali semua peristiwa yang membantunya untuk memahami tentang dirinya. \u00abPertama-tama,\u00a0<strong>Saya merasa itu adalah keinginan saya sejak kecil.<\/strong>\u00a0Saya sering pergi ke gereja dan saya dulu adalah seorang putra altar. Di sekolah, setiap kali saya ditanya apa cita-cita saya, jawaban saya hanya satu: menjadi seorang imam.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menyelesaikan pendidikan wajib belajar, pada tahun 1996 ia berpikir untuk mendaftar ke universitas. Saat itu bulan Juli. Kemudian, sesuatu terjadi yang menandai hidupnya: \u00abSaya bertemu dengan seorang Oblat novis Maria Imakulata yang berbagi dengan saya dan menjelaskan kepada saya tentang karisma kongregasinya\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika ia akan mendaftar di Universitas, ia melakukan retret kejuruan dengan para Misionaris Oblat Maria Imakulata.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebuah retret untuk menemukan panggilan saya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Itu harus diatur&nbsp;<strong>program kejuruan<\/strong>&nbsp;Retret berlangsung selama tiga hari dan Abid Saleem, tanpa berpikir dua kali, langsung mengatakan ya, saya ingin ikut serta. \u00abBersama saya, ada empat orang lain yang mengikuti retret. Kami semua menikmati program ini dan menyukai spiritualitas Oblat dan cara mereka \u201cmenginjili orang miskin\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah program tersebut, mereka kembali ke rumah dan setelah beberapa hari, mereka berempat menerima surat undangan untuk bergabung dengan seminari. Abid Saleem dan seorang teman bergabung, tetapi setelah satu tahun penelaahan, temannya menyadari bahwa itu bukan panggilannya dan mengundurkan diri, sementara Abid melanjutkan pendidikannya, yang merupakan waktu yang sangat memperkaya dirinya, dengan banyak pengalaman yang bermakna.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Kardinal Pakistan: Saya mengagumi umat Kristiani di negara saya karena iman yang mereka miliki\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/N9G0STd6Fzs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Stasiun Misi Oblat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selama tahun pertama formasi seminari, di antara beberapa kegiatan yang kami lakukan, ada satu kegiatan yang sangat menarik. Kami pergi ke Derekabad, sebuah stasiun misi Oblat.&nbsp;<strong>Ini adalah daerah gurun di mana para Oblat telah membangun gua yang indah di sana.<\/strong>. Pekerjaan para frater ini di dalam gua sangat menginspirasi saya.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa lain yang menyentuh saya adalah berpartisipasi dalam pentahbisan seorang frater di kongregasi, pentahbisan pertama yang pernah saya hadiri. Perayaan ini benar-benar memperkuat panggilan saya juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari tahun 1998 dan seterusnya, ia dapat mulai belajar untuk mendapatkan gelar di <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/conoce-fundacion-carf\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"167416\" rel=\"noreferrer noopener\">Filsafat<\/a> dan kemudian ia dikirim ke Sri Lanka untuk menjalani masa pra-novisiat dan novisiat, sebuah pengalaman internasional yang indah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengikrarkan kaul pertama pada tahun 2003. Setelah kembali ke Pakistan, ia menyelesaikan studi teologinya di Institut Teologi Katolik Nasional. Ia mengikrarkan kaul kekal pada tanggal 22 Agustus 2008 dan ditahbiskan\u00a0<a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/midhun-europa-debe-aprender-de-india-el-valor-unidad-familiar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">diaken<\/a>\u00a0keesokan harinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan akhirnya, pada tanggal 17 Februari 2009, saya ditahbiskan sebagai imam di Katedral Hati Kudus, Lahore. Masa pembinaan saya sangat baik. Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk semua pembina dan guru yang telah membentuk saya untuk menjadi hamba Tuhan yang sejati.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"labor-pastoral-y-servicio-en-la-diocesis-tras-su-ordenacion\">Pekerjaan pastoral dan pelayanan di keuskupan setelah ditahbiskan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengikuti <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/sacerdocio\/que-es-un-sacerdote\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"169908\" rel=\"noreferrer noopener\">manajemen<\/a>, Uskupnya mengutusnya untuk bekerja di berbagai paroki, pertama sebagai asisten dan kemudian sebagai pastor paroki. Dia telah bekerja dengan kaum muda dan banyak kelompok lainnya. Dia juga telah berkolaborasi dalam\u00a0<strong>Komisi Kateketik<\/strong>\u00a0keuskupannya. Ia memulai tugas komisi kateketik di Vikariat Quetta.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya juga mengelola sebuah toko agama kecil di kantor yang sama. Di sisi lain,\u00a0<strong>menyelenggarakan berbagai program untuk guru-guru agama dan masyarakat<\/strong>\u00a0dan bekerja sebagai lektor di Vikariat. Saya telah menjadi Pemimpin Upacara pada liturgi banyak pentahbisan imam, diakonat dan pencalonan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2016, saya lulus B.A (Bachelor of Arts) dari Universitas Punjab, Lahore. Saya juga bekerja sebagai Rektor Juniorat Oblat selama tiga tahun terakhir. Ini adalah pengalaman yang memperkaya, meskipun sulit, tetapi saya mencoba yang terbaik untuk menemani para siswa dalam perjalanan rohani mereka untuk memahami panggilan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abDi negara kami, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, karena <strong>Kawanan domba Tuhan terus bertumbuh, tetapi hanya ada sedikit pekerja yang memeliharanya\u00bb.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"600\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/6.jpg\" alt=\"Cristianos de Pakistan\" class=\"wp-image-175003\" srcset=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/6.jpg 800w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/6-600x450.jpg 600w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/6-300x225.jpg 300w, https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/6-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Nama resmi jemaat kami adalah&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.omiworld.org\/es\/lemma\/oblatos-de-maria-inmaculada-es\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Para Misionaris Oblat Maria Tak Bernoda<\/a>&nbsp;dan mottonya adalah \u201cMenginjili orang miskin\u201d. Didirikan oleh Santo Eugenius de Mazenod pada tahun 1816 dan disetujui pada tanggal 17 Februari 1826 oleh Paus Leo XII.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendiri misi OMI di Pakistan adalah seorang imam Jerman, Pastor Lucian Smith, yang pada waktu itu menjabat sebagai Provinsial Provinsi Kolombo, Sri Lanka. Dialah yang mengutus tiga Oblat ke Pakistan pada tahun 1971. Ada banyak misionaris Oblat dari seluruh dunia, tetapi terutama dari Sri Lanka.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"los-cristianos-de-pakistan-frente-a-una-mayoria-musulmana\">Umat Kristen Pakistan menghadapi mayoritas Muslim<\/h4>\n\n\n\n<p><strong>Pakistan adalah negara terbesar kesembilan di Asia.<\/strong>&nbsp;Negara ini berbatasan dengan Laut Arab, Cina, Afganistan, Iran dan India. Mohammad Ali Jinnah adalah pendiri Pakistan, yang memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 14 Agustus 1947.<\/p>\n\n\n\n<p>Negara ini memiliki luas wilayah 881.913 km persegi dan dibagi menjadi empat provinsi, yaitu Punjab, Sindh, Balochistan, dan Khyber Pakhtunkhwa. Bahasa nasional negara ini adalah bahasa Urdu dan bahasa Inggris adalah bahasa resminya. Pakistan memiliki populasi sekitar 211.819.886 jiwa.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Umat Muslim adalah mayoritas dengan 95,1 persen dari populasi. Namun\u00a0<strong>yang <a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/alice-topno-misionera-tribal-en-la-india\/\" data-type=\"post\" data-id=\"195303\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Orang Kristen<\/a> adalah salah satu agama minoritas terbesar di Pakistan dengan jumlah 2,1 persen dari populasi,<\/strong>\u00a0Sekitar setengahnya beragama Katolik dan setengahnya lagi Protestan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"unas-condiciones-muy-pobres\">Kondisi yang sangat buruk <\/h3>\n\n\n\n<p>memiliki sejarah panjang di Asia Selatan, meskipun banyak orang Kristen Pakistan adalah keturunan Hindu kasta rendah yang pindah agama di bawah pemerintahan kolonial Inggris untuk menghindari diskriminasi kasta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Umat Kristen di Pakistan, sebagian besar, sangat miskin<\/strong>Mereka telah dipekerjakan dalam pekerjaan kasar seperti petugas kebersihan, buruh dan pemanen. Meskipun demikian, mereka telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sektor sosial negara, terutama dalam pembangunan lembaga pendidikan, rumah sakit dan pusat kesehatan di seluruh Pakistan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seperti halnya agama minoritas lainnya,\u00a0<strong>Umat Kristen telah menghadapi diskriminasi dan penganiayaan sepanjang sejarah.<\/strong>Mereka terus mengalami kekerasan yang ditargetkan dan pelanggaran lainnya, termasuk perampasan tanah di daerah pedesaan, penculikan dan pemindahan agama secara paksa, serta perusakan rumah dan gereja. Saat ini, mereka terus mengalami kekerasan yang ditargetkan dan pelanggaran lainnya, termasuk perampasan tanah di daerah pedesaan, penculikan dan pemindahan agama secara paksa, serta perusakan rumah dan gereja. <\/p>\n\n\n\n<p>\u00abTerlepas dari semua ini, orang-orang Kristen di Pakistan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,\u00bb ungkap Abid Saleem. Kami berdoa agar Tuhan Yang Mahakuasa akan membawa kedamaian dan keharmonisan di negara ini dan agar orang-orang dapat menikmati kepenuhan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abUmat Kristen di Pakistan saat ini terus mengalami kekerasan yang ditargetkan dan pelecehan lainnya\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/27.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\" id=\"oblatos-en-pakistan\">Para Oblat di Pakistan<\/h5>\n\n\n\n<p>Mereka bekerja di paroki-paroki dan membedakan diri mereka dengan mendirikan Komunitas-komunitas Kristiani Dasar. Kemudian, mereka juga berpikir untuk memulai program formasi. Sekarang kami memiliki tiga rumah pembinaan utama: yuniorat, filosofat dan skolastikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami bekerja terutama di delapan paroki miskin di lima keuskupan. Kristus mengundang kita untuk mengikuti-Nya dan membagikan misi-Nya melalui sabda dan karya. Fokus utama kami adalah pendidikan di sekolah-sekolah, dengan kaum muda, dan terutama menjangkau orang-orang yang jauh dari Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\" id=\"formarse-en-roma-para-trabajar-como-misionero\">Pelatihan di Roma untuk pekerjaan misionaris<\/h5>\n\n\n\n<p>Sekarang atasannya mengirimnya ke Roma untuk studi lebih lanjut dalam bidang Liturgi. \u00abTujuan masa depan saya adalah bekerja sebagai&nbsp;<a href=\"https:\/\/fundacioncarf.org\/testimonio\/misionera-futura-comunicadora-social\/\">misionaris\u00bb.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Atas kesempatan besar untuk dilatih di Universitas Kepausan Salib Suci, untuk kemudian kembali ke negaranya dan membagikan semua kebaikan yang telah diterimanya, ia hanya dapat berterima kasih kepada para dermawan Yayasan CARF: \u00abSemoga Tuhan memberkati Anda untuk semua yang Anda lakukan untuk Gereja Universal, tetapi juga untuk kami, anak-anak kecil, yang merupakan benih di tangan Tuhan, di negara-negara di mana fakta bahwa seseorang menyebut dirinya Kristen dapat menyebabkan kematian\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><strong>Gerardo Ferrara<\/strong>Lulusan Sejarah dan Ilmu Politik, dengan spesialisasi Timur Tengah.<br>Bertanggung jawab atas badan kemahasiswaan di Universitas Kepausan Salib Suci di Roma.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><p><strong>Daftar isi<\/strong><\/p><nav><ul><li class=\"\"><a href=\"#una-familia-catolica-de-once-hermanos\">Sebuah keluarga Katolik yang terdiri dari sebelas bersaudara<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#labor-pastoral-y-servicio-en-la-diocesis-tras-su-ordenacion\">Pekerjaan pastoral dan pelayanan di keuskupan setelah ditahbiskan<\/a><ul><li class=\"\"><a href=\"#unas-condiciones-muy-pobres\">Kondisi yang sangat buruk<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abid Saleem, seorang imam Oblat dari Pakistan, menceritakan tentang panggilan dan perjalanan pastoralnya dalam melayani masyarakat miskin dan kaum muda di sebuah negara yang hidup dengan iman dan harapan.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":228065,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[172,120,121],"class_list":["post-128968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-congregaciones-religiosas","tag-sacerdote","tag-seminarista"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=128968"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":228100,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/128968\/revisions\/228100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/228065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=128968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=128968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=128968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}